Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
EP 4


__ADS_3

Tifana tersenyum saat mendapati seorang lelaki tampan yang tengah menunggunya dibandara.


Tifana berlari kecil agar cepat mendekati kekasihnya yang juga tengah menatapnya dengan senyum menawan.


" Gafa, kamu sudah lama disini?"


" Belum lama kok. Ayo kemobil sekarang," ucap Gafa sambil membawakan koper milik Tifana.


Begitu sampai didalam mobil, Tifana langsung memeluk Gafa. Ia begitu merindukan kekasih yang sudah hampir dua bulan tidak bertemu.


" Gafa, aku kangen banget sama kamu. Di Bandung aku selalu ingin cepat ke Jakarta supaya bisa segera ketemu kamu."


" Iya, aku juga kangen banget sama kamu Fan. Kita ke apartemen sekarang supaya kamu bisa cepat istirahat."


" Tapi aku laper Gaf," rengek Tifana manja.


Gafa langsung mencubit kedua pipi Tifana yang menggemaskan itu.


" Ya udah kita cari makan dulu."


Gafa melajukan mobilnya sambil mencari restoran terdekat yang sesuai dengan seleranya. Ia menghentikan mobilnya saat melihat ada restoran sea food.


" Kita makan disini ya Fan? Restorannya kelihatan bagus dan bersih."


" Oke, aku ngikut aja."


Gafa segera turun lalu membukakan pintu mobil untuk Tifana. Mereka masuk kerestoran sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


Kyrana yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mengambil buku menu saat ia diberitahu kalau ada pelanggan yang masuk.


" Permisi, selamat siang Kak. Selamat datang di restoran kami. Silahkan memilih menunya Kak," ucap Kyrana ramah sambil menyerahkan buku menu.


Gafa sedikit kaget saat mendengar suara yang terdengar tak asing ditelinganya.


" Gaf, kamu pesen apa? " tanya Tifana yang membuat Gafa tersadar dari rasa penasarannya tadi.


" Aku samain kamu aja deh Fan."


Tifana langsung menyebutkan menu yang ia pilih. Kyrana mencatat semua menu yang disebutkan dengan teliti.


" Baiklah Kak, silahkan tunggu sebentar."


Kyrana berlalu dan kembali lagi sambil membawa makanan dan minuman diatas nampan.


" Terima kasih," ucap Gafa sambil melihat kearah waitres.


Deg


Deg


Jantung keduanya berdetak kencang saat kedua mata mereka saling menatap.


Kyrana langsung pergi dengan tergesa tanpa mengucapkan apa pun lagi. Sungguh ia tak ingin bertemu lagi dengan lelaki yang sudah melecehkannya bahkan menghinanya dengan melempar uang tutup mulut.


" Gaf, ayo makan kok diem aja?" tanya Tifana yang melihat Gafa tak menyentuh makanannya.

__ADS_1


" Aku ketoilet dulu ya Fan. Kamu bisa makan duluan."


Gafa masuk ketoilet lalu mencuci mukanya.


Kenapa aku harus bertemu dengan gadis itu lagi? Bahkan saat ada Tifana disini.


Gafa keluar dari toilet dan ia melihat Kyrana yang baru keluar dari dapur. Gafa langsung menarik tangan Kyrana dengan cepat dan membawanya ke toilet.


Gafa masuk kamar mandi lalu menguncinya. Ia menatap Kyrana dengan tajam.


" Gaf, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mengunciku disini?"


" Kenapa kamu mengikutiku?"


" Siapa yang mengikutimu? Aku memang bekerja disini setelah lulus. Cepat buka pintunya Gaf," ucap Kyrana dengan tubuh gemetar.


" Cuih, kau bekerja disini pasti untuk merayu pria kaya yang makan disini lalu mengajaknya berkencan!"


Plak


Satu tamparan mendarat dipipi Gafa hingga meninggalkan bekas kemerahan.


" Jaga ucapanmu Gaf! Kamu nggak punya hak untuk menilai hidupku. Kamu yang bilang untuk kita tidak saling mengenal jadi jangan sok mengenalku jika kita bertemu lagi!"


Kyrana mendorong tubuh Gafa yang masih berada dihadapannya lalu membuka pintu dengan cepat. Ia menghapus air mata yang tiba-tiba saja membasahi pipinya.


Apa salahku padanya? Hingga tak cukup baginya hanya melecehkanku tapi juga menghinaku berkali-kali.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2