Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 36


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Bayu berada di rumah bu Lasih. Melihat keadaan Bayu yang sangat memprihatinkan membuat bu Lasih tak mengijinkan Bayu bekerja dan malah merawat Bayu layaknya anak sendiri.


Kesehatan Bayu pun kini sudah membaik dan badannya pun sudah kembali berisi. Bayu keluar dari kamarnya untuk menemui bu Lasih yang sedang memasak di dapur.


" Slamat pagi Buk, ada yang bisa aku bantuin Buk?"


" Ndak usah nak Bayu, kamu istirahat saja sana. Kamu sudah sarapan?"


" Sudah kok Buk. Oh ya Buk, tujuanku menemui Bu Lasih karna aku ingin pamit Buk dan aku sangat berterima kasih karna Bu Lasih berkenan menolong aku bahkan Ibu juga merawat dan menampung aku disini."


" Sama-sama nak Bayu. Ibu ikhlas kok bantuin nak Bayu dan kalau memang nak Bayu sudah sembuh,Ibu ijinin nak Bayu pulang."


"Iya Bu,sekali lagi trima kasih. Kalau gitu saya mau siap-siap dulu karna rencananya saya mau pergi nanti siang."


" Ya sudah nanti Ibu anterin sampai ke terminal."


Bayu pun kembali ke kamarnya untuk mengemasi sedikit barangnya.


****


Faysa melamun diatas ranjang kecilnya. Pikirannya melayang bagaimama kalau Gathan pergi dan meninggalkannya. Apakah Gathan akan menceraikannya sebelum mereka berpisah. Jika ia sejujurnya Faysa sudah siap tapi entah mengapa hatinya seperti berat melupakan kebersamaannya dengan sang suami selama beberapa bulan ini.


" Uhh..." Faysa kembali memegangi kepalanya yang terasa pusing mungkin karna ia terlalu memikirkan masalahnya dengan Gathan.


" Faysa ada yang membesukmu," teriak salah satu sipir.

__ADS_1


Tanpa menjawab, Faysa langsung pergi setelah sang sipir membuka pintu selnya.


Faysa berjalan dengan langkah pelan karna tubuhnya terasa lemas.


Sampai diruang besuk, Faysa begitu kaget dengan seseorang yang mendatanginya.


" Faysa."


" Bayu."


Panggil mereka secara bersamaan. Bayu langsung mendekati Faysa lalu membantunya duduk dikursi.


" Fay gimana kabar kamu? Kamu kelihatan pucat," tanya Bayu khawatir.


"Kamu tahu Fay, beberapa hari setelah aku jenguk kamu, aku diculik orang waktu aku pergi kerja keluar kota."


" Apa kamu diculik! Tapi kamu baik-baik aja kan? Terus gimana critanya kamu bisa ada disini sekarang?" tanya Faysa beruntun.


" Aku nggak tahu Fay kenapa aku diculik. Aku cuma disekap dirumah tua di daerah pinggiran Jakarta dan tiba- tiba ada yang nolong aku. Yah sampai pada akhirnya aku selamat dan bisa pulang lagi kesini."


" Ya syukurlah Bay, yang penting sekarang kamu udah selamat. Terus kamu udah lapor polisi?"


" Aku belum kepikiran itu Fay, tapi lihat nantilah."


Bayu melihat Faysa yang kepalanya semakin menunduk sambil tangannya memijit daerah pelipis.

__ADS_1


" Kamu kenapa Fay?" tanya Bayu sambil mendekati Faysa.


" Aku pusing banget Bay," jawab Faysa lemah.


Bayu meraih kepala Faysa lalu menyandarkannya dibahu. Ia pun ikut mengelus kepala Faysa untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan Faysa.


" Bay,"


" Udah Fay kamu diam aja, biar aku pijitin kepala kamu. Nanti kalau masih sakit biar aku minta tolong petugas supaya membawa kamu keklinik," ucap Bayu dengan posisi seperti memeluk Faysa.


Dari arah luar, tampak Gathan datang dengan membawa kue pandan yang dinginkan Faysa kemarin. Bahkan Gathan sampai merayu adiknya untuk membuat kue itu dengan alasan akan diberikan pada sang pacar.


" Bu, saya mau ketemu Faysa."


" Iya sebentar ya Mas soalnya juga baru ada yang membesuk Faysa."


" Siapa Bu?" tanya Gathan penasaran.


" Saya kurang tahu tapi dia seorang lelaki sebaya Faysa."


Mendengar keterangan petugas tersebut, langsung membuat Gathan penasaran sekaligus marah.


Gathan langsung pergi keruang besuk dan alangkah terkejutnya Gathan melihat istrinya tengah dipeluk lelaki lain sambil menyandarkan kepalanya dibahu pria tersebut.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2