Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 80


__ADS_3

Faysa membuka matanya dan merasa ada sesuatu yang diperutnya. Ternyata itu adalah tangan dan kaki Gathan yang memeluknya seperti guling.


" Kak bangun," ucap Faysa sambil menggoyangkan lengan Gathan.


Setelah berkali-kali dibangunkan, akhirnya Gathan membuka matanya dan langsung tersenyum mendapati Faysa masih berada dipelukannya.


" Kak lepas, ini berat aku mau bangun."


" Bentar lagi ahh! Malem ini gue tidurnya nyenyak banget, ternyata ada manusia cantik yang gue kelonin," goda Gathan yang tentu saja membuat Faysa tersipu dan memalingkan wajahnya.


Gathan meraih dagu Faysa lalu menghadapkan wajah manis itu kearahnya. Gathan memperhatikan bibir merah kecil Faysa yang begitu menggodanya.


" Kak pakai dulu baju kamu," ucap Faysa saat menyadari Gathan ingin mencium bibirnya.


" Nggah ah, kan ada loe yang ngangetin gue."


Cup cup cup


Gathan mencium seluruh wajah Faysa dan berakhir dibibir Faysa yang menjadi favoritnya itu. Faysa mendorong dada Gathan saat pria itu berusaha menjamah area dadanya.


" Kok loe dorong gue Fay?"


" Kak kita harus bangun. Aku juga mau berangkat kerja," ucap Faysa sambil beranjak dari tempat tidur lalu membenahi penampilannya yang acak-acakan.

__ADS_1


Gathan mendekati Faysa lalu memeluk wanita itu dari belakang.


" Kenapa sih Fay loe nggak kerja aja diperusahaan gue?"


" Udah ah Kak, aku mau pulang dan aku nggak mau ketemu Kakak lagi kalau nggak sama anak-anak," ucap Faysa sambil berlari.


****


Faysa tengah mengelap meja tempat membuat kopi untuk menghilangkan noda bekas minuman.


" Faysa." Panggil seseorang yang membuat Faysa kaget.


" Pak Rosan! Bapak kenapa sampai kemari? Apa ada yang Bapak butuhkan?"


" Ehmm, Bapak ingin bicara apa Pak?"


" Alhamdulillah ayah sudah sembuh dan sudah pulang dari rumah sakit, jadi ibu says ingin membuat acara syukuran kecil-kecilan. Besok minggu bisa kan kamu datang ke rumah?"


" Bapak mengundang saya? Tapi...."


" Nggak ada tapi-tapian, nanti saya yang akan jemput kamu ke rumah. Ya sudah saya pergi dulu ya?" Pamit Rosan.


Tiba-tiba seseorang yang dari tadi sembunyi keluar dan berniat menggoda Faysa.

__ADS_1


" Ciye ciye yang lagi dideketin si bos, pasti lagi berbunga-bunga nih," goda Asri.


" Mbak Asri kok tiba-tiba ada disini? Mbak Asri nguping ya?"


" Nggak nguping Fay, tapi kedengaran. Eh gimana Fay?"


" Apanya yang gimana mbak?"


" Itu si bos! Dia kayaknya suka sama kamu Fay? Dia ngundang kamu kerumahnya pasti dia mau ngenalin kamu keorang tuanya."


" Ya nggak mungkinlah mbak kalau pak Rosan suka sama aku. Aku kan cuma OB, ibaratnya ya pak Rosan itu pulpen mahal sedangkan aku kan cuma gombal mukiyo yang cuma buat lap-lap kotoran doang."


" Ha...ha...ha, tumben Fay kamu bisa nglucu. Tapi ya Faysa, wajar aja kalau si bos itu suka sama kamu. Kamu itu baik, lembut, sabar, cantik lagi. Staff kantoran sini aja kalah cantik sama kamu."


" Udah mbak sekarang kita kerja," ucap Faysa lalu meninggalkan Asri dengan membawa pel.


Mana mungkin pak Rosan suka sama aku. Kalau dia tahu aku ini seorang janda dua anak, apa dia masih mau?


Lagi pula hatiku rasanya masih berat jika harus menerima pria lain dihidupku.


Tapi nggak mungkin juga jika aku harus terjebak terus hubungan tak pasti dengan Kak Gathan.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2