Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 39


__ADS_3

Sudah dua minggu ini Faysa tak bertemu lagi dengan Gathan. Terakhir dia bersama Gathan saat berada di apartemen, tapi sayang pertemuan itu mungkin menjadi terakhir kalinya bertemu dengan Gathan.


Gathan meninggalkannya dalam keadaan marah dan kesalah pahaman yang belum sempat diselesaikan.


" Kak, kamu memang kasar dan kejam sama aku tapi entah kenapa aku sangat merindukan kamu kak. Diperutku sekarang ada calon bayi kita kak, kenapa kakak tega ninggalin aku dalam keadaan hamil. Kalau memang kakak hanya menganggapku sebagai obyek ****, kenapa kakak harus menanam benih dirahimku? Bagaimana nasib bayi ini kak bila harus lahir dipenjara tanpa seorang ayah," gumam Faysa dengan air mata yang sudah meleleh.


" Faysa ada yang menjenguk kamu," panggil seorang petugas.


" Iya Bu, " jawab Faysa yang langsung mengikuti langkah petugas sipir.


Faysa berpikir siapa yang datang menjenguknya sementara Gathan saja sudah pergi. Mungkinkah Bayu ? Karena hanya Bayu lah orang terdekat Faysa.


Ketika sudah sampai, Faysa langsung kaget melihat seseorang yang ada disamping Bayu.


" I...ibu," panggil Faysa dengan mulut yang gemetar.


Dengan segera Faysa mendekati ibunya dengan langkah cepat. Faysa langsung memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu.

__ADS_1


Air matanya kembali menetes saat dia bisa merasakan lagi pelukan hangat dari sang ibu. Tanti pun juga ikut membalas pelukan putrinya dan berkali- kali mengecup kening Faysa.


" Gimana kabar kamu nak? Ibu sangat kangen sama kamu?"


" Faysa juga kangen sekali sama ibu. Faysa larang ibu kesini karna Faysa nggak mau ibu lihat Faysa dipenjara."


" Tapi ibu sudah nggak tahan nak, jadi ibu maksa Bayu untuk nengokin kamu."


Faysa melepas pelukannya lalu menatap sang ibu yang terlihat sehat dari wajahnya yang berseri.


" Fay gimana keadaan kamu selama disini?"


" Faysa baik- baik saja bu, disini semuanya baik jadi Faysa nggak merasa sendiri. Kalau ibu gimana selama Faysa nggak ada?"


" Ibu sempat sakit nak karna kepikiran kamu terus tapi sekitar dua bulan lalu ibu kedatangan seseorang yang menawarkan dirinya sebagai perawat ibu. Namanya Lita, dia bilang dia suruhan teman kamu."


" Iya bu kebetulan Faysa punya teman yang baik dan mau membantu Faysa."

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu sampaikan rasa terima kasih ibu ke teman kamu. Ibu pulang ya karna nggak enak sama Bayu yang mau berangkat kerja."


Mereka pun kembali berpelukan sebelum berpisah lagi. Bayu masuk lagi setelah bu Tanti keluar.


" Trima kasih Bay, kejutan kamu bener- bener bikin aku senang."


" Iya, sama-sama. Oh ya Fay gimana hasil pemeriksaan kamu waktu itu?"


" Ehmmm aku nggak apa- apa kok Bay. Kata dokter aku cuma lelah dan kurang tidur," jawab Faysa bohong.


Bayu meraih kedua tangan Faysa dan menggegamnya erat. Mereka saling bertatapan sesaat sebelum Faysa mengalihkan pandangannya.


" Fay, aku nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi aku merasa ada hal yang kamu senbunyikan. Kita berteman udah lama Fay jadi kalau ada sesuatu tolong berbagi ke aku. Mungkin aku nggak bisa bantuin kamu tapi paling nggak dengan bercerita itu bisa mengurangi beban pikiran kamu."


" Terima ksih Bay tapi maaf aku belum bisa cerita hal ini kesiapa pun termasuk kamu," jawab Faysa lalu pergi meninggalkan Bayu.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2