
Faysa turun perlahan dari ranjangnya setelah melepaskan tangan Rosan yang memeluk pingganggnya.
Faysa menuruni tangga dan melihat suasana rumah yang masih cukup sepi, hanya terlihat dua orang pembantu yang tengah sibuk membersihkan rumah.
Faysa menuju dapur bermaksud membuat sarapan untuk suaminya.
" Eh non Faysa, nona butuh sesuatu?"
" Nggak bik, saya cuma mau masak soto ayam buat mas Rosan. Minta tolong siapin bahannya ya bik."
" Oh non Faysa mau sarapan soto. Ya udah nanti bibik buatkan, non tunggu dulu aja dikamar."
" Nggak usah bik, saya pengen masak sendiri kok. Bibik terusin aja kerjaan bibik."
Setelah berkutat didapur, akhirnya soto yang Faysa buat sudah siap disantap. Ia naik keatas untuk membangunkan suaminya.
Faysa membuka pintu dan mendapati Rosan yang masih bergelung selimut.
" Mas bangun, ini udah pagi."
Rosan menggeliatkan badannya, matanya terbuka perlahan. Senyum terukir dibibirnya saat mendapati sang istri yang sudah terlihat cantik dan harum.
" Aghh Mas." kaget Faysa saat Rosan menarik tanganya hingga ia jatuh diatas badan suaminya.
Rosan kembali tersenyum melihat Faysa dari jarak yang begitu dekat.
" Mas lepasin. Ayo bangun lalu mandi, aku udah siapin sarapan buat kamu."
" Iya, tapi beri aku ciuman selamat pagi dulu baru aku lepasin kamu."
__ADS_1
Karena Rosan tak ingin melepaskannya, Faysa pun mencium sekilas pipi suaminya itu.
" Kok disitu, harusnya disini sayang," kata Rosan sambil menunjuk bibirnya.
" Sudah ah Mas, nanti malam saja."
" Bener ya, nanti malam akan aku tagih janji dari istriku ini."
Setelah menggoda sang istri, akhirnya Rosan beranjak dari ranjangnya untuk mandi.
****
Disebuah area kolam renang hotel bintang lima, tampak hingar bingar acara ulang tahun. Semua para undangan tampak mengenakan pakaian renang dan berjoget mengikuti irama musik yang dimainkan seorang Dj.
Gathan yang datang bersama Windy tampak tak menikmati acara bebas tersebut.
" Win kita pulang saja, aku sungguh bosan disini."
" Kepalaku pusing Win," keluh Gathan.
Akhirnya Windy membawa Gathan ke private room yang disediakan penyelenggara acara.
Windy menaruh minuman diatas meja lalu menyetel musik lembut untuk berdansa.
Windy melepaskan baju luarnya hingga menyisakan bikini warna ungu yang menjadi kostum pestanya malam ini.
" Ayo Than kita berdansa, disini hanya ada kita berdua," ucap Windy sambil mengulurkan tangannya.
Gathan terpaksa menerima uluran tangan Windy. Gathan merengkuh pinggang Windy dan Windy mengalungkan kedua tangannya dileher Gathan.
__ADS_1
Mereka menikmati alunan musik sambil memejamkan mata.
" Win, apa kamu sudah punya kekasih?"
" Belum, memangnya kenapa?"
" Apa kamu mau menjadi kekasihku untuk sementara?"
" Menjadi kekasihmu? Kamu serius? Lalu kenapa hanya sementara?" tanya Windy sambil menghentikan gerakannya.
" Karna aku tidak ingin pacaran lama denganmu, aku ingin kita menikah."
Gafa,Dini akan papa lakukan apa pun demi bisa berkumpul lagi dengan kalian termasuk jika papa harus menikahi perempuan ****** ini.
Windy langsung memeluk Gathan dengan erat setelah mendengar pernyataan Gathan.
" Aku mau Than, aku mau karna aku sangat mencintai kamu. Kita pasti jadi pasangan yang paling serasi."
" Ya kalau begitu mulai sekarang kita pacaran tapi tolong jangan beritahu hal ini pada siapa pun karna aku tidak ingin kita jadi bahan gosip para karyawanku."
" Iya sayang aku mengerti."
Cup
Sebuah kecupan lembut mendarat dibibir Gathan hingga membuat pria itu kaget.
" Kenapa kamu menciumku Win?" tanya Gathan agak marah.
" Bukannya kita sudah resmi pacaran lagi pula itu tadi hanya ekspresi kegembiraanku."
__ADS_1
" Lain kali jangan begitu jika aku tidak menyuruhmu! Sekarang cepat pakai bajumu, kita pulang."
bersambung.....