
Gathan menghentikan motornya saat ia sudah sampai ditempat yang ia tuju. Ia membuka helmnya dan helm Faysa lalu mengajak Faysa duduk lesehan diatas tikar.
" Kamu tidak mssalah jika aku mentraktirmu disini?"
" Ya nggaklah kak, aku sudah biasa makan ditempat seperti ini."
" Aku juga sudah mulai terbiasa makan ditempat seperti ini. Oh ya besok aku sudah mulai bekerja," ucap Gathan dengan wajah berbinar.
" Syukurlah, semoga semuanya diberi kelancaran."
" Amin...yuk makan Fay, pesanan kita ufah dateng."
****
Angel berjalan sendiri seperti orang yang tak punya tujuan. Ia belum bisa menerima keadaan semenjak keluarganya jatuh miskin.
Langkah Angel terhenti saat ia berpapasan dengan tiga pria kampung yang sedang nongkrong.
" Mau kemana cantik?"
" Permisi saya cuma mau lewat."
" Wah cantik-cantik kok mukanya galau neng. Gimana kalau kita seneng-seneng sebentar neng?"
Ucap salah satu dari mereka yang disambut tawa oleh lainnya. Angel mulai merasa takut. Ia memundurkan langkahnya berniat lari, ia takut jika kembali menjadi korban perkosaan meskipun waktu itu ia selamat.
Angel berlari dan otomatis ketiga pria tersebut mengejar Angel. Ketiga pria tersebut berhasil mengepung Angel.
" Udah jangan lari lagi, percuma!"
__ADS_1
Tubuh Angel bergetar karna takut tiba-tiba kedua pria itu mendekatinya dan masing-masing memegang tangan Angel sedang pria yang satunya mulai mendekati Angel sambil membuka bajunya.
" Tolong, tolong....tolong lepaskan saya!" teriak Angel ketakutan.
Angel terus berontak saat ketiga pria itu merobohkannya ketanah dan mulai menindihnya.
" Tolong, jangan lakukan saya mohon," ucap Angel frustasi.
Ditengah kepanikannya, tiba-tiba datang seorang pria yang langsung menarik kepala pria yang menindih Angel.
Dengan sigap pria itu melawan tiga pria yang mengeroyoknya. Meskipun ia sempat mendapat beberapa pukulan diwajah dan perut tapi pria tersebut berhasil mengalahkan mereka.
" Kamu nggak apa-apa?" tanya pria itu sambil berjongkok didepan Angel.
Angel hanya menggelengkan kepalanya sambil memeluk lututnya dengan kedua tangannya.
" Berdirilah, aku akan nganterin kamu pulang."
Pria itu memandangi Angel yang tampak kacau dan berantakan.
" Kontrakanku ada dikampung sebelah, kamu bisa ikut denganku."
Angel memandang wajah pria itu dengan agak ragu.
" Tenanglah, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu. Kalau kamu tidak mau, aku akan pergi sekarang juga," ucap pria itu lalu berjalan mendekati motornya.
" Tunggu!" ucap Angel yang membuat pria tersebut membalikkan badannya.
" Aku mau ikut, tolong jangan tinggalin aku sendiri disini."
__ADS_1
Pria itu mendekati Angel dan sedikit tertegun saat melihat kancing atas baju Angel yang sudah terbuka hingga bisa menampakkan dadanya yang masih tertutup bra.
Pria itu mengusap kasar wajahnya lalu melepas jaketnya dan dengan cepat memakaikannya ke Angel.
" Pakailah, ayo cepat naik!"
Setelah lima belas menit, motor yang ditumpangi Angel berhenti didepan sebuah kontrakan kecil.
Pria itu turun lalu mengeluarkan kunci dari sakunya untuk membuka pintu.
" Masuklah."
Pria itu masuk lalu kembali lagi dengan membawa segelas teh hangat.
" Minum dulu biar badan kamu hangat."
Angel meminum teh tersebut dan pikirannya bisa sedikit lebih tenang.
" Oh ya kita belum kenalan, siapa nama kamu?"
" Aku Angel."
" Aku Bayu, oh ya kamu bisa mandi dulu. Aku akan pinjamkan bajuku yang bisa kamu pakai. Aku mau siapin makan dulu," ucap Bayu sambil beranjak dari duduknya.
" Mas Bayu terima kasih ya," ucap Angel pelan.
Bayu menolehkan kepalanya sambil tersenyum.
" Sama-sama dan malam ini aku ijinkan kamu menginap disini tapi besok kamu harus pulang karna aku tidak mau dituduh menyembunyikan wanita dikontrakanku," ucap Bayu yang diangguki Angel.
__ADS_1
bersambung....