Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 52


__ADS_3

Malam harinya, Gathan pulang ke rumah untuk membicarakan hal penting dengan sang mama. Gathan masuk kedalam rumah dan tampak mamanya yang sedang menonton sinetron kesukaannya.


" Nonton apa sih Mah? Kok asyik banget kayaknya," tanya Gathan sambil mendudukkan diri disebelah mamnya.


" Sudah pulang kamu Than? Biasalah sinetron favorit mama."


" Ehmm...Mah, bisa nggak kita bicara sebentar? Ada hal penting yang mau aku sampaiin ke Mama."


" Hal penting? Kok kayaknya serius amat Than?"


" Makanya aku pengen bicara berdua aja sama Mama."


" Ya udah ke kamar Mama yuk, kita bicar\ disana."


Gathan mengikuti mamanya menuju kamar. Sintia pun mengajak Gathan untuk duduk dikursi yang berada di balkon.


" Mau bicara apa sih Than? Sumpah deh Mama jadi penasaran."


" Sebelumnya aku minta maaf sama Mama karna aku nggak tahu apakah berita yang aku sampaikan ini akan bikin Mama bahagia atau kecewa. Pacar aku hamil Mah dan dia sudah melahirkan anak kembar buat aku."


" Apa Than kamu menghamili pacar kamu dan saat ini dia sudah melahirkan?" tanya Sintia tak percaya.


" Maafin aku Mah, tapi semua sudah terjadi. Mau diapakan lagi?"

__ADS_1


" Lalu siapa yang kamu hamili Than? Dan sekarang dimana pacar juga anak kamu?"


" Mama nggak perlu tahu, lagi pula wanita itu sudah kabur dengan alasan dia masih ingin melanjutkan kuliah dan tidak ingin diusir keluarganya."


" Dia kabur dan meninggalkan anaknya? Tega sekali pacar kamu itu Than. Dia bukan ibu yang baik dan pastinya tidak baik pula jika dia menjadi istri kamu. Lalu darimana kamu tahu alasan pacar kamu itu?"


" Dia ninggalin surat ini Mah?" kata Gathan sambil menunjukkan surat rekayasa.


Sintia membaca surat itu dan terlihat kecewa.


" Apa Mamah mau menerima kedua anak aku sebagai cucu Mama?"


" Jujur sayang, awalnya Mama sangat kaget dengan hal ini. Tapi tentu saja Mama akan menerima karena memang mereka cucu Mama. Oh ya apa Papa sudah tahu?"


" Udah Mah," jawab Gathan dengan tersenyum.


" Nggak perlu Mah, besok si kembar udah bisa dibawa pulang kok."


" Ya udah kalau gitu. Mama akan segera siapin kamar buat si kembar dikamar kosong dekat kamarnya Angel. Mama akan kerjain cepat biar besok bisa langsung ditempati."


" Makasih ya Mah," ucap Gathan sambil memeluk Sintia.


Keesokan paginya, suasana heboh tampak terlihat dirumah keluarga Alyariz. Angel yang mulanya tidak percaya dengan berita mengejutkan itu akhirnya percaya setelah melakukan video call bersama Kakaknya yang tengah menggendong bayi.

__ADS_1


Meskipun mendadak, tapi hasil rancangan kamar bayi itu terlihat istimewa karna dikerjakan oleh arsitek handal.


Tak berapa lama, tiga mobil mulai memasuki halaman rumah Toni. Mobil pertama, turunlah Gathan dengan dua suster yang menggendong bayinya. Mobil kedua, Toni dan Jimmy sedangkan dibelakangnya adalah mobil box yang berisi pakaian beserta seluruh perlengkapan bayi lengkap dengan mainannya.


Sintia dan Angel segera menghampiri dua suster untuk melihat bayi- bayi tersebut.


" Ya ampun Kak, mereka ponakan aku? Ihh sumpah Kak mereka gemessin banget."


" Udah Ngel biar mereka masuk dulu. Kasihan kalau terlalu lama diluar kena angin," ucap Toni.


Mereka pun masuk kedalam rumah dan Sintia langsung menggendong cucunya. Sintia menimang dan menciumi bayi tersebut dengan penuh sayang.


" Nama mereka siapa Than?"


" Yang itu Gafa, kalau yang cantik ini namanya Dini," ucap Gathan lalu menciumi Dini yang sedang ia gendong.


Angel mendekati Gathan dan menawarkan diri untuk menggendong keponakannya itu tapi ditolak Gathan.


" Ahh Kakak pelit," ucap Angel merajuk.


" Bukannya pelit dek, tapi ini bayi bukan mainan boneka. Kamu belajar dulu, nanti kalau udah bisa baru boleh gendong, oke?"


" Iya deh."

__ADS_1


" Gitu dong jangan ngambek lagi," ucap Gathan lalu mencium pipi Angel.


bersambung....


__ADS_2