Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
EP 7


__ADS_3

Brakkk


Kyrana merasa kaget begitu mendengar gebrakan meja makan hingga membuat sayur sup itu tumpah ke lantai.


" Ya ampun Ayah. Apa Ayah tidak lihat jika sayurnya tumpah?" tanya Kyrana merasa sedih karna satu-satunya lauk yang mereka makan harus terbuang sia-sia.


" Makanan apa ini? Cepat masakkan lagi yang lain! Yang enak!"


" Ayah, uang Kyrana sudah menipis. Sudah hampir seminggu ini Kyrana mencari kerja tapi belum juga mendapatkannya."


" Dasar bocah bodoh! Sudah dapat pekerjaan enak malah keluar!" Umpat Barun lalu keluar sambil membanting pintu.


Kyrana berjongkok lalu membersihkan semua makanan yang berceceran dilantai. Air matanya menetes, sungguh tak ia sangka jika setelah kepergian sang ibu, ayahnya menjadi kasar padanya.


****


Ditempat lain, tampak Gafa yang sedang menikmati hari- harinya sebagai mahasiswa baru. Ia sedang duduk dikantin sambil membaca buku yang baru saja ia pinjam dari perpustakaan.


" Gafa, lagi baca apaan?" tanya Tifana yang tiba-tiba sudah berada didekat Gafa.


" Oh ini, aku lagi baca buku tentang jalan menjadi pengusaha sukses," jawab Gafa yang kembali mengalihkan perhatiaannya pada buku yang ia baca


" Gafa bukannya keluarga kamu udah sukses banget bahkan perusahaan keluarga kamu juga terkenal banget jadi kan kamu tinggal nerusin aja."


" Ya sih Fan, tapi kan aku pengen punya usaha yang aku bikin sendiri dari bawah."


" Ya udah deh terserah kamu. Oh ya Gaf nanti malam temani aku ke mall ya buat cari gaun soalnya temanku mau ultah."


" Bukannya gaun kamu udah banyak banget ya Fan? Aku lihat pas waktu bantuin kamu beresin baju-baju dikoper itu jadi ya pakai aja yang kamu punya."


" Tapi itu baju lama Gaf. Aku pengennya pakai yang baru biar aku kelihatan makin cantik. Emang kamu nggak suka?"


" Ya sukalah Fan tapi mau kamu pakai baju apa pun, kamu tetep cantik," ucap Gafa tanpa mengalihkan perhatiannya pada buku.


" Gaf, aku lagi ngobrol sama kamu. Kenapa yang dilihatin buku terus sih!" Protes Kyrana sambil memutar dagu Gafa dan dihadapkan kearahnya.


" Iya Fan sorry, aku lagi fokus."


" Pokoknya ntar malam temani aku pergi ke mall dan nggak ada tapi-tapian!"


Malam itu setelah selesai mengantarkan Tifanna ke mall, Gafa mampir ke kedai kopi sebentar.


Drrrtttt


Gafa meraih ponselnya saat terdengar getaran ponselnya.


" Hallo Ko, kenapa?"


" Loe lagi dimana Gaf? Gue telfonin dari tadi nggak diangkat!"


" Oh sorry Ko, tadi gue habis nganterin cewek gue ke mall. Emangnya kenapa?"

__ADS_1


" David dapat cewek baru incerannya. Dia mau traktir kita. Sekarang loe cepetan nyusul kesini. Gue ama David lagi Zone club."


" Hah di club! Nggak, nggak Ko. Bilang David traktir gue dikantin aja."


" Ahh ayo dong Gaf. Kita ini udah gede. Nggak masalah kan kalau sekali-kali main ke club. Udah cepetan loe kesini!"


Gafa langsung menghembuskan nafasnya kasar saat Riko langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Gafa pun akhirnya melajukan mobilnya menuju Zone club.


Nggak masalah lah yang penting aku jangan sampai minum lagi karena aku nggak mau kejadian seperti itu terulang lagi.


Disebuah kamar khusus, tampak seorang lelaki tua yang sedang menawarkan putri cantiknya.


" Ayah, bawa Kyrana pulang Kyrana nggak mau disini," ucap Kyrana sambil menangis.


" Hapus air matamu nanti make up mu bisa luntur bodoh! Kalau kau tidak mau menuruti ayah, maka ayah akan membongkar makam ibumu dan tulang belulangnya akan kuberikan pada anjing. Hahaha..."


Kyrana menggelengkan kepalanya hingga seorang wanita gendut masuk keruangan tersebut.


" Ini anakmu?"


" Iya Mami, cantik kan?"


" Cantik sih tapi akan kupoles lagi biar terjual mahal. Dia masih perawan kan?"


" Tentu saja Mami, aku jamin akan hal itu."


" Sekarang putrimu sudah jadi milikku. Ren cepat dandani dia dan pakaikan baju yang bagus."


Wanita perkasa yang dipanggil Ren itu segera menarik tangan Kyrana.


" Jangan mbak, lepasin saya. Tolong biarkan saya pergi dari sini," ucap Kyrana sambil terus memberontak.


Plak plak


" Loe jangan banyak tingkah ya atau loe mau berakhir jadi pelacur jalanan berpenyakitan!"


Kyrana bergidik ngeri dan akhirnya tak memberontak lagi.


Apa salah ku? Kenapa Ayah tega sekali padaku?


Tiga orang lelaki tampak sedang tertawa-tawa, sesekali tubuh mereka bergerak mengikuti alunan musik yang dimainkan Dj.


" Eh Gaf, ni loe minum cola aja."


Gafa menerima cola tersebut lalu meminumnya.


" Kita ngapain sih disini? Tempatnya bikin gue pusing."


" Ya seneng- seneng lah! Nyegerin mata juga Gaf. Nggak lihat loe disana banyak cewek seksi."

__ADS_1


" Ahh tahulah. Gue mau ketoilet dulu deh."


" Ngapain?"


" Boker, mau ngikut loh?" ucap Gafa sambil berlalu.


" Ya elah, si Gafa datang kesini cuma buat numpang boker doang," celetuk Riko yang disambut tawa David.


Keluar dari toilet, Gafa mendengar suara isakan gadis dari sebuah kamar. Ia mendekat dan sedikit mengintip isi ruangan tersebut.


Mata Gafa terbelalak melihat gadis yang dikenalinya sedang berada diruangan tersebut. Ia melihat Kyrana yang menangis karna akan dibeli oleh lelaki tua.


Brakk


Semua orang terkejut saat mendengar suara pintu yang terbuka cukup keras.


" Gafa." Lirih Kyrana pelan.


" Hey siapa kamu?"


Gafa berjalan sambil mendekapkan tangannya didada.


" Aku dengar kalau nyonya ingin menjual gadis ini dan sepertinya aku tertarik."


" Kau mau membeli gadisku ini? Bocah kencur seperti dirimu jangan berlagak! Dia ini masih perawan dan tentu saja aku akan menjualnya mahal."


" Memang salah jika bocah kencur sepertiku ingin membeli gadismu itu? Berikan saja harganya dan aku akan membelinya."


Sang mami cukup kaget dengan perkataan lelaki muda seperti Gafa. Ia memperhatikan dalam-dalam dan dapat ia lihat jika semua yang dikenakan bocah muda itu adalah barang branded.


" Aku jual 500juta. Apa kau sanggup?"


" Berikan nomor rekening anda. Akan kutransfer sekarang."


Setelah sekian detik, wanita itu tersenyum karna rekeningnya sudah bertambah gendut.


Ren mendoron Kyrana hingga ia ditangkap oleh Gafa.


" Terima kasih. Mulai detik ini dia adalah milikmu."


Gafa segera menarik Kyrana keluar dari sana dan membawanya kemobil.


" Terima kasih Gaf karna kamu sudah menyelematkan aku."


Gafa segera melepas jaket yang dipakainya dan melemparnya kearah Kyrana.


" Pakai jaketku. Pakaianmu membuatku sakit mata. Aku tidak menyangka kalau kau kekeh bertahan disini dan memilih menjual diri karna tak punya pekerjaan."


" Terserah apa katamu yang jelas aku berterima kasih padamu."


" Dan jangan lupa kalau mulai sekarang kau adalah milikku karna aku sudah membelimu."

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2