Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 115


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah berganti malam. Rumah Gathan pun sudah kembali sepi karna para tamu sudah membubarkan diri.


" Slamat malam sayang, semoga tidur yang nyenyak," ucap Faysa lalu mengecup pipi kedua anaknya bergantian.


Setelah menidurkan anak-anaknya, Faysa pun keluar menuju kamar Gathan.


Ceklek


Faysa masuk kedalam kamar dan melihat suaminya yang tengah membuka sebuah kado.


" Kado dari siapa kak?" tanya Faysa sambil mendudukkan diri disebelah Gathan.


" Eh ini sayang kado dari Ardi tapi banyak banget bungkusnya," keluh Gathan karna bungkusan kado yang dibukanya berlipat.


" Pasti dalamnya kecil kak, biasanya gitu."


Setelah dibuka berulang-ulang akhirnya terbuka juga kado itu. Gathan mengambil botol kecil dari dalam kotak itu sambil menyengir.


" Apaan sih itu kak?" tanya Faysa penasaran.


" Ardi itu kurang ajar banget sayang masak ngasih kado obat kuat kayak gini!"


" Hah obat kuat? Maksudnya?"


" Ya obat kuat sayang biar kita bisa ehem-ehem sampai pagi," jawab Gathan sambil mengkode dengan jarinya.


Wajah Faysa pun menjadi merah saat tahu apa yang dimaksud Gathan.


" Yang kok malu sih wajahnya? Sini duduk dipangkuan aku," ucap Gathan sambil menarik tangan Faysa agar duduk dipangkuannya.


Cukup lama mereka saling berpandangan sambil saling melempar senyum. Gathan memasukkan jari-jarinya disela rambut Faysa lalu menaruhnya dibelakang telinga.


" Sayang, aku sangat bersyukur akhirnya keinginanku supaya kita bisa menikah kembali akhirnya terwujud."

__ADS_1


" Aku juga sangat bahagia kak."


Perlahan Gathan mendekatkan wajahnya hingga hanya menyisakan jarak tipis diantara keduanya.


Cup cup cup


Dengan pelan Gathan mencium kening lalu kedua pipi Faysa hingga bibirnya bergeser diatas bibir Faysa.


Gathan membuka bibirnya lalu ******* bibir manis Faysa. Faysa pun membuka bibirnya untuk memberikan Gathan ruang lalu kedua tangannya merangkul leher Gathan.


Keduanya terlibat ciuman panjang yang terasa hangat itu. Tangan Gathan bergerak menelusuri paha Faysa yang memakai daster saat itu.


" Akhh kak," teriak Faysa yang kaget saat menyadari tangan Gathan sudah masuk kedalam celana pelindungnya.


Gathan memijatnya hingga membuat Faysa terus menggeliat dipangkuannya. Semakin lama Gathan merasakan tangannya menjadi basah karena terkena cairan yang keluar dari milik istrinya.


" Kak aku capek," ucap Faysa dengan wajah sayu.


" Ini baru permulaan sayang, kita belum sampai intinya," ucap Gathan lalu melepas seluruh baju Faysa dan bajunya hingga keduanya sama-sama polos.


Ia kembali menciumi wajah Faysa dan bergerak turun hingga sampai didada ranum Faysa. Tanpa ragu Gathan menghisap pucuk dada Faysa yang terasa seperti permen kenyal baginya.


" Aghhh...kak," desah Faysa saat Gathan memainkan kedua dadanya itu.


Mulut Gathan memainkan benda kenyal didada Faysa bergantian dengan deruan nafas yang memburu pertanda ia sudah berada dipuncak gairahnya.


Tak lupa Gathan memberikan tanda kepemilikan hampir diseluruh dada Faysa. Gathan menurunkan kepalanya hingga tepat dibagian inti Faysa.


Gathan menghirup aromanya lalu mulai memainkan bibirnya disana yang langsung membuat Faysa tak bisa diam.


" Kk....kak su.....dah ahhhh," ucap Faysa terbata menahan desahannya.


Gathan melepaskan bibirnya lalu kembali menatap wajah istrinya yang terlihat lelah.

__ADS_1


" Sudah siap sayang? Aku akan memasukkannya."


Jlebb


Tanpa menunggu jawaban Faysa, Gathan langsung memasukkan miliknya kemilik Faysa yang sudah begitu basah.


Gathan menggerakkan pinggulnya naik turun dimalam yang semakin panas itu.


" Ahh...aduh kak tajam," ucap Faysa disela percintaannya karna merasa disekitar areanya seperti ditusuk- tusuk.


" Heh...ahhhh...maaf sayang tadi aku baru cukur."


" Ehmm..pelan kak, tajem rasanya."


" Yang semenjak kita bercerai, aku baru satu kali melakukannya denganmu jadi aku tidak bisa pelan sayang,...aagghhh...enak banget yang," ucap Gathan dengan ngos-ngosan.


Faysa hanya bisa meringis menahan bekas cukuran milik suaminya yang terasa tajam dan menggelikan.


Pukul tiga dini hari Gathan terbangun dari tidurnya. Ia menoleh kesamping melihat istrinya yang tertidur dipelukannya. Gathan menarik selimut yang menutup tubuh polos istrinya itu.


" Sayang bangun," ucap Gathan sambil mencoel-coel pantat Faysa.


Faysa menggeliat karna merasa tidurnya terganggu.


" Kenapa kak?"


" Bangun sayang, aku mau lagi."


" Tidurlah kak ini udah malem banget," ucap Faysa sambil memejamkan matanya kembali.


" Sayang ayolah, aku pengen banget ini."


Faysa yang merasa kasihan pun menganggukkan kepalanya dan dengan cepat Gathan kembali menguasai tubuh istrinya yang terasa morfin baginya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2