
" Faysa apa yang kamu pikirkan?" tanya Rosan saat melihat Faysa yang sedang duduk melamun dibalkon.
" Aku sangat merindukan kedua anakku Mas," jawab Faysa dengan wajah sendu.
" Kalau rindu mengapa tidak menelfon saja. Apa mantan suami kamu melarang kamu menemui anak kamu?"
" Tidak Mas, hanya saja aku memang belum bisa menemui mereka untuk saat ini."
" Dua hari lagi kita akan menikah Fay, apa kamu masih tidak mau menceritakan masa lalu kamu? Memang siapa mantan suami kamu itu dan kenapa kalian bisa bercerai?" tanya Rosan penasaran.
" Namanya Gathan dan kami bercerai karna memang keadaan yang tidak mendukung, sudah ya Mas kita bahas yang lain saja."
" Baiklah, aku mau bilang kalau semua persiapan pernikahan kita sudah selesai. Apa kamu bahagia menikah denganku?"
" Harus bahagia Mas karna itu salah satu kunci sebuah kelanggengan pernikahan."
" Aku janji kalau aku akan selalu membuatmu bahagia dan tidak membuatmu tersakiti."
Halaman belakang rumah Rosan kini sudah disulap menjadi tempat resepsi antara dirinya dengan Faysa. Pasangan pengantin baru yang baru saja disahkan itu tampak berdiri dipelaminan sambil menyalami para tamu undangan yang datang memberikan selamat.
" Faysa, kamu cantik sekali." Puji Rosan kepada wanita disampingnya yang kini sudah sah menjadi miliknya itu.
Faysa tampak membalas godaan suaminya dengan memberikan senyum sambil menyalami para tamu.
Dari jauh tampak seorang CEO perusahaan Al yariz yang sedang menyamar menjadi karyawan catering demi bisa melihat pernikahan Faysa.
Hatinya sakit melihat Faysa yang tampak bahagia jika dilihat dari senyuman yang terus terukir dari bibirnya. Air mata yang menetes perlahan segera dihapus Gathan dengan kasar.
Sayang kamu terlihat bahagia tapi tetap saja aku nggak bisa merelakan kamu jadi milik orang lain. Andai saja Papa tidak membencimu.
Gumam Gathan dalam hati lalu segera pergi dari tempat tersebut.
Gathan mengganti pakaiannya didalam mobil dan segera melajukan kendaraannya meninggalkan rumah Rosan.
__ADS_1
Drrrtttt
Gathan segera membuka pesan yang masuk keponselnya dan ternyata dari sang papa.
Segera lamar Windy dan nikahi dia kalau kamu ingin segera bertemu dengan Gafa dan Dini.
Argghhh
" Kenapa papa mempermainkan hidupku seperti ini!" teriak Gathan sambil memukuli stir mobil.
Sampai dirumahnya Gathan melihat sebuah mobil terparkir dihalaman rumahnya. Gathan yang heran pun langsung masuk kedalam rumahnya.
Ceklek
Gathan terkejut saat membuka pintu dan ada Windy disana.
" Halo Than, tadi aku kesini tapi kamu tidak ada jadi aku menunggumu."
Gathan berusaha mengubah suasana hatinya yang saat ini sedang panas.
" Aku ingin mengajak kamu membeli baju renang karna besok ada temanku yang berulang tahun dan diadakan disebuah hotel."
" Maaf Win tapi aku sedang tidak enak badan. Aku ingin istirahat."
Windy pun menghampiri Gathan lalu menuntun Gathan duduk disofa.
" Kamu sakit Than? Ya sudah aku beli baju renangnya online saja. Aku akan menemani kamu istirahat dikamar."
" Tidak usah Win, kamu pergi saja tidak apa-apa. Lagi pula sakitku tidak parah, istirahat sebentar nanti juga sembuh."
" Ya sudah, tapi besok malam kamu temani aku diparty temanku ya? Besok kamu pakai baju biasa aja, nanti bisa- bisa teman-temanku pada terpesona kalau lihat kamu pakai baju renang."
" Iya, sana kamu cepetan pergi. Aku mau tidur dulu biar pusingku hilang."
__ADS_1
****
Disebuah kamar yang sudah dihias layaknya kamar pengantin, tampak Rosan sedang gelisah menunggu Faysa yang sedang mandi.
Ceklek
Faysa keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut panjangnya yang ia keramasi tadi.
" Sini sayang biar aku bantu keringin rambut kamu."
" Kamu manggil aku sayang Mas?" tanya Faysa heran.
" Iya biar hubungan kita semakin dekat," ucap Rosan lalu mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut Faysa.
Rambut Faysa yang bergerak-gerak mengenai hidung Rosan dan dapat ia cium aroma rambut Faysa yang begitu harum.
Rosan mematikan hairdryer lalu mengendus aroma rambut Faysa yang membuatnya terbuai. Hidung Rosan yang sudah sampai dileher Faysa pun praktis membuat dirinya kaget.
" Mas."
" Rambut kamu sangat harum sayang dan kamu terlihat sangat cantik dengan rambut panjang kamu ini," ucap Rosan sambil membelai rambut Faysa dan tangan satunya melingkar dipinggang Faysa.
Perlahan Rosan mendorong Faysa hingga keduanya tertidur diatas ranjang.
" Faysa, boleh aku melakukannya? Aku akan melakukannya dengan lembut."
" Mmmaaf Mas tapi aku belum siap," jawab Faysa yang membuat Rosan kecewa.
" Baiklah, sekarang kita istirahat. Aku akan memintanya jika kamu sudah siap," ucap Rosan yang terpaksa menahan hasratnya yang tadi sempat naik.
" Aku janji tidak akan lama Mas tapi kamu boleh memelukku sekarang seperti keinginanmu kemarin."
" Iya aku mengerti sayang," ucap Rosan lalu memeluk erat tubuh Faysa dan mencium keningnya.
__ADS_1
bersambung....