Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 67


__ADS_3

" Ehmmm...enak banget Tante nasi gorengnya. Dini suka deh!"


" Iya Tante, masakannya bibi aja kalah sama Tante. Kapan-kapan buatin kita makanan yang lain ya Tan," ucap Gafa dengan mulut penuh makanan.


" Iya sayang, apa pun yang kalian pengen selama Tante bisa nanti pasti Tante buatin. Udah sekarang Gafa sama Dini makan yang bener, nggak boleh makan sambil ngomong nanti bisa tersedak," ucap Faysa sambil mengusap kepala kedua anaknya.


Dini dan Gafa pun menghabiskan nasi goreng mereka hingga bersih tak tersisa. Faysa pun merasa senang melihat kedua anaknya menyukai nasi goreng buatannya.


" Sayang pulang yuk, udah hampir jam setengah enam ini," ucap Gathan.


" Tapi Pah, kita masih pengen main sama Tante," tolak Dini.


" Dini ini udah hampir malem!" jawab Gathan dengan suara agak tinggi.


Faysa yang melihat raut ketakutan Dini pun membawa Dini kedalam pelukannya.


" Dini sayang, bener kata papa kalau ini udah saatnya kita pulang. Kapan-kapan kan kita bisa ketemu lagi, oke?"


Dini mendongakkan kepalanya keatas menatap Faysa.

__ADS_1


" Bener ya Tante kalau kapan-kapan kita bersama dan main bareng lagi?"


" Iya bener, Tante boleh cium kalian?" tanya Faysa yang langsung diangguki Gafa dan Dini.


Faysa pun mencium pipi kedua anaknya bergantian dengan penuh kelembutan hingga ia seperti ingin menangis karena saking bahagianya.


Dini dan Gafa pun membalas dengan mencium pipi Faysa hingga membuat wanita tersebut makin terharu sementara Gathan hanya diam saja menatap interaksi ketiganya.


" Oh ya mobil Tante mana?" tanya Dini polos.


" Tante nggak punya mobil sayang, tadi Tante kesini naik ojol terus nanti pulangnya Tante juga naik ojol lagi."


Faysa sebenarnya merasa ragu tapi ia tak bisa menolak ketika kedua tangannya ditarik anak-anaknya. Faysa duduk dibelakang dengan Gafa dan Dini yang mengapit dirinya.


Sepanjang perjalanan Gafa dan Dini selalu bercerita hingga akhirnya mereka tertidur dipangkuan Faysa karna kelelahan.


Suasana hening pun terjadi ketika kedua bocah itu sudah tertidur. Faysa pun lama-kelamaan merasa matanya berat hingga tertidur dan tinggal Gathan yang harus terjaga dibelakang kemudi.


Saat sampai didepan kos Faysa, Gathan langsung membangunkan Faysa dengan perlahan agar kedua anaknya tidak ikut terbangun.

__ADS_1


" Fay bangun," ucap Gathan pelan sambil menggoyangkan bahu Faysa.


Faysa yang kaget pun langsung terjaga kemudian memindahkan kedua anaknya pelan-pelan. Faysa turun dari mobil dengan Gathan yang sudah menunggunya didepan pintu mobil.


" Terima kasih ya Kak hari ini udah ngasih kesempatan aku buat bersama anak-anak,"ucap Faysa sambil menunduk.


" Fay kalau ngomong sama orang tu lihat wajahnya, loe malah liatin aspal! Tenang aja gue nggak akan ngapa-ngapain loe. Gila apa gue macem-macem ada anak kita disini."


Faysa yang jengah pun langsung pergi dari hadapan Gathan namun langkahnya terhenti saat Gathan mencekal tangannya.


" Kak lepasin! Jangan sentuh aku lagi!" ucap Faysa marah.


" Kalau gue nggak nyentuh loe mana mungkin ada Gafa dan Dini ada didunia ini! Udah sana masuk dan satu hal lagi kalau mau pergi jalan sama anak kita nggak usah dandan, gue nggak suka!"


" Itu hak saya Kak lagi pula dandanan saya ini sangat tipis."


" Kalau gue bilang nggak suka ya nggak suka Fay! Atau loe mau gue ciumin loe didepan anak kita," ancam Gathan.


Faysa yang kesal pun meninggalkan Gathan begitu saja.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2