
Hari pertama kerja dilalui Faysa dengan cukup melelahkan. Ia keluar dari kantornya setelah jam menunjukkan pukul 4.
Drrtttt
Ponsel Faysa bergetar, ia segera mengambilnya dari dalam tas. Faysa membuka ponselnya dan begitu kaget saat mendapat pesan dari suaminya.
Dengan wajah gembira Faysa segera membuka pesan tersebut.
Temui aku di Nite cafe sekarang. Ada hal penting yang harus kita bicarakan.
Faysa memasukkan lagi ponselnya setelah membaca pesan tersebut. Ia segera memesan ojek untuk mengantarnya menuju tempat janjian.
Faysa masuk kesebuah cafe lalu mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan mas Rosan. Ia melangkahkan kakinya lagi saat melihat Rosan yang tengah duduk dikursi pojok sambil menyesap kopi.
" Mas Rosan," panggil Faysa dengan gugup.
" Duduklah."
" Bagaimana keadaan ibu mas?"
" Ibu sudah pulang dari rumah sakit walaupun keadaannya masih lemah."
" Syukurlah kalau begitu. Sekali lagi aku minta ma...."
" Tidak perlu lagi meminta maaf Fay karna tujuanku bertemu denganmu bukan untuk membahas itu. Aku ingin membahas hubungan kita,"ucap Rosan yang memotong pembicaraan Faysa.
" Memangnya mas Rosan ingin membahas apa soal hubungan kita?"
" Aku sudah mempertimbangkan semuanya Fay dan setelah aku pikir matang-matang aku ingin kita bercerai. Aku sudah mendaftarkannya ke pengadilan dan kamu tinggal tunggu saja surat panggilan sidangnya."
__ADS_1
" Apa mas? Mengapa mas Rosan memutuskan hal seperti itu begitu saja? tanya Faysa dengan air mata yang sudah menetes.
" Aku sudah memikirkan dan memutuskannya. Aku ingin kita bercerai dan aku tidak butuh persetujuanmu tapi kamu tenang saja karna aku akan memberikan sedikit hartaku untukmu."
" Aku pikir mas Rosan ingin mengajakku pulang tapi ternyata mas malah ingin menceraikanku."
" Aku harus pulang, lagi pula bukannya kamu malah senang karna dengan begini kamu bisa kembali dengan mantan suami kamu itu? Aku juga sudah menemukan perempuan yang jauh lebih baik darimu dan kami juga saling mencintai," ucap Rosan lalu pergi begitu saja meninggalkan Faysa yang masih menangis.
****
Sementara itu dilain tempat tampak Gathan yang baru saja terbangun dari pingsannya. Matanya sedikit terbuka dan melihat ruangan yang ia tempati terasa gelap dan pengap.
Ia ingat saat pergi dari perusahaannya menuju tempat yang ia yakini digunakan orang tersebut untuk menyekap keluarganya. Begitu sampai ia diantar seseorang masuk ruangan dan tiba-tiba ia dipukul dengan kayu dari belakang lalu dipukuli hingga ia tak sadarkan diri.
Klik klik
Dua buah lampu kecil langsung menyala dan cukup menerangi ruangan tersebut. Samar-samar ia melihat seorang wanita duduk dengan posisi membelakanginya.
" Kamu!" teriak Gathan marah sambil mengepalkan tangannya yang terikat dikursi.
" Kenapa sayang, kamu kaget? Tenang saja aku tidak akan menyakitimu selama kamu jadi cowok penurut dan aku juga minta maaf atas sambutan yang kurang berkenan," ucap Windy dengan senyum mengejek.
" Apa yang kamu inginkan dan dimana orang tuaku sekarang?"
" Orang tuamu baik-baik saja sayang dan apa yang aku inginkan? Tidak banyak, aku hanya ingin kamu menandatangani surat pengalihan perusahaan dan tempat usaha lainnya, baru aku akan melepas kedua orang tuamu dalam keadaan utuh."
" Dasar murahan! Jangan harap kamu bisa mengambil semua harta keluargaku!"
Bughh
__ADS_1
Windy yang kesal dengan ucapan Gathan pun langsung mengambil kursi dan melemparnya ketubuh Gathan.
" Jaga mulut kotormu itu tuan Gathan! Jangan pernah mengataiku murahan lagi, disini aku yang berkuasa. Mengerti kamu! Jika kamu tidak mau menuruti keinginanku maka jangan pernah menyesal!"
Windy menepukkan tangannya dua kali kemudian terbukalah dua pintu yang menampilkan kedua orang tua Gathan. Mereka masih sadar namun dalam keadaan lemas.
Gathan yang melihat kondisi kedua orang tuanya pun semakin benci terhadap Windy.
" Kenapa kamu melakukan ini Win? Bukannya papa sangat menyukaimu sebagai menantunya?"
" Hahaha..kita dinikahkan itu hanya karna supaya kamu tidak mendekati mantan istrimu lagi. Setelah kita menikah, papamu itu sama sekali tidak peduli denganku yang tidak pernah kamu perlakukan selayaknya istri dan hal itu semakin membuatku tidak bisa memaafkan kesalahan kalian."
" Kesalahan? Memang apa salahku padamu?"
" Kamu sudah membuat kakakku jadi cacat setelah kamu menyuruh orang-orangmu untuk menghajar kakakku. Apa kamu tidak berpikir, sekuatnya kakakku dia adalah tetap seorang perempuan!"
" Kakakmu?"
" Ya, dia adalah Vera. Sekarang dia hanya bisa tiduran diranjang tanpa bisa melakukan hal apapun dan itu semua karnamu Gathan!"
" Jadi Vera itu kakakmu? Dia pantas mendapatkan hal itu karna dia juga sudah menyiksa Faysa secara keji!" teriak Gathan tak kalah lantang.
Dor
"Arghh!" teriak Toni saat Windy menembak kakinya yang sebelah hingga membuat Gathan tercengang.
" Jangan bicara lagi! Kalian semua sudah membuat hidupku menderita. Cepat tanda tangani ini atau aku akan menembak kepala tua bangka itu dan mengirimnya kealam baka!"
Dengan berat hati Gathan menandatangani surat pengalihan itu meski ia sempat melihat kearah sang papa yang sempat menggelengkan kepalanya sambil menahan sakit.
__ADS_1
bersambung.....