Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
Bab 61


__ADS_3

Ehmm, ahh Kak pelan-pelan


Ahhh, iya sayang ini udah pelan


Arghhh


Hah...hah...hah


Gathan langsung terperanjat begitu ia bangun dari mimpinya. Nafasnya terengah-engah dan keringat pun sampai membasahi tubuhnya. Hawa panas begitu terasa saat ia menyadari mimpinya barusan.


" Ahhh sial! Bisa-bisanya gue mimpi lagi bercinta sama Faysa," umpat Gathan lalu ia melirik kearah celananya yang tampak menggembung dan basah.


Gathan segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan senjatanya yang jadi belepotan karna mimpi panasnya tadi.


Gathan menarik sprei yang jadi kotor karena mimpinya tadi. Ia melirik kearah jam dinding dan ternyata masih menunjukkan pukul 2 pagi.


Gathan membaringkan tubuhnya kembali dan mencoba untuk memejamkan matanya tapi sial matanya sangat sulit untuk bisa terpejam kembali.


Gathan jadi teringat saat pertama kali dirinya menjamah Faysa dan menjadikan Faysa miliknya seutuhnya. Dapat Gathan rasakan tubuh Faysa yang begitu tegang dan bagaimana ia mencoba merobek perawan Faysa hingga gadis itu menjerit kesakitan.


Itu adalah pertama kali Gathan merasakan bercinta dengan perawan sekaligus pasangan halalnya. Tubuh Faysa begitu menggoda dan membuat Gathan seakan kecanduan hingga ia tak lagi merasakan nafsu bila melihat selain Faysa sekalipun wanita itu lebih seksi dari Faysa.


Sudah hampir 5 tahun dirinya tak lagi berjumpa dengan Faysa bahkan pertemuan mereka harus berakhir dengan drama yang menyedihkan.

__ADS_1


Bagaimana kabar dari mantan istri sekaligus ibu kandung dari dua anaknya itu?


Karena tak lagi bisa tidur, Gathan memilih mengambil laptop dan mengerjakan email yang masuk padanya tadi malam


Pagi pun tiba, setelah mandi Gathan hanya menggunakan celana jeans pendek dan jaket hoodie. Ini hari minggu jadi ia punya waktu untuk bersantai dan menghabiskan sebagian hari liburnya untuk kedua buah hatinya.


Tok tok tok


" Siapa?"


" Ini Gafa sama Dini Pah!"


" Oh masuk nak, pintunya nggak papah kunci kok."


Mendengar jawaban Gathan, Gafa dan Dini pun langsung masuk kamar Gathan dan memeluknya. Gathan pun menyambut dengan merentangkan kedua tangannya.


" Pah hari ini kita jadi ndak cari kado buat hari ibu buat dibawa sekolah besok," tanya Dini.


" Jadi dong, sekarang kita sarapan dulu ya sebelum pergi supaya perut kita terisi jadi nanti pas jalan-jalan nggak sakit perut deh,."


" Oke pah," jawab keduanya kompak.


Mereka bertiga pun turun untuk sarapan pagi bersama dan disitu sudah ada Angel yang menunggu.

__ADS_1


Gathan mengambilkan nasi, sayur dan lauk untuk kedua anaknya. Setelah selesai baru ia mengambil makan untuk dirinya sendiri. Gathan menyuap makanannya sambil sesekali membantu Dini apabila kesulitan memotong daging ayamnya.


Gathan memeperhatikan Angel yang terlihat diam dan muka yang masam.


Gathan melirik kedua anaknya yang sudah selesai sarapan lalu menyuruh mereka untuk sikat gigi terlebih dahulu.


" Napa sih dek mukanya masem gitu?"


" Ahh aku sebel sama sahabat kakak yang namanya Vicky itu! Apa sih kurangnya aku sampai dia nolak aku terus," jawab Angel sambil memainkan sendoknya dipiring.


" Ya ampun dek masih aja kamu ngejar Vicky sampai sekarang? Vicky itu sayang sayang sama kamu kayak adeknya sendiri."


" Ya Kakak kan sahabatnya dia, ngomong kek sama dia untuk melihat aku sebagai wanita. Aku tu tulus cinta sama Kak Vicky. Kak Gathan bantuin adek sendiri napa," ucap Angel kesal.


" Kakak bukannya nggak mau bantu kamu tapi kan emang cinta nggak bisa dipaksa. Kamu tu cantik dek pasti banyak yang naksir kamu."


" Ya tapi aku maunya cuma sama Kak Vicky," kekeh Angel.


" Udah dengerin omongan Kakak yang tadi. Kakak mau siap- siap dulu mau nganterin Gafa sama Dini beli kado."


Gathan pun naik ke kamarnya kembali untuk bersiap-siap.


bersambung....

__ADS_1


Foto Papa Gathan yang mau jalan-jalan sama Dini dan Gafa.



__ADS_2