Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 45


__ADS_3

Faysa kini sudah tak lagi menghuni rutan candara karna ia dipindahkan ke rutan wasila. Gathan sengaja memindahkannya karna ia tak ingin Faysa ditemui lagi oleh Bayu.


Bahkan di rutan barunya, Faysa menjadi tahanan istimewa karna campur tangan Gathan. Gathan melakukannya agar Faysa lebih nyaman selama menjalani masa kehamilannya.


Alan memasuki ruang kerja Gathan yang berada dikediaman keluarga Alyariz. Tampak bos mudanya itu sedang sibuk mempelajari sesuatu.


" Permisi Tuan muda," sapa Alan.


" Gimana Lan? Sudah beres semua permintaanku?" tanya Gathan.


" Semua permintaan anda sudah saya jalankan Tuan muda bahkan saya pastikan tidak tertinggal sedikit pun."


" Bagus Lan, pastikan pria itu tidak lagi mengganggu Faysa karna aku tidak ingin anakku terkontaminasi dirinya. Ya sudah Lan kamu boleh pergi."


" Kalau boleh tahu sampai kapan Tuan muda akan disini dan bagaimana jika tuan besar menanyakannya?"


" Belum tahu karna aku ingin melihat kondisi dulu dan mengenai papah, aku akan membicarakannya nanti. Karena bagaimana pun mereka harus mau menerima kehadiran calon anakku karna mereka adalah keturunanku. Oh ya beritahu aku jika Faysa akan priksa kehamilan karna aku ingin menemaninya."


" Baiklah Tuan muda nanti saya akan kabari. Kalau begitu saya permisi dulu."


" Hmmm."


Dua minggu kemudian, Gathan pergi ke rutan untuk menemani Faysa yang akan memeriksa kehamilannya. Gathan menunggu Faysa di klinik dan disitu sudah ada dokter Ratih yang Gathan bawa dari luar.

__ADS_1


" Kak Gathan," kaget Faysa yang tak menyangka jika Gathan masih berada di Indonesia.


" Cepat kesini, ini dokter Ratih. Dia yang akan menangani loe sampai loe melahirkan nanti."


Faysa mendekat dan memperkenalkan dirinya pada dokter Ratih.


" Silahkan Nona Faysa berbaring disini."


Faysa membaringkan tubuhnya dan dokter Ratih mulai memeriksa kandungannya.


" Gimana dok keadaan calon bayi kami?" tanya Gathan dengan antusias.


" Keadaan kedua calon bayi bapak dan ibu baik- baik saja dan perkembangannya juga bagus," jawab dokter Ratih.


" Iya dua, apa bapak dan ibu belum tahu jika calon bayi kalian kembar? Saya lihat tadi jenis kelaminnya sepasang tapi itu baru perkiraan saya pak. Oh ya apa Ibu Faysa ada keluhan?"


" Nggak ada dok, hanya saja nafsu makan saya sepertinya meningkat sekali. Saya sering lapar," jawab Faysa dengan agak malu.


" Tidak apa Bu, namanya juga hamil anak kembar. Yang penting tetap dikontrol juga supaya tidak berlebihan. Ini saya beri vitamin ya bu."


Gathan segera membawa Faysa ke sel istimewanya selesai priksa.


" Kak."

__ADS_1


" Kenapa loe nggak bilang kalau anak kita kembar?"


" Karna Kakak selalu saja marah," jawab Faysa dengan mata yang memerah.


" Tapi tetep aja loe harus kasih tahu gue karna gue adalah bapaknya!"


" Sudah Kak jangan marah terus nanti anak kita bisa takut."


" Anak kita masih didalem jadi jangan mengada- ngada. Kenapa muka loe kayak gitu?" tanya Gathan yang melihat ekspresi aneh dari Faysa.


" Ehmm Kak boleh saya minta sesuatu?"


" Ya, cepetan bilang."


" Ehmm, sepertinya mereka ingin ditengok kamu Kak," jawab Faysa dengan malu- malu.


" Hah! Maksud loe?"


" Bi bisakah kita melakukannya Kak tapi sungguh itu bukan keinginan saya. Saya tidak pernah merasa seperti ini," jawab Faysa yang juga bingung dengan keinginannya itu.


" Baiklah gue kabulin dan ini juga demi anak kita. Tapi hari ini gue capek banget jadi loe aja ya yang diatas," jawab Gathan dengan senyum tipis yang coba ia tahan.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2