Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 126


__ADS_3

Sore itu Gathan sengaja pulang awal dari kantornya untuk menemani Faysa yang ingin menjenguk Rosan.


Gathan masuk kedalam rumahnya dan tampak begitu sepi. Tak ada suara Gafa dan Dini yang biasa menyambutnya saat pulang. Ia langsung naik keatas menuju kamarnya.


" Selamat sore sayang," ucap Gathan saat melihat Faysa yang tengah merias diri didepan cermin.


" Slamat sore juga kak," jawab Faysa yang langsung berdiri menyambut Gathan.


" Anak-anak mana yang kok sepi?"


" Mereka kerumah mamah kak, tadi ikut kesana pas Angel kesini."


" Ohh...ya udah aku mandi dulu terus kita berangkat."


" Ya kak itu air dan handuknya udah aku siapin."


Setelah selesai bersiap-siap, Gathan dan Faysa segera pergi menuju rumah Rosan.


" Gimana yang perasaan kamu mau ketemu Rosan?" tanya Rosan dengan sedikit cemberut.


" Ya nggak gimana-gimana kak. Kita kesana kan niatnya jenguk mas Rosan yang sakit sekalian silaturahmi."


" Ehmm gitu," jawab Gathan datar.


" Nggak usah pasang wajah cemburu gitu dong kak, tapi tampang kakak gemesin juga kalau lagi cemburu," goda Faysa sambil mencolek pipi Gathan.


Gathan hanya tersenyum menanggapi godaan istrinya dan kembali fokus pada kemudinya.


Gathan dan Faysa pun sudah sampai dirumah Rosan. Tak banyak yang berubah dari rumah itu, hanya depan rumahnya saja yang kini lebih banyak ditumbuhi bunga.


Mereka berjalan sambil kedua tangan saling ditautkan. Faysa memencet bel dan tak lama seorang pelayan membukakan pintu.

__ADS_1


" Non Faysa," ucap seorang pelayan yang kaget saat melihat Faysa.


" Apa kabar bik? Pak Rosan dan bu Nissanya ada?"


" Ada non! Mari silahkan masuk, saya panggilkan non Nissa dulu."


Pelayan itu pun naik untuk memanggil majikannya. Tak lama Nissa pun turun lewat lift bersama Rosan yang duduk diatas kursi roda.


" Mas Rosan!" Panggil Faysa yang kaget karna melihat Rosan yang duduk dengan kursi roda dan terlihat kurus.


" Apa kabar Fay? Terima kasih kamu dan suamimu sudah berkenan datang kesini untuk menjengukku."


" Aku baik mas. Aku dan kak Gathan datang kesini untuk menjenguk kamu setelah mendengar kabar dari mbak Nissa."


" Iya Fay, sekali lagi terima kasih. Aku bersyukur bisa bertemu lagi denganmu, aku ingin minta maaf atas segala kesalahanku dan segala ucapanku dulu yang pernah menyakitimu Faysa. Aku sungguh keterlaluan dan maukah kamu memaafkanku Faysa," ucap Rosan tertunduk.


" Mas Rosan, aku sudah melupakan semuanya. Aku sama sekali tidak menyimpan dendam padamu. Tujuan kami kesini hanya karna ingin menjengukmu dan mendoakanmu supaya cepat sembuh. Jadi kita lupakan semuanya ya mas dan kita buka lembaran hidup baru kita masing-masing."


Nissa mengusap punggung Rosan lalu menggenggam tangannya.


" Faysa sudah memaafkanmu mas jadi mulai sekarang kamu harus semangat berobat supaya bisa segera sehat."


" Iya mas Rosan. Mas Rosan harus bersyukur mempunyai istri yang cantik dan baik seperti dokter Nissa jadi mas Rosan harus semangat berobat demi mbak Nissa."


Matahari sudah mulai tenggelam, Faysa dan Gathan segera pamit pulang. Di dalam mobil Gathan melihat Faysa yang tersenyum sendiri.


" Kenapa yang kok senyum-senyum gitu?"


" Aku seneng aja mas karna semuanya berakhir dengan gembira. Oh ya mas kita langsung jemput anak-anak yah?"


" Nggak perlu yang, hari ini biar mereka nginap dirumah mamah buat ngobatin kangen antara cucu dan oma opanya. Sekalian juga supaya ada kesempatan aku berdua dirumah sama kamu." Goda Gathan sambil memainkan alisnya.

__ADS_1


Gathan naik keranjang menyusul istrinya yang sudah rebahan diranjang.


" Yang, aku ada kejutan buat kamu."


" Oh ya, apa itu kak?"


" Ini dia...." ucap Gathan sambil memperlihatkan tiket liburan ke luar negri.


" Ini tiket liburan ke Venezuela kak?" ucap Faysa tak percaya.


" Iya...aku mau ngajak kamu honeymoon lagi. Kamu mau kan?"


" Mau banget dong kak! Makasih ya Kak karna kamu sudah mencintaiku dan selalu membuatku bahagia. Aku pikir dulu hidupku akan selalu kelam dan hanya ada kesedihan. Tapi sekarang aku sangat bersyukur punya kamu kak," ucap Faysa sambil memeluk erat suaminya.


" Iya sayang, aku minta maaf karna dulu aku pernah menjadi orang yang membuatmu sengsara dan sekarang aku akan membayar semuanya dengan selalu memberimu kebahagiaan.


****


Dua minggu kemudian Faysa dan Gathan berangkat menuju Venezuela sedangkan Gafa dan Dini mereka titipkan bersama kedua orang tuanya.


Faysa dan Gathan menikmati bulan madu kedua mereka dengan penuh kebahagiaan. Mereka berpindah- pindah tempat untuk mengunjungi negara-negara disekelilingnya.


Sebulan kemudian baru mereka pulang dengan disambut suka cita terutama oleh kedua anaknya. Bahkan mereka juga mendapat kabar gembira dengan kehamilan Angel dan rencana pernikahan antara Vera dan Alan.


Tamat.....


Alhamdulilkal novel ini sudah selesai. Author ucapkan terima kasih yang begitu banyak untuk seluruh pembaca yang telah setia mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir.


Terima kasih yang telah bersedia memberikan komentar, like, vote dan juga hadiahnya.


Sekali lagi terima kasih dan salam sayang dari author untuk semuanya.

__ADS_1


Sampai jumpa dicerita baru yah....😀😍🤩


__ADS_2