
Gathan keluar dari rumah sakit menuju mini marker yang berada disebrang jalan. Gathan hanya membeli sebotol air mineral lalu keluar dari toko tersebut. Ia duduk-duduk sebentar sambil meneguk air mineral tersebut hingga menjadi setengah.
Gathan lalu mengeluarkan sebungkus serbuk obat dari dalam sakunya. Cukup lama Gathan memandangi dua benda yang berada ditangannya itu. Gathan menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.
Dengan ragu-ragu, akhirnya Gathan tetap memasukkan serbuk obat kedalam botol air mineral. Gathan kembali ke rumah sakit dan menuju ruang rawat inap Faysa. Sampai disana, Gathan melihat Faysa yang sedang memijat ***********.
" Kenapa dipijit Fay?"
" Ehh Kakak, ini kata suster supaya asi saya lancar?"
Gathan memandangi Faysa dengan penuh gairah. Bayangkan saja ia sudah berpuasa hampir 3 bulan dan malah disajikan pemandangan seperti ini. Belum lagi, benda kenyal Faysa yang terlihat sangat montok karna penuh dengan air susu.
Tanpa sadar Gathan menelan ludahnya dan berjalan mendekati Faysa.
" Gue boleh cobain Fay?"
" Hah, maksudnya?" tanya Faysa bingung.
" Ya gue pengen nyobain asi loe Fay."
" Tapi Kak in...." Faysa tak jadi meneruskan kalimatnya karna tiba- tiba saja Gathan menubrukkan kepalanya kearah dadanya.
__ADS_1
Gathan cukup rakus saat menghisap dada Faysa hingga membuat sang pemilik meringis.
" Kak sudah, ini untuk si kembar," ucap Faysa sambil mendorong kepala Gathan.
Gathan yang sadar dengan perbuatannya pun langsung bangkit dan mengelap bibirnya yang basah.
" Udah tutup dulu baju loe. Nih minumnya tapi tadi gue udah minum setengahnya. Nggak masalah kan?"
" Iya Kak, ya udah saya minum ya?"
Gathan seperti ingin melarang Faysa minum tapi ini sudah terlanjur dan semua harus dilakukan sesuai rencana yang disusun papanya.
Gathan menatap Faysa secara detail hingga Faysa menghabiskan minuman setengah botol tersebut.
" Kak kok saya ngantuk ya?" tanya Faysa sambil memegangi kepalanya.
" Mungkin itu efek dari obat yang loe minum."
Perlahan pandangan Faysa mulai kabur dan matanya semakin berat hingga ia menjatuhkan dirinya diatas ranjang.
Gathan segera mengambil botol tersebut dan memasukkan kedalam tasnya. Gathan membetulkan posisi tidur Faysa dan pergi dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Gathan mengurus administrasi untuk memindahkan Faysa ke rumah sakit Al yariz dengan alasan untuk mendapatkan perawatan terbaik. Sementara kedua bayinya juga ikut dipindahkan kesana.
****
Toni mengunjungi kamar bayi milik dua cucunya itu. Toni memandangnya dari luar kaca dengan Gathan yang berdiri disebelahnya.
" Lihat Than, mereka sangat lucu dan wajahnya juga tampan serta cantik?"
" Iya Pah, aku sendiri aja masih belum percaya kalau aku sudah punya anak dan menjadi seorang ayah diumur yang masih 24 tahun."
" Oh ya Than, kata dokter besok si kembar sudah bisa dibawa pulang. Setelah itu kita atur cerita untuk Faysa lalu mengembalikan Faysa ketempat asalnya."
" Tapi Papa ingat ya janji Papa untuk mengurangi setahun masa hukuman Faysa."
" Tentu saja. Kamu sudah siapkan alasan untuk mama kamu?"
" Udah Pah."
" Bagus. Nanti malam bicaralah dengan mama agar besok kita bisa membawa si kembar pulang. Kamu sudah menyiaokan nama untuk mereka?"
" Udah Pah. Yang cowok namanya Gafa Olefian Alyariz terus yang cewek namanya Dini Olefia Alyariz," jawab Gathan dengan tersenyum sambil memandangi kedua bayinya yang tengah menggeliat sambil menguap terlihat menggemaskan.
__ADS_1
bersambung.....