
" Nih," ucap Angel sambil meletakkan selembar amplop berisi surat.
Bayu tampak bingung saat Angel memberinya surat. Ia mengambilnya lalu membolak-balik surat tersebut dengan penasaran.
" Apaan nih?"
" Surat cuti," jawab Angel enteng.
" Surat cuti? Emang kamu mau kemana kok pakai cuti segala?"
" Kakakku mau nikah, makanya aku mau minta cuti satu hari aja," jelas Angel.
" Tapi kamu kerja belum ada sebulan Ngel masak udah cuti," ucap Bayu tak setuju.
" Tapi kan kakakku mau nikah mas, masak aku nggak boleh minta cuti satu hari!" Protes Angel sambil mengerucutkan bibirnya.
" Ya deh nanti aku coba bilang ke mbak Rani."
" Yey, makasih ya mas," ucap Angel girang lalu memeluk Bayu.
Deg
Jantung Bayu langsung berdetak kencang saat Angel tiba-tiba memeluknya.
" Ngel lepasin," ucap Bayu pelan yang langsung membuat Angel tersadar lalu melepas pelukannya.
" Hehe, maaf mas habis aku seneng banget. Sebagai ucapan trima kasihnya nanti aku traktir soto didepan kantor," ucap Angel sambil tersenyum senang.
Bayu tampak terpana ketika melihat wajah Angel dari dekat yang terlihat cantik dan mulus.
" Cantik," ucap Bayu tanpa sadar.
" Apa mas, aku nggak denger?"
" Ngg...nggak apa-apa, nanti jangan lupa traktirannya," ucap Bayu lalu beranjak pergi.
__ADS_1
****
Tak terasa hari pernikahan Gathan dan Faysa sudah tiba. Faysa tampak begitu cantik dengan kebaya warna putih.
" Mama cantik banget pasti papa nanti suka," ucap Gafa yang masuk kedalam ruang kamar yang digunakan Faysa.
" Benarkah? Terima kasih ya sayang," ucap Faysa sambil memeluk putranya.
" Oh ya ma berarti nanti mama bisa tidur sama papa dan tinggal sama kita setelah menikah?" ucap Gafa polos.
" Betul sayang, kok kamu tahu?"
" Papa yang bilang ma."
Tiba-tiba Angel masuk untuk menjemput Faysa.
" Mbak ayo keluar, penghulunya udah datang ."
Faysa berdiri lalu kedua tangannya digandeng Gafa dan Angel keluar menuju ruangan yang digunakan untuk ijab qobul.
Sedangkan Gathan juga baru datang dengan digandeng Dini. Gathan tampak terpana melihat kecantikan Faysa yang berlipat saat memakai baju pengantin.
" Wah pengantinnya ganteng betul, udah siap belum mas?" tanya penghulu menggoda.
" Seratus persen siap pak," ucap Gathan mantap.
" Ya jelas siap kan ini yang kedua kali ya mas?" ucap pak penghulu yang disambut tawa para tamu.
" Ya sudah mari kita mulai, kasihan pengantinnya kalau kelamaan."
Penghulu itu pun mengulurkan tangannya yang disambut oleh Gathan.
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Gathan Banaf Alyariz bin Toni Alyariz dengan Faysa Andini binti Sarjito dengan mas kawin seperangkap alat sholat dan uang satu juta rupiah dibayar tunai."
" Saya terima nikah dan kawinnya dengan Faysa Andini binti Sarjito dengan mas kawin dibayar tunai!" ucap Gathan dengan lantang.
__ADS_1
" Bagaimana para saksi sah?"
" Sah...sah...sah."
Senyum kelegaan tampak terukir dari bibir sepasang pengantin baru tersebut. Gathan melirik ke Faysa sambil mengedipkan matanya.
Faysa mencium tangan Gathan dan Gathan mencium kening Faysa dengan lembut.
" Kamu cantik banget sayang, jadi nggak sabar nih," bisik Gathan sebelum menjauhkan wajahnya.
Sore harinya dilanjutkan dengan acara resepsi yang hanya dihadiri para tetangga dan teman-teman kerja Faysa serta Gathan.
" Sayang, maaf ya aku nggak bisa buatin pesta mewah buat kamu," ucap Gathan saat mereka berdiri dipelaminan.
" Ini udah spesial banget buat aku mas, makasih ya."
" Owe pengantin baru!" Panggil Ardi dan Vicky yang sudah berada diatas pelaminan.
Gathan menatap kedua temannya yang tampak membawa sebuah kado.
" Bawa apaan tuh?"
" Ini kado spesial buat malam pertama kalian, hehe," ucap Ardi.
" Halo Faysa, kamu cantik banget. Masih inget aku kan?" ucap Vicky.
" Iya, saya inget kok sama kak Vicky dan kak Ardi."
" Kita kan ganteng jadi kamu pasti inget, oh ya ini kado gue buka sekarang dong!" ucap Vicky.
Gathan membuka kado yang diberikan Vicky dan seketika senyumnya langsung melebar.
" Tiket ke Bali," ucap Gathan kaget.
" Ya gue ngasih tiket bulan madu buat kalian satu paket lengkap dengan hotel dan tempat liburan."
__ADS_1
" Thanks ya Vic," ucap Gathan lalu memeluk sahabatnya itu.
bersambung....