
Gafa dan Dini berlari menyambut kepulangan kedua orang tuanya. Sebenarnya masih ada dua hari lagi Faysa dan Gathan di Bali, tapi Faysa mempercepat kepulangannya karna tak ingin meninggalkan kedua anaknya terlalu lama.
Angel tampak bingung melihat wajah lelah kakak iparnya itu.
" Habis pulang honeymoon kok mukanya gitu mbak?" tanya Angel.
Baru Faysa ingin menjawab tapi sudah disela suaminya." Mbak Faysa capek dek karna nglayani kakak terus disana," ucap Gathan dengan senyum jahil.
" Hahaha....capek ya mbak? Nggak apa-apa yang penting ibadah malamnya jalan terus!"
Faysa hanya bisa kesal menghadapi godaan kakak beradik itu.
" Oh ya mbak, kemaren ada yang nyariin mbak tuh."
" Emang siapa Ngel?
" Dia bilang sih namanya dokter Nisa."
Kenapa dokter Nisa mencariku? Apa mas Rosan....
" Mbak kok ngelamun?" tanya Angel sambil menyenggol lengan Faysa.
" Ehmmm, nggak kenapa kok. Ya udah mbak masuk kamar dulu yah."
Faysa masuk kedalam kamarnya dan mendapatinya sedang bercanda dengan kedua anak mereka. Tawa mereka sungguh membuat hati Faysa merasa damai.
" Sudah-sudah, bercandanya nanti lagi. Biarin papa istirahat dulu yah kasihan capek."
Gafa dan Dini pun turun dari ranjang setelah mencium pipi kedua orang tuanya.
" Kenapa yang kok mukanya gelisah gitu?"
" Ehmmm...itu kak kata Angel kemarin dokter Nissa nyariin aku."
" Terus?"
" Ya aku penasaran saja kak."
__ADS_1
" Kamu penasaran dengan kabar mantan suami kamu itu?" ucap Gathan cemburu.
" Bukan kak, aku hanya penasaran kenapa dokter Nissa kesini."
" Yakin?"
Faysa mendekati Gathan lalu mencium sekilas bibir suaminya itu.
" Yakin kak. Kak Gathan jangan cemburu karna cuma kakak yang aku cintai."
Mendengar ucapan indah istrinya membuat Gathan menjadi menginginkan istrinya.
" Layani aku sayang," bisik Gathan dengan suara serak.
" Tapi kak ini masih siang!"
" Tidak peduli," ucap Gathan lalu melucuti kain panjang yang menutupi tubuh indah Faysa.
Faysa hanya bisa pasrah saat suaminya itu mendorong dirinya hingga terlentang diatas ranjang.
****
Dikantornya Angel tampak gelisah karna beberapa hari ini Bayu tidak masuk kerja karna sakit. Ia ingin menengok tapi ia takut Bayu marah karna laki-laki itu sudah berpesan untuk tidak datang ke kontrakannya.
" Bodoh ah! Masak iya aku harus diem aja disaat mas Bayu lagi sakit."
Pulang kerja, Angel langsung menuju rumah kontrakan Bayu setelah mampir membeli buah-buahan.
Tok tok tok
" Mas Bayu." Panggil Angel berulang kali tapi tak ada sahutan.
Ceklek
" Wuih nggak dikunci. Teledor banget sih," ucap Angel kemudian masuk.
Mata Angel berkeliling mencari keberadaan Bayu namun ia tak melihatnya.
__ADS_1
Klunting
Bunyi suara benda jatuh membuat Angel melangkahkan kakinya ke dapur.
" Mas." Panggil Angel saat mendapati Bayu yang sedang membuat teh.
" Kok kamu kesini?" tanya Bayu kaget.
" Ya nengokin kamu lah mas," ucap Angel lalu mendekati Bayu dan menempelkan telapak tangannya dikening Bayu.
" Panas banget mas?"
" Biarin nanti juga sembuh. Kamu pulang aja nanti takutnya ada yang salah paham karna kita cuma berdua."
" Nggak mau! Aku mau disini dan ngrawat kamu!"
" Angel...," ucap Bayu tertahan karna kesal dengan sikap ngeyel Angel.
" Udah kamu duduk aja biar aku yang bikinin teh."
" Nggak usah Ngel!"
" Biar aku aja!"
Mereka berdua pun saling berebut hingga air teh yang masih berada ditermos tumpah dan mengenai dada Bayu.
" Aghhh..panas panas." Teriak Bayu sambil mengibaskan bajunya.
" Ah mas maaf, aku nggak sengaja."
Angel yang panik pun nekat melepas kaos yang dikenakan Bayu hingga Bayu bertelanjang dada.
" Jangan dilepas Ngel!" ucap Bayu sambil berusaha merebut kembali kaos yang berada ditangan Angel.
" Astaga! Apa yang kalian lakukan?" ucap seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba masuk dan mendapati Bayu dan Angel yang seperti orang berpelukan dalam keadaan bertelanjang dada.
bersambung....
__ADS_1