Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 50


__ADS_3

Setelah cukup sabar menunggu, akhirnya Faysa sudah pembukaan 10 dan siap untuk melahirkan.


Seorang suster membuka kaki Faysa lebar- lebar dan dokter Ratih pun mulai membimbing Faysa untuk melahirkan.


" Nona Faysa tolong tarik nafas dalam- dalam dan buang perlahan sambil mengejang," ucap dokter Ratih.


Faysa menganggukkan kepalanya dan mulai mengejang hingga mukanya yang putih terlihat memerah.


" Ehmmmm...." erang Faysa dengan air mata yang mulai menetes.


" Ayo lagi Nona Faysa, lebih semangat lagi pasti Nona bisa," ucap dokter Ratih memberi semangat.


Ibu, maafin Faysa yang belum bisa jujur sama ibu. Kini Faysa merasakan perjuangan ibu saat melahirkan Faysa. Maafkan dosa Faysa ya bu jika Faysa tidak bisa menjadi anak yang membanggakan dan malah membuat ibu malu dengan aib Faysa. Faysa yakin doa ibu akan selalu menyertai Faysa hingga Faysa dan anak-anak Faysa bisa selamat.


Gumam Faysa dalam hati dan semakin meneteskan air matanya dengan deras.


" Ibu jangan menangis, ini memang sulit tapi percayalah setelah bayi ibu lahir ibu akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Saya memang belum pernah melahirkan tapi saya bisa merasakan kebahagiaan dari para pasien yang saya bantu," ucap suster.


Gathan menghapus air mata dipipi Faysa lalu mencium kedua pipi istrinya.


" Semangat Faysa, loe pasti bisa."


Faysa hanya tersenyum dan kembali mengejang setelah merasakan sakit lagi.


Faysa cukup kesulitan saat akan melahirkan, dia akan selalu berhenti mengejang saat kepala bayinya sudah terlihat. Alhasil kepala bayi yang sudah terlihat tadi kembali masuk kedalam.

__ADS_1


" Bagaimana dok? jika begini kasihan bayinya jika terlalu lama."


" Berikan guntingnya sus."


Gathan yang melihat dokter Ratih mengarahkan gunting ke organ inti Faysa pun menjadi kaget.


" Dok, istri saya mau diapain?"


" Maaf Pak Gathan, sebaiknya Bapak fokus dulu saja dengan Nona Faysa. Biar kami yang menangani."


Mendengar jawaban dokter Ratih membuat Gathan cukup kesal tapi dia lebih memilih diam karna keadaan.


Setelah menggunting jalan lahir Faysa, dokter Ratih pun menyuruh Faysa untuk kembali mengejang.


Setelah berjuang cukup lama akhirnya kedua bayi Faysa lahir kedunia dengan selamat.


Suara tangisan kedua bayi tersebut langsung membuat hati Faysa menjadi hangat. Suster pun meletakkan bayi tersebut diatas dada Faysa bergantian.


Faysa memandangi bayinya dengan penuh haru.


" Selamat ya Bapak, Ibu atas kelahiran putra dan putrinya. Silahkan diadzani dulu Bapak Gathan," ucap dokter Ratih.


Dengan gugup, Gathan menggendong bayinya dengan dibantu oleh suster. Gathan lalu mengadzani kedua bayinya bergantian.


Setelah selesai suster pun membawa si kembar untuk dibersihkan dan dimasukkan kedalam inkubator.

__ADS_1


Sementara itu Faysa masih mendapatkan perawatan setelah melahirkan.


" Maaf ya Bu Faysa, saya akan menjahit organ inti anda dan tolong tahan sedikit sakitnya ya?"


Faysa pun menganggukkan kepalanya lalu suster mulai melakukan tugasnya.


" Sakit ya Fay?" tanya Gathan yang melihat Faysa menangis dengan mulut yang tertutup rapat.


" Sakitlah Kak. Ini kayak waktu pertama kita melakukannya tapi bedanya ini lembut kalau Kakak kasar."


" Loe nyalahin gue?"


" Ya nggak Kak, tapi memang rasanya gitu."


Selesai dijahit, Faysa langsung dilap dan digantikan baju.


" Fay, makasih ya loe udah berjuang buat melahirkan anak kita."


" Jangan berterima kasih Kak, itu memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang ibu."


" Ya udah loe makan dulu biar gue suapin."


Faysa menghabiskan makanannya sampai habis karna dia memang lapar setelah mengeluarkan banyak tenaga.


" Gue keluar bentar ya buat cari minum kayaknya susternya lupa bawain," pamit Gathan yang diangguki Faysa.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2