
Di sebuah kamar hotel tampak sepasang pengantin baru yang sedang menghabiskan malam bersama. Ya, Gathan dan Faysa memutuskan pergi ke Bali untuk menikmati hadiah yang diberikan Vicky.
" Sayang, coba kamu yang diatas. Aku ingin melihat wajahmu dari bawah."
Faysa menganggukkan kepalanya kemudian Gathan langsung merubah posisinya. Gathan tersenyum saat menatap wajah istrinya yang begitu cantik dengan rambut panjangnya .
" Kak jangan melihatku begitu, aku malu," ucap Faysa lalu menyembunyikan wajahnya didada Gathan.
Gathan terkekeh sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.
" Kenapa mesti malu sih yang? Jangankan wajah, bahkan aku sudah melihat semua sampai yang tersembunyi."
Faysa mengangkat wajahnya lalu menatap Gathan.
Cup
Sekilas Faysa mencium bibir Gathan lalu melepaskannya lagi.
" Baiklah, sesekali aku ingin menjadi wanita liar didepan kakak."
" Wow, aku sungguh tertarik sayang dan ingat hanya didepanku! Ayo lakukan."
Faysa langsung ******* bibir suaminya dengan lembut yang tentu saja langsung dibalas Gathan.
Ia menurunkan bibirnya dileher Gathan dan melakukan semua apa yang dilakukan Gathan pada tubuhnya.
" Ahhh....sayang...ishh," desah Gathan saat Faysa memainkan bulatan kecil didadanya.
Faysa tersenyum melihat suaminya yang begitu menikmati perlakuannya. Ia pun menghentikan aksinya dan turun kebawah.
Faysa sempat tertegun saat memegang benda pusaka milik suaminya yang sudah berdiri tegak.
" Kenapa sayang?" tanya Gathan saat melihat Faysa diam saja.
" Ehhmm...ternyata punya kakak besar, aku selama ini tidak pernah memperhatikannya. Pantas saja rasanya sakit."
__ADS_1
Gathan langsung tertawa mendengar ucapan polos dari istrinya itu.
" Sayang, apa ia hanya membuatmu sakit? Apa ia tidak pernah membuatmu menjerit kenikmatan?"
" Ehmm, keduanya kak. Sakit juga nikmat," ucap Faysa malu.
" Haha, sayang ini juga milikmu jadi jangan ragu untuk melihat bahkan menyentuhnya."
Faysa memegangnya dengan agak keras hingga membuat Gathan meringis.
" Sayang jangan terlalu keras, ini sensitif."
Faysa mengendurkan pegangannya lalu memasukkan benda tersebut kedalam mulutnya.
Tubuh Gathan langsung bergetar merasakan serangan dari Faysa. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya ia mengijinkan orang lain memainkan miliknya.
Gathan terus berisik karna tak dapat menahan desahannya yang merasakan nikmat karna miliknya dimanjakan Faysa.
" Sayang sudah, masukkan saja! Aku sudah tidak tahan."
Faysa menuruti keinginan Gathan. Ia segera beranjak lalu membimbing milik Gathan untuk dimasukkan kedalam miliknya.
Gathan menghisapnya dengan keras seperti bayi yang kelaparan. Bunyi ******* dan aduan benda tak bertulang langsung menggema dikamar tersebut.
Melihat Faysa yang sudah kelelahan, Gathan langsung membalikkan badannya hingga kini ia berada diatas Faysa.
Merasakan akan adanya sesuatu yang akan segera keluar, Gathan langsung mengambil pengaman yang sudah ia siapkan. Ia memakainya lalu memasukkan lagi miliknya kemilik Faysa.
Bukk
Gathan langsung tumbang diatas tubuh Faysa dengan keringat yang sudah membanjiri seluruh tubuhnya.
" Kak turun," ucap Faysa sambil menepuk pipi suaminya dengan pelan.
Gathan turun dari tubuh Faysa lalu mengecup kening Faysa dengan penuh sayang.
__ADS_1
" Terima kasi sayang atas pelayanan kamu malam ini."
" Iya kak, tapi janji besok jalan-jalan. Aku nggak mau kalau dikamar terus."
" Hehe, iya sayang maaf. Habisnya kalau dekat kamu bawaannya pengen gini terus," ucap Gathan sambil memainkan jarinya dibagian inti Faysa dengan senyum menggoda.
****
" Rexi, sudah kubilang jangan temui aku lagi! Kamu harusnya berterima kasih karna aku tidak melaporkanmu ke polisi!" ucap Angel marah.
" Aku sungguh minta maaf sayang, waktu itu aku khilaf. Aku janji tidak akan melakukannya lagi lagi pula itu sudah lama berlalu."
" Sudah lama bukan berarti aku sudah melupakannya! Aku sudah tidak sudi mengenalmu lagi lagi pula aku sudah punya kekasih yang baik hati, sopan dan...." Angel menghentikan ucapannya saat sekilas melihat Bayu.
" Mas Bayu." Teriak Angel dengan nyaring yang membuat Bayu menolehkan kepalanya.
" Sini bentar."
Tanpa curiga, Bayu menghampiri Angel. Angel langsung mengapit tangan Bayu dan menyandarkan kepalanya didada bidang Bayu.
" Ini pacarku, namanya mas Bayu."
Bayu yang mendengar ucapan Angel pun langsung kaget dan mengerutkan dahinya.
" Apa buktinya kalau dia pacar kamu? Bisa saja kamu bohong."
Angel yang merasa kesal dengan Rexi pun langsung memegang pipi Bayu. Dengan cepat Angel menutup matanya lalu mencium bibir Bayu hingga beberapa detik.
" Sekarang percaya kalau dia kekasihku? Sekarang cepat pergi dan jangan pernah menemuiku lagi!"
Rexi pun pergi dengan rasa kesal sedangkan Bayu masih mematung ditempatnya sambil meraba bibirnya yang dicium Angel. Bahkan Bayu bisa merasakan aroma rasa strawberry dari bibir Angel yang terasa masih membekas dibibirnya.
" Mas maaf ya, aku tidak ber..." Angel menghentikan ucapannya saat Bayu pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasannya.
Jujur saja saat ini Bayu merasakan jantungnya yang seperti ingin keluar saat Angel mendekatinya setelah kejadian ciuman bibir sesaat tadi.
__ADS_1
bersambung....
Sebentar lagi cerita ini tamat jadi tetap ikuti terus yachhh.....