
Angel bangun dari tidurnya. Ia menatap jam yang berada dikamar yang ditempatinya dan ternyata masih menunjukkan pukul tiga pagi.
Ia membuka pintu kamar dan melihat Bayu yang tidur dikursi yang terbuat dari kayu yang terlihat tidak nyaman untuk dibuat tidur.
Angel mendekati Bayu lalu berjongkok disebelahnya.
" Mas Bayu, mas Bayu bangun," ucap Angel sambil mencolek lengan Bayu.
" Ehm kenapa?" tanya Bayu dengan mata yang masih setengah tidur.
" Mas Bayu pindah kekamar aja. Tidur disini kayaknya nggak nyaman."
" Hah maksudnya kamu nyuruh aku tidur sama kamu dikamar gitu? Denger ya walaupun kamu cantik tapi aku nggak nafsu sama kamu."
" Heh siapa juga yang mau tidur berdua sama kamu mas! Aku nyuruh kamu pindah ke kamar biar kamu nyaman dan aku yang pindah tidur disini. Aku kan tamu jadi sadar diri."
" Udah nggak usah, aku juga nggak mungkin tega biarin kamu tidur disini. Kamu kelihatannya anak mama pasti nggak mungkin bisa tidur disini."
" Ih kamu dari tadi ngehina aku terus sih mas!"
" Siapa yang ngehina? Tapi bener kan ucapanku tadi?"
Brakk
Angel yang kesal pun langsung masuk kekamar sambil membanting pintu.
" Heh inget disini kamu cuma numpang jangan sampai ngrusak rumahku," ucap Bayu yang mulai merasakan pegal diseluruh tubuhnya karna tidur dikursi.
****
Gathan duduk dikursi sambil menikmati nasi kotak jatah makan siangnya. Terlihat rona puas dari wajahnya karna dihari pertama bekerja ia berhasil menjual sepuluh botol parfum dari pagi hingga siang.
" Boleh aku ikut duduk disini?" ucap seorang wanita yang merupakan rekan kerjanya.
" Boleh, silahkan. Ini tempat umum jadi siapa pun boleh duduk disini," jawab Gathan ramah.
__ADS_1
" Kamu hebat ya baru pertama kerja langsung bisa njualin sepuluh parfum padahal ini masih setengah hari loh."
" Ya mungkin itu karna ilmu marketing yang pernah saya pelajari."
" Jangan formal gitu bicaranya, santai aja. Oh ya pasti pacar kamu seneng banget ya punya cowok sepintar dan setampan kamu."
" Oh aku nggak punya pacar kok."
" Yang bener kamu belum punya pacar?" tanya gadis itu tak percaya.
" Iya, tapi aku punyanya seorang istri dan sepasang anak kembar umur 6 tahun. Istriku itu sangat baik dan cantik makanya aku sangat semangat bekerja dan tidak akan tergoda oleh wanita manapun," ucap Gathan sambil beranjak dari duduknya.
Pukul empat sore Gathan bersiap pulang dan akan mampir ke kantor Faysa untuk menjemputnya.
Gathan menunggu Faysa ditempat biasa sambil menikmati sebotol air dingin.
" Faysa." Panggil Gathan saat melihat Faysa keluar.
" Kakak ngapain disini?"
" Kak jangan menggodaku," ucap Faysa dengan wajah merona.
" Aku tidak menggodamu tapi kelihatannya kamu senang jika dilihat dari ekspresimu."
" Aku pulang sendiri saja kalau gitu!"
" Heh jangan gitu. Kita mampir ke taman bentar ya, aku pengen ngobrol sama kamu."
Faysa menganggukkan kepalanya lalu segera membonceng Gathan.
Gathan melajukan motornya dengan pelan sambil menikmati perjalanan.
" Naik motor gini ternyata lebih romantis ya Fay tapi kamu nggak peluk aku jadinya kurang romantis deh."
" Aku belum mau peluk kakak. Udah kakak fokus aja naik motornya."
__ADS_1
Gathan menepikan motornya ketika sudah sampai di taman. Kebetulan sore itu tak begitu banyak orang ditaman.
Gathan mengajak Faysa duduk disebuah kursi yang berada didekat kolam ikan.
" Duduk sini Fay," ucap Gathan sambil menarik tangan Faysa.
" Kakak mau ngobrol apa?"
" Gimana perasaan kamu sekarang setelah cerai dari Rosan?"
" Awalnya aku merasa sedih kak karna aku kembali gagal membina rumah tangga. Kalau kakak?"
" Aku bahagia setelah cerai dari Windy karna aku memang tidak pernah mencintainya. Hubungan kami hanya seperti status saja."
Gathan beranjak dari duduknya lalu berjongkok didepan Faysa. Ia mengambil kedua tangan Faysa dan mengenggamnya dengan erat.
" Faysa, cuma kamu wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta. Kamu ibu dari kedua anak kita dan aku sangat ingin memberikan keluarga yang utuh untuk Gafa dan Dini. Aku ingin kita menikah lagi Fay dan aku janji aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kamu lagi. Aku akan selalu berusaha membuat kamu bahagia dan nyaman saat bersamaku. Aku sangat mencintai kamu Fay."
Faysa meneteskan air matanya dan menatap lekat kearah Gathan. Ia melihat ketulusan dimata Gathan.
" A...aku juga sangat mencintai kamu kak. Aku juga ingin memberikan keluarga yang utuh untuk kedua buah hati kita."
" Jadi kamu mau menikah lagi denganku meski keadaanku tidak seperti dulu?"
" Aku mencintai kamu kak, bukan mencintai apa yang kamu punya. "
" Terima kasih sayang, aku janji akan berusaha dengan keras hingga bisa memberikan kehidupan yang layak untuk kamu dan anak-anak," ucap Gathan lalu memeluk Faysa namun langsung ditahan oleh kedua tangan Faysa.
" Kenapa sayang?" tanya Gathan heran.
" Kalau mau peluk, mau cium nanti aja kalau udah sah!"
" Iya sayang ,maaf. Termasuk main kuda-kudaan juga ya? Kan wajib sayang kalau udah nikah," ucap Gathan yang kembali menggoda Faysa.
bersambung....
__ADS_1