
Faysa menatap keindahan kota dari atas balkon sambil menghirup udara dalam-dalam. Faysa menutup matanya sembari menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya.
Grepp
Faysa terkejut ketika tiba-tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang. Bahkan Faysa bisa menghirup aroma maskulin karena tak ada jarak diantara keduanya
" Kak Gathan," lirih Faysa saat menolehkan wajahnya kesamping.
" Ngapain loe ngelamun disini? Ayo masuk sekarang," kata Gathan lalu menarik Faysa masuk ke kamar.
Gathan mendudukkan Faysa diatas ranjang sambil menatapnya tajam.
" Cepat buka baju loe!"
" Tapi Kak sa...."
" Gue udah menuhi permintaan loe ya buat menikah siri jadi jangan buat gue marah dengan alasan loe belum siap!" bentak Gathan lalu melepas pakaiannya.
Faysa yang takut pun membuka kancing bajunya dengan tangan bergetar. Gathan yang tak sabar pun menyingkirkan tangan Faysa lalu membuka baju Faysa dengan cepat.
__ADS_1
Gathan pun sempat terpana sesaat melihat dada Faysa yang putih dan berukuran sedang. Tangannya lalu terulur melepas kerudung Faysa hingga menampilkan rambut hitam Faysa yang tergerai dengan panjang sepinggang.
Gathan langsung mendekatkan wajahnya dan menyambar bibir mungil Faysa. Tubuh Faysa pun menegang mendapat perlakuan seperti itu untuk pertama kali dalam hidupnya.
Gathan terus memainkan bibir Faysa hingga ciumannya turun kedaerah leher dan dada Faysa. Gathan terus mencodongkan tubuhnya hingga posisinya kini sudah berada diatas tubuh Faysa.
Gathan bangkit dengan posisi setengah berdiri lalu melepas celananya dan celana Faysa. Faysa yang takut pun hanya memejamkan matanya sambil menahan air matanya agar tidak keluar supaya Gathan tidak marah.
" Aahhhh...Kak sakit Kak," teriak Faysa yang tiba-tiba merasakan perih pada daerah intinya.
" Udah loe diam aja, nggak usah berisik," kata Gathan sambil terus berusaha memasuki Faysa.
Faysa tak bisa menahan air matanya lagi saat Gathan terus memaksa melakukan penyatuan.
" Udah loe jangan berisik terus. Ntar lagi juga enak," ucap Gathan yang mulai mengayunkan pinggangnya.
Gathan yang berada diatas tubuh Faysa pun terus memaju-mundurkan miliknya untuk mencari kepuasan. Tak dipedulikannya teriakan Faysa yang kesakitan.
Gila ini enak banget! Punya Faysa benar-benar sempit sampai bikin gue nggak nahan. Gumam Gathan
__ADS_1
"Ahhh Fay....,"teriak Gathan lalu menyemburkan cairan miliknya diperut Faysa.
Gathan pun roboh diatas tubuh Faysa sambil menenggelamkan wajahnya dileher Faysa.
" Good job, gue puas banget," bisik Gathan ditelinga Faysa.
Gathan pun menggulingkan badannya kesamping lalu matanya tak sengaja menatap noda merah diatas sprei.
Gue bener-bener udah dapat perawan sekarang. Loe nggak akan pernah lepas dari gue Fay sampai gue yang ngebuang loe sendiri.
Gumam Gathan lalu melirik Faysa yang masih memejamkan matanya dengan dada yang naik turun. Melihat wajah sayu Faysa membuat hasrat Gathan naik lagi.
Gathan kembali menindih Faysa hingga membuat Faysa reflek membuka matanya. Faysa menatap Gathan yang tersenyum licik kearahnya.
" Gue mau lagi," ucap Gathan lalu memasukkan miliknya lagi.
Gathan kembali beraksi seakan tubuhnya belum mengalami rasa lelah.
" Kak udah Kak, saya capek," lirih Faysa yang sudah merasa tubuhnya remuk karna perbuatan Gathan
__ADS_1
Gathan tak mempedulikan perkataan Faysa dan malah menciumi wajah Faysa yang berkeringat.
bersambung....