Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 112


__ADS_3

Tak terasa massa idah Faysa sudah berakhir. Gathan dengan gembira menemui Faysa yang sedang berada dikontrakannya.


Tok tok tok


" Kakak." Panggil Faysa sambil membuka pintu lebih lebar.


" Kamu cantik sekali sayang. Udah siap ya buat minta restu nikah," ucap Gathan sambil bersandar dipintu dan menatap lekat Faysa.


" Aku belum mandi kak, masak udah dibilang cantik?"


" Wah belum mandi aja udah cantik apalagi udah mandi pasti bikin aku jadi gimana gitu."


" Ihh kamu nggak jelas banget sih kak! Ya udah masuk dulu tunggu aku siap-siap."


Selesai bersiap Faysa segera ikut Gathan pergi kerumahnya untuk menemui kedua orang tua Gathan.


" Masuk yuk, papa lagi tiduran kalau mama tadi lagi masak."


Faysa mengikuti langkah Gathan yang masuk kedalam kamar orang tuanya.


" Pagi om, gimana kabarnya?"


" Ya begini nak, sekarang om cuma bisa tiduran dan menyusahkan semua orang yang ada disekitar om."


" Om harus semangat. Semua orang disini sayang kok sama om dan iklhas merawat om."


Tak lama masuklah Sintia yang datang sambil membawa segelas susu hangat untuk suaminya.

__ADS_1


" Eh ternyata ada Faysa disini. Kok kamu nggak ngomong Than kalau mau ngajak Faysa kesini?"


" Maaf mah, oh ya mumpung mama dan papa lagi kumpul disini, ada hal serius yang pengen Gathan dan Faysa omongin."


" Memangnya kalian mau ngomong apa?"


" Gathan dan Faysa mau menikah lagi, jadi ki disini ingin meminta restu dari mama dan papa."


" Benarkah? Tentu saja papa dan mama merestui kalian. Terima kasih ya nak kamu masih mau menerima kami dalam kehidupan kamu," ucap Toni terharu.


" Iya, mama juga merestui kalian. Pasti Gafa dan Dini senang sekali karna orang tuanya bisa bersatu lagi. Mama hanya bisa mendoakan semoga rumah tangga kalian nanti akan bahagia selalu sampai maut memisahkan kalian dan dijauhkan dari keburukan."


" Terima kasih ma atas doanya," ucap Faysa lalu memeluk Sintia.


Setelah dari rumahnya, Gathan mengantarkan Faysa yang ingin berziarah ke makam ibunya.


" Dulu saat mendapat kabar soal ibu Tanti, aku langsung kesini saat upacara pemakaman. Aku memang sengaja tidak turun karna waktu itu aku masih sangat marah padamu. Maafkan aku ya," ucap Gathan terlihat menyesal.


" Sudahlah kak jangan diingat lagi, bukannya kita akan membuka lembaran baru setelah ini?"


" Iya, berarti kalau sudah menikah nanti kita harus berpura-pura jadi perjaka dan perawan supaya malam pertama kita mengesankan," ucap Gathan berimajinasi.


" Ihh kakak itu mulu yang dipikirin! Udah yuk kita kemakam ibu."


****


Angel duduk diruang tunggu dengan gelisah. Sudah sejak tadi ia disitu tapi belum juga mendapat panggilan. Angel memejamkan matanya dan bersandar dikursi karna bosan.

__ADS_1


" Heh bangun! Kok malah tidur sih?"


" Bosen tau dari tadi nungguin!"


" Ya namanya juga wawancara. Oh ya kamu harus berterima kasih padaku karna sudah merekomendasikan kamu diperusahaan ini jadi kamu bisa ditrima."


" Hah aku ditrima!" teriak Angel sambil beranjak dari duduknya.


" Jaga perilakumu, ini dikantor."


" Iya maaf, habisnya aku nggak nyangka. Kapan aku mulai kerja?"


" Besok senin. Kamu langsung dibawah pengawasanku. Kalau kerjamu jelek, aku tidak segan untuk membuatmu dipecat."


" Ihh kerjaanmu itu ngancam terus ya! Jangan meremehkan kemampuanku ya."


" Iya aku tidak akan meremehkanmu. Sekarang mana bentuk trima kasihmu?"


" Ohh jadi minta imbalan ya? Kalau sekarang aku belum bisa, nanti saja kalau aku sudah gajian."


" Aku tidak minta traktiran tapi aku minta kamu membersihkan rumah kontrakanku selama tiga hari."


" Apa!"


Bayu meninggalkan Angel yang sedang kesal dengan senyum kemenangan.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2