
Gathan pulang ke apartemennya dengan wajah sumringah karena rencana pertamanya sudah berhasil. Dia langsung masuk ke kamar lalu melepas semua pakaiannya karna ingin berendam untuk menyegarkan pikirannya.
Gathan masuk kedalam bath up yang telah ia beri aroma terapi. Dia berendam sambil tiduran hingga 20 menit.
Setelah selesai dengan acara mandinya, Gathan pun berganti baju santai lalu pergi keruang tamu untuk menunggu Alan.
Tak lama, Alan pun datang sambil membawa beberapa kantong makanan.
" Slamat malam Tuan muda, ini makan malam pesanan anda sudah saya bawakan. Saya ijin ke pantry dulu untuk menyiapkannya," ucap Alan.
" Ya sudah sana, aku juga udah laper," kata Gathan sambil mengikuti Alan menuju pantry.
Gathan segera memakan makan malamnya dengan lahap. Setelah selesai, dia pun meminta Alan menunggunya diruang tamu.
Gathan duduk bersandar disofa sambil menikmati kopi panas yang baru saja ia buat.
" Alan, aku ingin kamu besok menyiapkan kebaya warna putih dan juga perlengkapan alat solat untuk wanita sebagai mahar," ucap Gathan santai.
" Kebaya, alat solat untuk mahar? Memangnya siapa yang mau menikah sampai Tuan meminta saya untuk menyiapkannya?" tanya Alan dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
" Hahaha....wajah bingungmu itu lucu sekali Lan! Aku akan menikahi gadis itu secara siri, jadi besok kamu juga cari penghulu untukku. Bungkam mulutnya dengan uang supaya dia tidak banyak bicara."
" Baiklah jika Tuan muda sudah yakin, besok akan saya siapkan dan mengatur semuanya supaya rencana Tuan muda berjalan lancar."
" Aku tahu kerjamu tidak akan mengecewakan aku Lan. Baiklah kamu boleh pergi sekarang karna aku akan pergi."
Setelah berpamitan, Alan pun pergi meninggalkan apartemen Gathan untuk segera melaksanakan perintah tuan mudanya itu.
Disalah satu ruangan sel, tampak Faysa yang sedang melamun sambil berbaring. Asri yang melihat Faysa masih berbaring pun segera membangunkannya.
" Fay ayo bangun dulu! Udah mau jam makan siang nih," ucap Asri sambil menggoyangkan badan Faysa.
" Jangan gitu dong Fay, kamu harus makan supaya tenaga kamu cepat pulih kembali. Lagian kamu kok kelihatan lemes gitu bukannya seneng padahal Vera udah dipindahin."
" Nggak, aku seneng kok Mbak jadi nggak akan ada lagi yang digangguin Vera dan gengnya."
" La terus kalau senang kenapa mukamu itu kayak orang lagi mikirin masalah berat?" tanya Asri penasaran.
" Nggak apa-apa kok Mbak. Ya udah yuk ke kantin sekarang nanti antriaannya keburu panjang."
__ADS_1
Dua hari kemudian, hari pernikahan Faysa dan Gathan pun sudah tiba. Disebuah ruangan rahasia dan tertutup, tampak Faysa sudah berpenampilan sangat cantik dengan kebaya dan kerudung warna putih.
Di ruang itu, hanya ada Faysa, Alan serta seorang MuA bernama Nana untuk merias Faysa. Setelah selesai melaksanakan tugasnya, Nana pun mengeluarkan beberapa produk perawatan.
" Mbak Faysa, ini ada beberapa produk perawatan kulit badan dan muka. Pakai ini sesering mungkin Mbak, supaya kulit badan Mbak kembali mulus dan ini juga cepat menghilangkan bekas memar,"ucap Nana menjelaskan.
" Kalau semua sudah siap mari ikut saya sekarang," ucap Alan lalu keluar diikuti Faysa.
Mereka pun masuk keruangan sebelah yang sudah disiapkan untuk tempat ijab qobul. Gathan terlihat sangat tampan dengan setelan jas yang tak terlalu mahal.
Gathan menatap tajam Faysa yang terlihat sangat cantik dengan riasan make up natural.
Sedangkan Faysa menatap Gathan dengan ekspresi takut.
" Apa sudah bisa dimulai acaranya?" tanya penghulu.
" Yah, lakukan sekarang dengan cepat karna aku sudah tidak sabar untuk menghukum calon istriku yang cantik ini," ucap Gathan dingin disertai senyum liciknya.
bersambung.....
__ADS_1