Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 95


__ADS_3

Sebuah pelaminan mewah menghiasi area ballroom hotel berbintang. Di pelaminan itu berdiri sepasang pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri.


Gathan hanya menunjukkan wajah datarnya saat para tamu memberikan ucapan selamat untuk dirinya. Karena jengah, Gathan pun nekat turun dari pelaminan menuju kerumunan tamu.


" Than, kamu mau kemana?" tanya Toni.


" Aku mau gabung dulu sama temen-temenku pah."


" Kenapa sendiri? Ajak juga istrimu."


" Ini urusan lelaki pah."


Gathan menghampiri kedua sahabatnya yang masih menikmati hidangan pesta.


" Di, makan mulu loe dari tadi!"


" Heh mas pengantin ngapain loe malah kesini?"


" Bosen gue, kita minum yuk!" ajak Gathan lalu menarik tangan Ardi dan Vicky menuju ruangan khusus.


Mereka bertiga duduk lalu menuangkan minuman kedalam gelas.


" Ah loe emang penuh kejutan Than sekarang. Dulu loe tiba-tiba punya anak sekarang loe tiba-tiba nikah," keluh Ardi.


" Iya Than dan sampai sekarang loe nggak pernah crita apa pun. Loe takut rahasia loe nggak aman ditangan kita," timpal Vicky.


Gathan terus menegak minumannya sambil mendengarkan celotehan kedua pria tersebut.


" Kalian masih inget cewek yang nikam gue dikampus?"


" Kejadiannya inget sih Than tapi muka orangnya gue lupa," sahut Ardi.


" Namanya Faysa. Dulu gue dendam banget ama dia sampai gue nikahin dia secara siri buat jadi budak **** gue. Ntah kenapa makin lama timbul perasaan yang belum pernah gue rasain sebelumnya dan Gafa Dini adalah hasil pernikahan kami," jelas Gathan yang membuat kedua sahabatnya kaget.

__ADS_1


" Hah yang bener Than? Terus dimana Faysa sekarang? Dan kenapa sekarang loe nikah lagi?" tanya Ardi penasaran.


" Iya Than, loe poligami atau loe udah cerai ama Faysa?" tanya Vicky yang ikut penasaran dengan kisah cinta Gathan.


" Gue udah ceraiin dia karna gue emosi banget sama suatu hal. Sekarang dia udah nikah dan papa maksa gue buat nikah sama Windy," jawab Gathan yang kembali menegak minuman.


" Ya udahlah Than, trima aja dan nikmati istri loe kalau loe bosen udah tinggal loe ceraiin," ucap Ardi dengan enteng.


Gathan tak menanggapi lagi kedua temannya dan kembali menegak minumannya hingga mabuk.


" Wah Gathan teler Vick, gimana nih?"


" Kita anterin aja kekamar. Gue nggak nyangka Gathan yang dingin dan cuek gitu bisa KO karna masalah wanita," ucap Vicky.


Vicky dan Ardi pun mengantarkan Gathan kesalah satu kamar hotel yang dijadikan kamar pengantin.


Acara panjang dan mewah tersebut pun telah selesai dan tinggalah Windy yang kebingungan mencari Gathan.


" Coba kamu cari Gathan dikamar Win, tadi dia kelihatan lelah," ucap Toni.


Windy menaiki lift dan berjalan menuju kamarnya. Dirinya merasa lega saat menemukan Gathan yang tertidur diranjang pengantin mereka.


Windy mendekati suaminya dan mencium aroma alkohol yang menyengat dari mulut suaminya.


" Hah pasti dia tadi mabuk."


Windy pun memutuskan untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu sebelum mengurusi suaminya.


Selesai mandi, Windy membuka sepatu dan baju Gathan lalu mengelap badannya.


" Ehmm..." Gathan terbangun dari tidurnya saat merasa badannya terusik.


" Kamu ngapain?" tanya Gathan dengan suara parau.

__ADS_1


" Bersihin badan kamu sayang. Lagian kamu malah mabuk diacara pernikahan kita.


Tangan Gathan menahan tangan Windy yang ingin menurunkan celana panjangnya.


" Kenapa?" tanya Windy heran.


" Bagian ini biar aku yang bersihkan. Antar aku kekamar mandi."


Windy pun memapah Gathan menuju kamar mandi.


" Keluarlah."


" Aku akan bantu kamu mandi."


" Nggak perlu, aku bisa sendiri. Tunggu aku diluar dan jangan lupa siapkan baju tidurku."


Windy pun menurut dan meninggalkan Gathan dikamar mandi. Cukup lama Windy menunggu hingga akhirnya Gathan keluar juga dari kamar mandi.


Gathan mengambil piyamanya dan menuju walk in closet untuk berganti baju.


" Ayo tidur ini sudah malam," ucap Gathan sambil merebahkan diri diatas ranjang.


" Sayang kenapa tidur? Apa kita tidak akan melakukan malam pertama kita?"


" Aku lelah Win, pasti kamu juga. Masih banyak waktu untuk melakukannya," ucap Gathan sambil memejamkan mata.


" Tapi sayang kamu sudah janji kita akan bermesraan sampai pagi, ini kamu malah ngajak tidur."


" Baiklah, kita lakukan sekarang tapi jangan salahkan aku jika rasanya tidak enak karna aku lelah."


" Ya sudah kita tidur, tapi besok kamu tidak boleh ingkar lagi."


" Iya," ucap Gathan lalu kembali melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2