Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 21


__ADS_3

" Bu, saya mau dibawa kemana?" tanya Faysa setelah mereka sampai disebuah lorong yang cukup sepi.


" Sudah kamu menurutlah dan jangan banyak bertanya atau kamu ingin berada ditempat ini lebih lama!"


Setelah sampai diruang sel nomor 5, salah satu petugas lalu membuka pintu sel dan terlihatlah ruang sempit yang terasa pengap dan tentunya jauh dari kata nyaman.


" Cepat masukkan dia!"


Faysa pun langsung digiring masuk kedalam sel khusus tersebut. Petugas itu langsung menutup pintu dan membuat Faysa menjadi ketakutan.


Seketika suasana sel menjadi pengap dan gelap begitu pintu ditutup dan hanya menyisakan lubang sebesar ibu jari untuk cahaya masuk.


Brak brak brak


Faysa menggedor pintu dengan keras karena merasa ketakutan.


" Bu buka pintunya Bu! Tolong jangan tinggalkan saya sendiri disini!" teriak Faysa sambil terus menggedor pintu.


" Hiks hiks hiks, tolong jangan tempatkan saya disini. Saya takut sendirian disini," lirih Faysa lalu tubuhnya merosot kelantai.


Air mata terus membasahi pipi Faysa, dadanya terasa sesak berada diruang gelap dan pengap seperti ini.


Faysa memegang kepalanya yang terasa berat. Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori tubuhnya.


*Ya Allah, dosa besar apa yang yang sudah hamba perbuat hingga hamba harus mengalami semua ini.

__ADS_1


Ibu, Faysa sangat merindukan ibu.


Bolehkah Faysa mengakhiri hidup Faysa bu?


Faysa sudah lelah bu*


Tiba-tiba Faysa memejamkan matanya dengan luka ditangannya yang masih belum diobati.


****


Sudah hampir sebulan Gathan menjalani rawat jalan di rumahnya. Kini dia nampak sehat dan terihat kembali bugar seperti dulu.


Seperti pagi ini, Gathan tampak melakukan olahraga renang untuk melatih stamina tubuhnya. Dia berenang kesana kemari sambil berlatih kekuatan nafasnya.


Setelah cukup lama, Gathan beristirahat dipinggir kolam renang sambil menikmati segelas jus alpukat.


" Slamat pagi Tuan muda," sapa Jimmy.


" Pagi, ada perlu apa Jim?"


" Saya sudah mempersiapkkan semua keperluan tuan muda, jadi mulai besok tuan muda bisa berangkat kuliah lagi."


" Oke Jim, oh ya bagaimana dengan gadis pembunuh itu?"


" Dia masih dipenjara Tuan, mungkin baru bebas setelah 4 tahun lagi. Apa Tuan muda...."

__ADS_1


" Aku hanya ingin tahu hukuman apa yang ditrimanya," ucap Gathan memotong perkataan Jimmy lalu meninggalkanya begitu saja.


Paginya Gathan sudah tampak tampan dengan celana jeans hitam dan sweater hijau tua. Gathan menenteng tas ransel dibahu kanannya lalu bergegas turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya.


Dengan agak berlari, Gathan menuruni anak tangga menuju ruang makan. Tampak kedua orang tuanya serta Angel yang menunggu dirinya.


" Pagi Pa, pagi Ma, pagi Angel, " ucap Gathan menyapa semuanya.


" Pagi juga sayang, ya udah ayo kita mulai sarapannya


Mereka semuapun mulai menikmati sarapan hingga habis


" Kamu yakin sayang udah siap berangkat kuliah lagi?" tanya Sintia.


" Udahlah Mah, lagian Gathan juga udah bosen Mah kalau di rumah terus! Cuma makan, tidur," keluh Gathan.


" Ya sudah, tapi jangan main-main dulu yah."


" Nggak janji deh Mah. Ya udah yuk Angel berangkat bareng Kakak, Kakak lagi males sendiri."


" Ya udah yuk Kak, lumayan dapat tumpangan. Aku juga lagi males sendiri."


Mereka berdua pun berpamitan lalu pergi menuju kampus.


Sampai dikampus, Gathan langsung disambut meriah oleh para juniornya yang sudah lama sekali tak melihat wajah tampannya berkeliaran dikampus.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2