Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 65


__ADS_3

Tok tok tok


" Masuk," ucap Gathan.


" Slamat pagi Tuan muda. Saya kesini untuk memperkenalkan sekretaris utama untuk Tuan muda karna Raka harus segera berangkat ke Singapura," ucap Alan.


Gathan melirik sekilas sekretaris barunya yang memiliki penampilan elegan dan wajahnya cukup cantik dengan rambut yang bergelombang.


" Silahkan perkenalkan diri kamu pada Tuan muda Gathan."


" Ah iya, selamat pagi Tuan muda. Perkenalkan nama saya Windy Arisya. Saya akan berusaha melakukan pekerjaan saya dengan baik dan tepat," jawab Windy yang cukup terpesona dengan ketampanan bos barunya.


" Oke, antarkan dia keruangannya Lan dan setelah itu cepat temui aku lagi."


" Baik Tuan muda, kalau begitu saya permisi."


Tak lama setelah mengantar Windy, Alan pun kembali menemui Gathan. Alan melihat wajah tuan mudanya yang tampak resah.


" Apa ada hal yang mengganggu pikiran anda Tuan," tanya Alan.


" Aku sudah bertemu Faysa dan tadi pagi dia kesini untuk meminta penjelasan dariku."


"Maksud Tuan muda, nona Faysa sudah tahu kalau Dini dan Gafa adalah anaknya?"


" Ya begitulah Lan. Aku minta sekarang juga kamu cari informasi soal Faysa dan pastikan informasi itu sudah bisa kau laporkan padaku setelah meeting selesai."


" Baiklan Tuan muda, sepuluh menit lagi meetingnya akan dimulai."


Gathan pun pergi ke aula meeting untuk memimpin rapat dengan seluruh kepala divisi untuk pemantauan hasil kerja.


Gathan duduk dikursi kebesarannya dengan Windy dan Raka yang ada disebelahnya. Para staff laki-laki yang baru pertama kali melihat Windy pun cukup terpesona dengan kecantikan dan keseksian sekretaris baru bos mereka.


Rapat berjalan namun pikiran Gathan seperti tak fokus karena teringat Faysa. Bahkan Gathan yang biasanya begitu kritis hanya diam mendengarkan laporan para kepala divisi.


Begitu rapat selesai, Gathan langsung masuk ruangannya dan sudah ada Alan yang menunggu disana.


" Bagaimana Lan?"

__ADS_1


" Nona Faysa sekarang tinggal di kos-kosan daerah N dan bekerja di PT. Kamala Tour sebagai office girl. Nona Faysa juga kuliah di universitas terbuka pada hari minggu dan sabtu," jelas Alan.


" Baiklah Lan, kurasa itu sudah cukup. Kamu boleh keluar sekarang."


Alan pun pergi dari ruangan Gathan untuk melanjutkan pekerjaannya. Tak lama setelah kepergian Alan, pintu ruangan Gathan kembali diketuk.


" Masuk,"


Ceklek


Masuklah Windy dengan membawa segelas capucino panas sambil tersenyum.


" Saya nggak minta kopi," ucap Gathan heran.


" Maaf Pak, ini sebagai bentuk terima kasih saya karna Bapak sudah menerima saya di perusahaan ini."


" Bukan saya yang nerima kamu tapi bagian HRD."


" Iya Pak saya tahu tapi tentu saja tetap ada pengaruh dari Anda."


" Ya sudah kamu keluar, nanti saya panggil jika saya butuh sesuatu."


Windy keluar dari ruangan Gathan dengan tersenyum tipis.


Ah pria ini sungguh dingin, membuat aku jadi semakin tertantang untuk mendekatinya. Bahagianya hidupku kalau aku punya suami setampan dan sekaya bos Gathan.


Gumam Windy sambil berjalan keruangannya yang berada disebelah Gathan.


****


Pukul delapan malam, Faysa baru tiba di kosnya. Untung saja tadi dia sudah mandi di kantornya sehingga pulang ia bisa langsung tidur.


Ceklek


Faysa membuka pintu kosnya dan meraba dinding untuk memencet saklar.


Klik

__ADS_1


Ruang kos Faysa langsung terang begitu lampu menyala. Kos Faysa ini cukup nyaman karena terdapat ruang tamu dan dapur kecil yang menyatu dengan kamar mandi.


Faysa melepas jaket dan seragamnya di kamar mandi lalu masuk ke kamarnya dengan hanya menggunakan tank top dan short pant.


klik


Faysa kembali menyalakan lampu kamarnya dan begitu kaget saat melihat ada orang lain didalam kamar kosnya.


" Kak Gathan," panggil Faysa dengan ekspresi terkejut namun hanya dibalas Gathan dengan senyumannya.


" Kakak....bagaimana bisa kamu ada disini?" tanya Faysa dengan takut.


Angin semilir yang menerpa tubuhnya lewat celah ventilasi membuat Faysa sadar dengan apa yang dipakainya saat ini.


Gathan menelan salivanya melihat Faysa hanya berbalut baju minim. Gathan pun bangkit dari ranjang dan berjalan pelan mendekati Faysa.


" Kak jangan mendekat! Jangan macam-macam sama aku!" ancam Faysa.


" Kenapa? Loe mau nyerang gue dan cerita dulu terulang kembali? Jika iya, maka semakin tipis kesempatan loe buat bertemu dengan Gafa dan Dini."


Faysa menundukkan wajahnya saat menyadari Gathan yang berada tepat dihadapannya.


Gathan menarik tangan Faysa dan menghempaskannya ke ranjang. Dengan cepat Gathan menindih tubuh Faysa yang berada dibawahnya.


" Kak, aku mohon jangan lakukan apa pun. Kita bukan suami istri lagi Kak, kita nggak boleh kayak gini."


Namun Gathan tak memperdulikan ucapan Faysa dan kenbali berusaha ******* bibir Faysa. Faysa yang memang dalam keadaan lelah pun tak kuat mendorong tubuh Gathan yang menindihnya.


Ciuman Gathan beralih ke leher Faysa. Tubuh Faysa yang begitu halus dan harum seakan membuat Gathan terbuai dan menginginkan sesuatu yang lebih.


Faysa semakin panik saat ia merasakan sesuatu yang mengeras dari tubuh Gathan menempel dipahanya.


"Kak hentikan," jerit Faysa sambil memukuli punggung Gathan.


Gathan pun bangkit setelah puas menciumi bibir dan wajah Faysa. Gathan duduk sambil membetulkan rambut dan pakaiannya yang berantakan.


" Ini salam pertemuan kita kembali. Besok gue tunggu di taman Burenvil kalau loe mau ketemu Dini dan Gafa," ucap Gathan santai.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2