
Sejak kejadian cium bibir itu, Bayu menjadi pendiam terhadap Angel. Ia hanya akan bicara seperlunya itu pun hanya soal pekerjaan.
Saat ruangan kantor yang ditempatinya sudah sepi, Angel memberanikan diri mendekati Bayu diam-diam.
" Mas Bayu, kamu masih marah sama aku? Aku bener-bener minta maaf mas."
Menyadari mereka hanya berdua diruangan itu, Bayu pun langsung beranjak tanpa memperdulikan Angel yang sedang bicara padanya.
" Mas jangan diemin aku terus!" ucap Angel sambil menahan tangan Bayu.
" Mulai sekarang jangan dekati aku lagi. Kita hanya sekedar teman kerja," tegas Bayu lalu mengibaskan tangan Angel.
Angel tak tinggal diam, dia pun mengikuti langkah Bayu dari belakang. Ternyata pria itu ke lantai bawah menuju gudang.
Angel memastikan suasana aman, ia pun mendorong Bayu masuk kedalam gudang dengan cepat lalu mengunci pintu tersebut.
" Angel apa yang kamu lakukan sih?"
" Aku cuma mau bicara sama kamu mas. Kenapa sih mas Bayu ngambeknya lama kayak anak kecil?"
" Apa kamu bilang? Kamu yang kayak anak kecil! Suka berbuat seenaknya, manja! Aku sama sekali nggak tertarik dengan cewek tipe kayak kamu!"
Deg
Hati Angel terasa sakit mendengar perkataan Bayu yang menghinanya.
" Baiklah jika itu penilaian kamu mas! Aku akan berbuat seenaknya sama kamu sekarang!"
Tanpa memperdulikan rasa malunya, Angel segera membuka blazer dan rok span yang melekat ditubuhnya. Dengan hanya memakai pakaian dalam, Angel berjalan pelan mendekati Bayu.
Bayu yang merasa kaget pun hanya bisa memelototkan matanya melihat pemandangan luar biasa yang terpampang jelas didepan matanya.
__ADS_1
" Ngel jangan gila, pakai lagi baju kamu!" ucap Bayu sambil menutup matanya.
" Kenapa mas? Bukannya kamu nggak tertarik dengan wanita sepertiku?"
" Ngel cepat pakai bajumu dan kita keluar. Bagaimana pun juga aku ini lelaki normal jadi jangan memancingku!"
Angel memakai kembali pakaian yang dilepasnya tadi. Bayu merasa lega walaupun ia akui saat ini tubuhnya terasa panas dan detak jantungnya bertambah cepat karna perlakuan Angel.
" Maafkan aku Ngel, aku tidak bermaksud mengataimu. Aku menjauhimu bukan karna aku membencimu tapi jujur saja sejak kejadian waktu itu aku jadi tidak bisa mengontrol hatiku bila didekatmu. Aku takut jadi aku menjauhimu dan pura-pura membencimu."
Penjelasan Bayu membuat Angel menjadi bingung.
" Maksud kamu mas?"
" Aku takut tidak bisa mengontrol diri sehingga ingin menciummu."
" Maksudnya mas Bayu suka sama aku atau....?"
Angel mendekat Bayu lalu mengusap pipi Bayu. Bayu menjadi gemetaran dengan perlakuan Angel.
" Mas Bayu baik, aku suka. Aku juga sudah lama tidak merasakan perasaan seperti ini setelah cintaku tidak pernah terbalas terhadap seseorang."
Bayu menatap lekat wajah Angel yang kini begitu dekat sekali dihadapannya.
" Kamu cantik banget Ngel, imut juga. Dulu aku menyukai wanita yang mandiri tapi sepertinya seleraku sudah berubah."
" Jadi mas Bayu udah nafsu sama aku?" tanya Angel menggoda.
" Mungkin tapi tidak boleh sekarang. Aku harus bisa menahannya."
Angel tersenyum bahagia lalu memeluk Bayu. Ia menarik wajahnya lalu menghadap Bayu.
__ADS_1
" Ya sudah kita keluar sekarang mas," ucap Angel lalu melepas pelukannya dan hendak membuka pintu.
" Tunggu!"
" Kenapa mas?"
" Dari tadi kamu sudah membuatku panas dingin. Apa kamu nggak berniat memberiku obat?"
" Ya nanti aku belikan paracetamol mas."
" Bukan itu Angel tapi beri aku satu kecupan saja dipipi."
" Nggak mau, mas Bayu kan belum menyatakan cinta sama aku secara resmi," ucap Angel lalu berjalan pergi setelah membuka pintu gudang.
****
Nissa tampak telaten merawat lelaki yang kini sudah menjadi suaminya itu. Rosan menatap sayu kearah istri barunya itu.
" Nis, maafkan aku. Setelah menikah aku bukannya membuatmu bahagia tapi malah membuatmu menderita."
" Huss, mas ngomong apaan sih? Aku bahagia dan aku tidak merasa menderita hidup dengan mas."
" Terima kasih Nis, kamu memang berhati mulia. Nis, aku ingin bertemu seseorang tapi aku harap kamu tidak akan marah."
" Memangnya mas Rosan mau bertemu siapa sampai khawatir jika membuatku marah?"
" Aku ingin bertemu Faysa. Aku ingin minta maaf padanya karna dulu aku sering menyakiti hatinya dengan ucapan yang keluar dari mulutku."
Nissa mengenggam kedua tangan Rosan lalu menciumnya.
" Mas, jujur saja sampai saat ini aku belum bagaimana rumah tanggamu dulu dengan Faysa. Bukannya aku tidak ingin tahu tapi aku menganggap itu ranah pribadi mas yang tidak ingin kusentuh jadi jika mas ingin bertemu Faysa untuk minta maaf maka aku akan menyetujuinya mas. Aku akan menemuinya untuk membicarakan hal ini karna Faysa saat ini juga sudah bersuami."
__ADS_1
" Terima kasih ya sayang. Mungkin setelah ini hatiku akan merasa lega hingga bisa membuatku semangat untuk sembuh," ucap Rosan lalu mencium lembut bibir istrinya.