
Toni berjalan mendekati istrinya yang tengah berbaring diranjang.
" Mah, hari ini papa harus pulang karna ada pekerjaan penting yang harus papa selesaikan sendiri."
" Kenapa mendadak pah? Memang Gathan tidak bisa mewakili papa?"
" Gathan sedang pergi keluar kota ma, lagi pula papa pulang sekalian nengok Angel dan dua cucu kita."
" Ahh iya pa, mama juga sudah sangat merindukan kedua cucu kita itu."
" Kalau mereka mau, papa akan mengajak mereka kesini bukannya sebentar lagi libur sekolah."
" Ya sudah papa hati-hati yah."
Siang itu Toni langsung melakukan penerbangan menuju Indonesia. Begitu sampai bandara, Toni langsung menyuruh supir untuk mengantarkannya ke rumah Gathan.
" Bagaimana dengan rencana yang sudah kita buat Jim?"
" Semua sudah matang Tuan, tinggal kita jalankan saja."
" Baguslah, aku pastikan mereka akan terpisah selamanya. Aku tak sudi jika harus punya menantu lagi seperti dia, bisa hancur reputasiku."
Tak lama mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dikediaman Gathan.
" Gafa,Dini! Ini opa datang!" teriak Toni sambil mencari keberadaan dua cucunya.
Dua anak kecil yang merasa mendengar suara sang kakek pun sontak berlari turun tangga.
" Kakek!" panggil Dini dan Gafa bersamaan.
__ADS_1
Toni pun segera menyambut mereka dengan pelukan untuk melepas rindu.
" Oma mana kok opa sendirian?"
" Oma masih belum bisa pulang sayang. Kalian kangen oma?"
Gafa dan Dini pun mengangguk bersamaan.
" Kalau kangen gimana kalau kita ke Singapur untuk nengok oma?"
" Tapi nanti papa gimana opa?"
" Papa kan lagi ke Yogya, kalian ikut opa saja sekalian liburan. Biar nanti opa yang telfon papa."
" Yeeyyy....kita liburan," ucap Gafa dan Dini girang.
Faysa berjalan dengan gontai menuju kosnya. Sudah beberapa hari ia tidak bertemu dengan kedua anaknya. Rasa rindu dan permasalahan menyangkut Gathan dan Rosan semakin membuat badan Faysa terasa lemas.
Mata Faysa berkedip-kedip karna seperti melihat dua orang yang sedang duduk diteras kosnya. Setelah semakin dekat Faysa begitu terkejut melihat dua orang yang kini berada dihadapannya.
" Slamat malam nona Faysa, anda masih ingat saya?" sapa Jimmy.
" Anda kan..." Faysa tak meneruskan ucapannya saat mengingat pria dihadapannya ini adalah orang suruhan keluarga Gathan yang dulu menginterogasinya bahkan menyayat lengannya.
Mengingat itu semua membuat tubuh Faysa bergetar.
" Perkenalkan nona, ini adalah Tuan Toni. Beliau adalah orang tua dari tuan muda Gathan.
Faysa yang kembali terkejut pun melirik kearah Toni yang terlihat sangat berkuasa dan menatapnya secara tajam.
__ADS_1
" Saya hanya ingin memperingatkan kamu untuk jangan mendekati anak dan cucu saya lagi. Jangan pernah abaikan ancaman saya atau kamu akan mengalami hal yang tidak pernah kamu bayangkan bahkan lebih dari saat kamu dipenjara."
Setelah mengatakan itu Toni pun berlalu dari hadapan Faysa.
" Oh ya nona, didalam kamar anda ada seorang teman yang mungkin sangat membutuhkan bantuan anda," ucap Jimmy saat akan melewati Faysa.
Faysa yang khawatir pun langsung membuka kamar kosnya dan mendapati Rosan yang tengah berguling-guling diatas ranjangnya seperti orang gelisah. Penampilan Rosan yang acak-acakan pun membuat Faysa semakin khawatir.
" Bapak kenapa?"
Rosan menolehkan wajahnya dan dapat Faysa lihat tubuh Rosan yang penuh keringat dengan mata berwarna merah.
" Faysa tolong aku," ucap Rosan yang merasakan panas ditubuhnya semakin menjadi saat melihat Faysa.
Tanpa berkata lagi Rosan langsung menarik tangan Faysa dan menidurkannya diranjang.
" Apa yang ingin Bapak lakukan?" tanya Fsysa takut karna melihat Rosan tak seperti biasanya.
" Maafkan aku Faysa tapi kumohon tolonglah aku dari siksaan ini. Aku tidak tahu tapi yang jelas saat ini aku sungguh menginginkanmu."
Rosan langsung menindih Faysa dan berusaha mencium Faysa. Bahkan Rosan yang sedang terbakar gairah itu tak segan merobek baju Faysa.
Jeritan dan tangisan Faysa sepertinya tak mampu menyadarkan Rosan dari aksinya itu.
Didalam mobil, tampak Toni yang tersenyum melihat video siaran langsung yang diputar Jimmy.
" Matikan Jim, rencana pertama sudah selesai," ucap Toni sambil tersenyum miring.
bersambung....
__ADS_1