
Gathan menuntun Faysa menuju kamar yang dulu ia tempati saat masih tinggal bersama orang tuanya.
" Ayo masuk," ajak Gathan setelah membuka pintu.
Faysa masih diam saat Gathan menarik tangannya.
" Kenapa?"
" Aku nggak mau masuk kak," ucap Faysa ragu.
Gathan tersenyum lalu mendekati Faysa.
" Tenang aja, aku nggak akan macam-macam sama kamu meskipun aku ingin."
" Kaa...k," panggil Faysa kesal.
" Ayo masuk, kita perlu bicara berdua mumpung Gafa sama Dini masih sama Angel."
Akhirnya Faysa mengikuti Gathan masuk kedalam kamar. Faysa mengedarkan pandangannya menyusuri tiap sudut kamar yang terlihat maskulin.
" Ini kamar kakak?"
" Iya, ini dulu kamar aku. Ayo duduk sini!" ucap Gathan sambil menepuk sofa disebelahnya.
Faysa duduk disebelah Gathan dan mengambil jarak agar tak terlalu dekat.
__ADS_1
" Kakak mau bicara apa?"
" Aku ingat cerita Angel kemarin tentang temannya dan aku benar-benar nggak nyangka kalau yang Angel bicarakan adalah kamu. Angel bilang kamu diusir dari rumah, kenapa?"
" Mas Rosan dan ibu mertuaku tahu kalau aku dulu seorang napi kak dan itu menyebabkan ibu syok hingga dilarikan kerumah sakit. Mas Rosan marah dan menganggapku pembohong lalu mengusirku kak."
" Kurang ajar! Berani sekali dia mengusirmu tanpa mendengar penjelasan darimu terlebih dahulu!"
" Ini juga salahku kak karna dulu tidak mengatakannya pada mas Rosan. Aku hanya tidak ingin mengingat masa kelamku saat dipenjara kak. Aku dipukuli, tubuhku disundut rokok, disetrum bahkan disuntik narkoba. Aku nggak mau mengingatnya lagi kak," ucap Faysa sambil tersedu.
Gathan yang mendengar penuturan Faysa membuat dadanya makin terasa sesak. Tak ia sangka perbuatannya dulu membuat hidup seorang Faysa menjadi suram.
" Maafkan aku Fay, ini semua salahku. Aku sungguh menyesal."
" Kamu tenang ya, aku akan membawa kamu pergi dari sini karna ini bukan tempat yang aman buat kamu."
" Tapi aku harus tinggal dimana kak? Aku tidak mungkin mengusir orang yang mengontrak rumahku dulu."
" Aku ada tempat untuk kamu. Aku jamin kamu akan nyaman tinggal disana."
" Terima kasih kak."
" Jangan bilang begitu. Apa yang aku lakukan ini tidak akan mampu menebus dosaku sama kamu. Sekarang kita turun dan beresi barang-barang kamu."
Mereka berdua pun turun dan Gathan meminta pelayan untuk membereskan barang milik Faysa.
__ADS_1
Gathan mengajak Faysa dan kedua anaknya menuju rumah kecil yang dibelinya itu.
Tak lama Gathan sampai ditempat yang ia tuju. Rumah kayu bertingkat dengan taman bunga yang berada dipekarangan rumahnya.
" Pah ini rumah siapa?"
" Ini rumah papa sayang. Papa sengaja membelinya untuk tempat singgah jika sedang bosan. Ayo kita masuk."
Gathan mengajak Faysa dan kedua anaknya berkeliling rumah. Dini tampak senang karna dirumah itu banyak bunganya.
" Fay, ini kamar kamu. Kamu bisa tidur disini."
" Iya kak," jawab Faysa lesu.
" Ada yang kamu pikirkan lagi?"
" Aku hanya sedih karna mas Rosan sama sekali tidak mau menjawab panggilan telfonku."
" Sudah, laki-laki seperti itu tidak usah kamu pikirkan lagi. Dia itu sok suci dengan menghinamu yang mantan napi. Dia sendiri tidak ingat sudah melakukan kejahatan terhadap kamu dengan memperkosamu. Bahkan aku yakin ibunya sendiri tidak tahu penyebab ia cepat menikahi kamu!"
" Aku hanya ingin kami bicara dan menyelesaikan semuanya."
" Jangan pikirkan itu dulu, tenangkan diri kamu dulu disini."
bersambung.....
__ADS_1