Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 120


__ADS_3

Pagi itu seperti biasanya Faysa menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya. Ia sibuk membuat cap cay serta menggoreng telur dadar dan sosis.


" Pagi Faysa, belum selesai masaknya?" tanya Sintia.


" Pagi juga mah. Belum mah tapi tinggal dikit lagi kok. Mamah sama papa duduk dulu."


" Nggak kok, mama cuma mau bilang kalau mama sama papa mau keluar bentar buat jalan-jalan. Papa pengen bubur ayam."


" Ya udah mah tapi hati-hati yah."


" Iya, mama berangkat sekarang yah."


Faysa mengelap tangannya lalu mencium tangan Sintia sebelum ibu mertuanya itu pergi.


Tak lama datanglah dua anaknya yang tampak sudah rapi dengan seragam sekolahnya sambil membawa tas.


" Selamat pagi anak-anak kesayangan mama. Ayo duduk, mama siapin sarapannya."


" Wah baunya harum banget mah, pasti enak."


" Ya udah ayo buruan dimakan nanti jemputannya keburu datang."


" Sayang sini bentar dong!" Teriak Gathan dari dalam kamarnya.


" Iya kak bentar! Kalian sarapan dulu yah, mama mau ke papa dulu."


" Papa sekarang manja banget ya Gaf," ucap Dini pada saudara kembarnya.


Faysa yang mendengarnya pun langsung tersenyum. " Itu karna papa sekarang adalah anak tertua mama."


Ceklek


Faysa masuk ke kamar dan melihat suaminya yang masih memakai handuk.


" Kenapa kak? Kok belum ganti baju?"


" Kemeja abuku mana? Aku lagi pengen pakai yang itu."


Faysa menuju almari dan mulai mencari baju yang diinginkan Gathan. Tiba-tiba Gathan melepas lilitan handuknya sambil tersenyum jahil.


" Aghhh kak." Teriak Faysa kaget karna tiba-tiba Gathan memeluk sambil menyingkap dasternya keatas.


" Sssttt, jangan teriak nanti anak-anak dengar."


" Lagian kakak ngapain sih! Ini masih pagi kak dan anak-anak masih sarapan," ucap Faysa sambil berusaha melepas tangan Gathan.


" Hehe...aku juga pengen sarapan sayang dan kamu yang jadi menu sarapanku."


Dengan cepat Gathan memutar tubuh Faysa hingga menghadapnya kemudian mengangkat sebelah kaki Faysa keatas.


Gerakan Gathan yang cepat membuat Faysa tak bisa menghindari hujaman suaminya.


" Auww kak...kamu benar-benar gila," ucap Faysa sambil meringis.

__ADS_1


" Salahkan diri kamu sendiri kenapa punya tubuh yang selalu saja membuatku tergoda," ucap Gathan sambil menghentakkan tubuhnya.


Tok tok tok


" Mah! Mama lagi apa? Kita udah mau berangkat nih!"


" Iya sa...yang, ha..ti- ha..ti yah. Ma...ma nggak bi...sa ngan...ter kalian kedepan," ucap Faysa terbata karna Gathan tak menghentikan serangannya.


" Mama kenapa kok suaranya gitu?" tanya Dini heran.


" Mama baik-baik aja sayang mungkin mama kecapean karna lagi bantuin papa," jelas Gathan.


" Ya udah kita berangkat sekolah ya."


Faysa sudah tak mendengar lagi suara anaknya.


" Kak capek."


Gathan menggiring Faysa ketempat tidur lalu melucuti semua pakaian istrinya itu.


" Ah kalau gini lebih indah yang," ucap Gathan lalu beraksi kembali.


Faysa mendorong pelan tubuh Gathan yang masih menindihnya.


" Sudah kak, aku mau mandi lagi habis itu kakak juga mandi lagi," ucap Faysa kesal.


" Jangan cemberut dong yang kan kita habis ibadah," ucap Gathan jahil.


Faysa tak menanggapi candaan suaminya dan lebih memilih untuk segera membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.


Sore itu diruang tamu rumah Gathan tampak Bayu dan Angel duduk bersebelahan menghadap orang tua Gathan.


" Sekali lagi saya pastikan kalau saya tidak berbuat mesum dengan putri bapak dan semua ini hanya salah paham tapi karna kami sudah terlanjur menikah maka saya akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Angel," jelas Bayu.


" Walaupun kami sebagai orang tua Angel belum mengenal kamu sebelumnya tapi kami bisa melihat kalau kamu lelaki yang baik untuk putri kami. Kami merestui kalian dan kami doakan semoga rumah tangga kalian bahagia selalu," ucap Sintia mewakili suaminya.


Angel berdiri lalu memeluk perempuan yang sudah melahirkannya itu.


" Makasih ya mah, mama dan papa udah merestui pernikahan Angel sama mas Bayu."


" Iya sayang dan ingat kalau kamu sekarang sudah menjadi seorang istri jadi kurangi sikap manjamu itu."


" Iya mah."


" Malam ini kalian jangan pulang dan menginaplah satu hari disini karna mama ingin mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk kalian."


Malam itu keluarga Gathan mengadakan makan malam bersama sebagai syukuran pernikahan Angel. Malam semakin larut dan semua mulai memasuki kamar masing-masing."


" Ayo mas masuk ini kamar aku."


Bayu masuk dan memperhatikan kamar tidur istrinya itu. Sejak awal datang, Bayu merasa heran dengan rumah Gathan yang sangat jauh dari rumah seorang konglomerat.


" Rumahmu kayak gini Ngel?"

__ADS_1


" Iya, nggak bagus ya mas?"


" Eh bukan itu maksudku! Maksudku setahuku kakakmu dulu itu terlihat seorang pengusaha yang memiliki kekuasaan jadi aku...."


" Itu benar mas tapi sesuatu terjadi dan kami kehilangan semua kemewahan tapi aku bangga dengan kak Gathan yang tak jatuh mental dan terus berusaha memperjuangkan kehidupan kami."


" Ya sudah kita jangan membahasnya lagi. Ambilkan aku baju tidur, aku ingin ganti."


Bayu memasuki kamar mandi kecil yang berada dikamar Angel untuk ganti baju. Ia keluar dan mendapati Angel sudah bergelung selimut.


Bayu naik keranjang lalu menatap istrinya yang belum memejamkan matanya.


" Selamat tidur."


Ditengah tidur mereka, samar-samar terdengar suara berisik dari kamar sebelah.


" Ahhh kak nggak mau, tadi udah."


" Tapi aku mau lagi yang janji deh cuma beberapa celup aja."


" Auww...kak pelan-pelan,eh..eh."


Angel merasa terganggu dengan suara absurd dari kamar kakaknya. Belum lagi kadang terdengar suara kecipak dari bibir mereka.


" Ah mereka ngapain sih berisik banget!" ucap Angel kesal lalu bangkit dari tidurnya.


Bayu pun berpura-pura tetap tidur saat mendengar suara khas orang bercinta dari kamar sebelah.


" Mas bangun aku nggak bisa tidur," ucap Angel sambil mengguncang tubuh Bayu.


" Ehmmm, kenapa nggak bisa tidur?"


" Ihh kamu nggak denger apa suara berisik dari kamar kak Gathan?"


" Nggak, emang ada suara berisik apa?"tanya Bayu pura- pura.


" Ya ah ah ah gitu! Biasanya juga nggak pernah!"


" Ah ah ah, emang mereka lagi ngapain?"


" Ya lagi berhubungan badan pastinya, namanya juga suami istri!"


" Oh ya, kita juga suami istri tapi kok kita nggak gitu?" tanya Bayu menggoda.


" Ya...ya nggak tahulah!" ucap Angel lalu menyembunyikan tubuhnya dalam selimut.


" Heh kenapa takut gitu bukannya kemarin malam kamu memelukku bahkan menindihku."


" Itu reflek aja."


" Kalau begitu ini juga reflek," ucap Bayu sambil membuang selimut Angel lalu mengukungnya.


" Mm...mas," ucap Angel saat Bayu menatap lekat kearah matanya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2