
Setelah luka dibadannya diobati, Faysa kembali lagi ke selnya dengan wajah yang pucat. Matanya yang sembab dan bibir yang memutih jelas menandakan bahwa ia sedang tidak baik-baik saja.
Faysa merebahkan dirinya dengan posisi miring karena punggungnya terasa perih jika untuk terlentang. Dapat Faysa rasakan bahwa Gathan sangat emosi ketika menyiksanya. Faysa sendiri masih belum tahu hal apa yang telah membuat suaminya semarah itu hingga tega menyiksanya.
Faysa sadar bahwa Gathan tak mungkin mencintainya dan dengan mudah membuang dirinya kapan pun Gathan mau. Tapi, tak adakah sedikit rasa iba dihati Gathan untuknya? Sampai ia harus dilukai secara fisik dan batin.
Lelah memikirkannya membuat mata Faysa terpejam dan pergi ke alam mimpi.
****
Tak terasa pagi telah tiba, Gathan membuka mata sambil memijat kepalanya yang terasa pusing karena ia mabuk tadi malam. Gathan segera turun dari ranjang karena pagi ia akan menghadiri sidang skripsinya.
Selesai mandi, Gathan memakai kemeja warna putih dan celana hitam serta memakai sepatu formal. Tampilannya yang rapi tersebut makin membuat Gathan terlihat tampan dan keren.Hari ini dia harus terlihat sempurna dan berkonsentrasi penuh serta membuang sejenak pikirannya tentang Faysa.
Sampai di kampus, Gathan segera menuju aula kampus yang dijadikan ruang sidang.
"Sayang..." teriak seseorang yang membuat Gathan menolehkan kepalanya.
Gathan cukup terkejut begitu melihat seseorang yang memanggilnya tadi. Seorang wanita dengan pakaian yang cukup minim dan tersenyum lebar kearahnya.
Gadis yang ternyata bernama chellyn itu segera berlari mendekati Gathan. Chellyn langsung memeluk Gathan yang masih diam ditempatnya itu.
" Ih sayang aku kangen banget sama kamu. Aku bener-bener bahagia begitu mendengar berita kesembuhan kamu," ucap Chellyn manja.
Chellyn melepas pelukannya lalu menatap Gathan yang masih memasang wajah dinginnya.
" Sayang, kamu kok cuek gitu. Kamu nggak kangen sama aku?"
" Nggak, bukannya kita juga udah putus," jawab Gathan datar.
" Ihh sayang kamu kok ngomong gitu. Aku minta maaf karena nggak nungguin kamu saat sakit. Itu karna aku harus keluar negri untuk menemani papah berobat sekalian melanjutkan kuliah disana," jelas Chellyn.
" Terus sekarang kamu kesini mau ngapain?"
" Tentu aja aku mau nemenin kamu sayang biar kamu semangat sidang skripsinya," jawab Chellyn sumringah.
__ADS_1
Gathan tak menjawab lagi dan lebih memilih melanjutkan langkahnya menuju aula daripada berlama-lama meladeni Chellyn yang hanya akan membuang waktunya.
****
Asri berlari menemui Faysa yang masih mengikuti kegiatan menyulam. Dari wajahnya tampak sekali kalau ia sudah tak sabar untuk memberitahukan kabar gembira pada sahabatnya itu.
" Faysa..." panggil Asri yang baru saja datang.
" Kenapa Mbak? Kok mukanya kelihatan seneng banget?"
" Aku bebas Fay! Aku bebas," teriak Asri kegirangan sambil berjoget-joget.
" Alhamdulillah, selamat ya Mbak. Aku juga turut bahagia mendengarnya."
" Iya Fay, aku juga bersyukur tapi kita jadi kepisah deh," ucap Asri yang tiba-tiba lesu.
" Ya kalau gitu Mbak Asri bilang aja ke bu Sora supaya nggak jadi dibebasin karna mau menemani Faysa dipenjara," ucap Faysa menggoda.
"Ihh enak aja kamu Fay! Nih rasain," ucap Asri lalu mencubit kedua pipi Faysa.
" Makasih ya Fay, aku sangat senang bisa mengenalmu. Dari kamu, aku belajar menjadi orang yang sabar dan iklhas. Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi."
Mereka berdua pun berpelukan dengan perasaan antara sedih dan bahagia.
Paginya Faysa mengantar Asri hingga ke ruang besuk.l
" Hati-hati dijalan ya Mbak."
" Iya Fay, kalau ada kesempatan aku akan jenguk kamu."
"Udah, Mbak Asri fokus aja dengan rencana Mbak setelah keluar dari sini."
Sekali lagi mereka berpelukan sebelum berpisah dan entah kapan bisa berjumpa kembali.
Faysa masuk lagi kedalam selnya. Ia ingin membaca buku yang sempat dibawakan Bayu saat menjenguknya kemarin.
__ADS_1
Setengah jam berkutat dengan bukunya, tiba-tiba ada seorang petugas yang menemuinya dan Faysa tahu itu adalah orang kepercayaan suaminya.
" Tuan Gathan sudah menunggu, cepat temui dia."
Dengan ragu-ragu, Faysa melangkahkan kakinya menuju ruangan yang ditempati Gathan. Faysa takut jika suaminya itu masih marah dan akan kembali menyiksanya.
Ceklek
Dengan pelan sekali, Faysa membuka pintu ruangan tersebut dan nampaklah Gathan yang sedang rebahan diranjang sambil menutup matanya dengan tangan.
" Kak Gathan..." lirih Faysa
Gathan yang mendengar suara Faysa pun langsung membuka matanya. Gathan bangkit dari tidurnya lalu menepuk- nepuk ranjangnya meminta Faysa duduk disebelahnya.
" Hadap sana," ucap Gathan setelah Faysa duduk disebelahnya.
Gathan membuka baju Faysa lalu menatap banyak luka lecet dipunggung istrinya itu.
Dia lalu mengambil salep lalu perlahan mengoleskannya pada punggung Faysa.
" Masih sakit?"
" Sudah tidak terlalu sakit Kak."
" Sekali lagi gue lihat loe bersentuhan dengan laki-laki lain, bukan hanya loe yang gue hukum tapi gue juga bakal ngasih pelajaran berharga untuk laki- laki itu," tegas Gathan.
Mendengar penuturan Gathan, Faysa jadi teringat Bayu yang saat itu memeluknya.
" Maaf Kak, Bayu itu hanya sahabat saya dan..."
" Gue nggak peduli siapa dia! Ingat ya Fay, saat ini loe adalah milik gue dan setelah gue nanti bosen sama loe baru loe bebas mau pelukan, ciuman bahkan nglacur sama lelaki manapun," ucap Gathan keji.
Air mata Faysa tiba-tiba saja keluar mendengar kata-kata yang begitu menyakitkan dari mulut Gathan.
bersambung.....
__ADS_1