Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 24


__ADS_3

Penghulu itu pun menjabat tangan Gathan lalu mulai mengucapkan kalimat ijab qobul.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Gathan Banaf Alyariz bin Toni Alyariz dengan Faysa Andini binti Suryadi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai."


" Saya terima nikah dan kawinnya Faysa Andini binti Suryadi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucap Gathan lalu melirik kearah Faysa yang menunduk.


" Para saksi sah?" tanya penghulu.


" Sah," jawab ketiga orang yang berada disitu.


Gathan pun melepaskan jabatan tangannya lalu mengibaskan tangan kearah orang-orang tersebut. Dengan patuh mereka pun meninggalkan ketiga orang tersebut.


" Tuan muda, untuk malam pengantinnya, Tuan muda bisa membawa nona Faysa keluar satu hari sesuai permintaan anda," jelas Alan.


" Haha... bagus Lan. Aku suka kamu slalu bisa mengabulkan keinginanku," jawab Gathan lalu menoleh kearah Faysa yang masih diam.


Gathan memberikan kode pada Alan untuk memberikan paper bag besar berisi beberapa pakaian pada Faysa.


Alan yang mengerti pun lalu mengambilnya dan mendekati Faysa.


" Ini Nona Faysa pakaian anda. Silahkan anda berganti baju terlebih dahulu."


Faysa pun menerima paper bag tersebut lalu masuk keruangan sebelah. Faysa melepaskan kebayanya dan menggantinya dengan baju yang diberikan Gathan.

__ADS_1


Dok dok dok


" Cepetan Fay! Gue nggak suka nunggu lama-lama," teriak Gathan sambil mengetuk pintu dengan keras.


Faysa yang kaget pun langsung membereskan pakaian yang dipakainya tadi lalu membuka pintu dengan cepat.


Gathan yang kesal pun langsung menarik tangan Faysa untuk keluar lewat ruang rahasia.


" Kak kita mau kemana?" tanya Faysa dengan takut karna ruangan itu cukup gelap.


" Keluar," jawab Gathan singkat sambil berjalan dengan cepat.


Mereka pun akhirnya tiba diluar gedung rutan. Setelah melewati sedikit kebun, ada sebuah pintu kecil diantara tembok.


Mereka pun keluar dan ternyata mobil Gathan sudah berada disitu.


" Silahkan Tuan muda dan hati-hati di jalan."


Gathan pun membuka pintu mobil lalu mendorong Faysa masuk kemobilnya. Gathan memutari mobil lalu masuk dan duduk dibelakang kemudi.


Gathan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil tangan satunya ia gunakan untuk melepas dasi yang dipakainya.


" Kak kita mau kemana? Kenapa saya bisa keluar?" tanya Faysa penasaran.

__ADS_1


Cup


Gathan dengan cepat mencium bibir Faysa hingga membuat Faysa kaget.


" Loe cerewet banget dari tadi nanya kita mau kemana! Harusnya loe seneng karna gue, loe bisa menghirup udara bebas walau cuma sebentar," ucap Gathan lalu menambahkan kecepatan mobilnya.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mereka pun tiba disebuah gedung apartemen sederhana. Gathan sengaja menyewanya karna dia tak mau membawa Faysa keapartemen mewahnya.


Gathan membawa Faysa naik kelantai 6. Dia membuka pintu nomor 5 lalu mata Gathan berkeliling mengamati ruang apartemen.


Di apartemen tersebut hanya ada satu kamar, dapur serta ruang tamu. Memang cukup sempit menurut Gathan, tapi lumayan nyaman untuk ditempati.


" Udah loe mandi dulu dan siap-siap buat menjalankan tugas loe," ucap Gathan yang sukses membuat Faysa gemetaran.


Tanpa membantah, Faysa pun berjalan kearah kamar mandi.


" Oh ya jangan lupa pakai produk yang udah dikasih Nana tadi," ucap Gathan lalu keluar kamar.


Didalam kamar mandi, Faysa menggunakan sabun yang diberi tadi. Faysa bisa merasakan kulit tubuhnya yang menjadi harum dan halus.


Selesai mandi pun, Faysa menggunakan lotion yang diberikan Nana tadi. Faysa kemudian keluar dengan masih menggunakan setelan yang dipakainya tadi.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2