
Faysa menemani Angel menunggu taksi yang tengah dipesannya.
" Oh ya Ngel, boleh aku tahu kenapa peristiwa semalam bisa terjadi?"
" Pria semalam itu adalah pacarku, namanya Rexi. Dulu dia teman sekolahku dan kami baru seminggu kami jadian. Beberapa kali dia mengajakku berhubungan badan tapi aku selalu menolaknya hingga ia berhasil menjebakku semalam," jelas Angel dengan air mata yang kembali jatuh.
" Sudah jangan menangis lagi. Kamu bisa menceritakan kejadian semalam supaya dia lebih menjaga kamu."
" Tidak sekarang mbak, aku takut. Kakakku itu kalau sudah marah jadi mengerikan. Sepertinya dia cocok jika dipasangkan dengan mbak."
" Hah kenapa bisa begitu?"
" Walaupun aku mengenal mbak Faysa baru sebentar, tapi aku melihat mbak itu baik dan kalem jadi cocok jika disatukan dengan kakakku. Ya walaupun kakakku sudah duda, tapi jangan salah mbak. Dia sangat tampan dan juga mapan."
" Ahh sudah kenapa jadi membahas kakak kamu. Itu taksinya sudah datang, hati-hati ya."
Angel pun melambaikan tangannya ketika sudah berada didalam mobil.
Tin tin tin
Suara klakson yang keras mengalihkan perhatian Faysa yang sedang melambaikan tangannya pada Angel.
Seorang laki-laki yang tak asing pun turun dari mobil dan menghampiri Faysa.
" Kamu lagi dadah sama siapa Fay?" tanya Rosan yang saat itu tidak memakai baju jas seperti biasanya.
__ADS_1
" Oh teman baru saya kok Pak."
" Cewek apa cowok?"
" Cewek Pak. Oh ya Bapak kenapa berpakaian seperti itu?"
" Saya mau jemput untuk saya ajak ke rumah sekarang karna acara syukurannya dimajukan."
" Tapi saya belum siap-siap Pak?"
" Tidak apa-apa, santai saja tidak perlu terburu- buru. Saya akan tunggu kamu."
Faysa pun masuk lalu mengganti pakaian kerjanya dengan baju yang lebih formal. Tak butuh waktu lama, Faysa pun keluar untuk menemui Rosan.
" Ehh...terima kasih Pak," ucap Faysa canggung.
Rosan tersenyum tipis saat melihat Faysa yang jadi canggung karna pujian yang ia lontarkan.
" Tidak perlu malu Fay, tapi saya nggak bohong kok. Kamu memang cantik bahkan hari ini kamu semakin cantik memakai baju ini."
" Ya sudah Pak, kita berangkat sekarang saja ya," ucap Faysa yang merasa tak nyaman karna Rosan memujinya terus.
Kini dua insan itu sudah sampai dirumah Rosan yang besar dan sangat indah dengan tamannya.
" Ayo Faysa kita turun," ucap Rosan sambil membukakan pintu mobil untuk Faysa.
__ADS_1
" Ehmm kenapa rumah Bapak terlihat sepi?"
" Ini memang acara khusus, undangannya pun khusus. Ya sudah ayo masuk."
Faysa mengikuti langkah Rosan masuk kedalam rumah. Rosan membawa Faysa masuk sampai dibelakang rumah. Disana ada halaman luas dan terdapat meja makan yang panjang dengan kursi yang banyak.
Faysa melihat beberapa orang disana,ada juga orang tua Rosan yang menyempil dikerumunan itu.
" Mereka semua keluargaku Faysa."
" Jadi ini acara keluarga Pak? Tapi kenapa saya diundang?"
" Kamu terlalu banyak bertanya. Ayo kesana, aku akan mengenalkan kamu pada mereka," ucap Rosan lalu menarik tangan Faysa menuju kerumunan keluarganya.
Ibu Rosan yang melihat kedatangan putranya bersama seorang gadis yang sudah ia kenali sebelumnya pun segera menyambut.
" Kamu sudah datang nak. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang keacara syukuran ayahnya Rosan."
" Saya yang berterima kasih bu, saya jadi merasa terhormat."
" Ya sudah Rosan ajak Faysa bersantai dulu nanti baru perkenalan."
Faysa yang masih bingung dengan maksud Rosan dan ibunya pun hanya menurut saat Rosan membawanya masuk kedalam rumah.
bersambung....
__ADS_1