Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 46


__ADS_3

Gathan mencium bibir Faysa dengan lembut setelah mengeluarkan cairannya kedada Faysa. Gathan tampak tersenyum melihat dada Faysa yang jadi belepotan karena ulahnya.


" Kak Gathan," kesal Faysa dengan apa yang diperbuat Gathan.


" Kenapa?"jawab Gathan dengan santai.


" Kok dikeluarin disini sih Kak?" protes Faysa sambil mengelap dadanya dengan sarung bantal.


" Nggak usah sok jijik gitu, bukannya perut loe jadi buncit itu juga karna kinerja cairan gue?"


" Ya tapi kan nggak harus ditumpahin disini juga Kak," jawab Faysa sambil melangkah kearah kamar mandi.


Gathan mengikuti Faysa yang ingin membersihkan diri. Dilihatnya Faysa yang sedang membersihkan dadanya dengan sabun sambil memanyunkan mulutnya.


Gathan mendekati Faysa lalu merebut sabun yang sedang digunakan Faysa.


" Nggak usah masang wajah sok bete gitu! Udah sini gue bersihin."


Faysa tak memprotes dan membiarkan Gathan menyabuni dirinya hingga mereka pun mandi berdua.


Faysa sudah selesai berpakaian dan melihat Gathan yang masih menggunakan handuk dipinggangnya.


" Kak, kok belum pakai baju?"


" Bantuin gue berpakaian. Tangan gue pegel semua gara-gara buat nopang loe tadi," jawab Gathan sambil menggerakkan tangannya.


Faysa meminta Gathan berdiri lalu memakaikan baju pada Gathan untuk pertama kalinya.

__ADS_1


" Kakak jangan nyalahin saya kan tadi Kakak yang pengen lagi padahal saya nggak mau?"


" Tapi tadi tangan loe nyenggol- nyenggol ini terus ya wajar aja kalau gue jadi pengen lagi! Lagian loe nggak ada hak buat nglarang gue nengokin mereka."


Faysa memilih diam dan melanjutkan kegiatannya hingga Gathan selesai berpakaian. Mereka duduk berdua diatas ranjang dengan Gathan yang sibuk dengan laptopnya untuk mengecek email yang dikirimkan Raka.


" Kak."


" Hmm."


" Kakak kapan balik ke Singapur?"


" Kenapa? Loe ngusir gue? Loe terganggu dengan kedatangan gue?" tanya Gathan sambil melotot.


" Nggak Kak, saya cuma khawatir karna Kak Gathan meninggalkan kerjaan Kakak disana."


" Istri? Kakak masih menganggap saya istri Kakak?" tanya Faysa dengan ekspresi tidak percaya.


" Ya...ya masihlah, kan gue belum nyeraiin loe," jawab Gathan dengan gugup.


" Jadi Kakak udah nggak marah sama saya soal Bayu?"


" Ya tentu aja gue marah karna loe berdekatan sama dia, loe pelukan sama dia, loe bergantung sama dia bahkan loe selalu menyanjung dia!" teriak Gathan tepat didepan muka Faysa.


" Kak jangan marah, saya hanya memastikan kalau Kakak udah nggak marah sama saya," ucap Faysa sambil mengusap lengan Gathan.


" Makanya loe nggak usah bahas dia bikin mood gue ancur tau nggak!"

__ADS_1


Faysa memegang dagu Gathan lalu menciumi seluruh wajah Gathan dengan lembut.


" Saya minta maaf ya Kak."


Gathan membuka matanya setelah menikmati sapuan lembut bibir Faysa diwajahnya.


" Gue cabut sekarang," kata Gathan setelah membalas ciuman dari Faysa.


****


Toni begitu kaget setelah membaca laporan yang diberikan Jimmy mengenai Faysa.


" Jadi ini yang membuat Gathan mendadak pulang ke Indonesia?"


" Jadi apa yang akan Tuan besar lakukan selanjutnya?" tanya Jimmy.


" Aku benar-benar tidak menyangka jika Gathan akan berbuat sejauh ini dengan gadis itu. Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama Jim, aku tidak ingin Gathan jatuh dalam permainannya sendiri," ucap Toni dengan gusar.


" Tapi Faysa sedang hamil dan kita tidak mungkin bisa berbuat lebih jauh."


" Aku tahu Jim, bagaimana pun juga bayi dalam kandungannya adalah cucuku. Mungkin aku bisa menerimanya tapi tidak dengan ibunya. Untuk sementara aku akan membiarkannya hingga Gathan sendiri yang akan berkata jujur padaku."


" Jadi kita akan membiarkannya Tuan besar?"


" Yah, untuk sementara. Karna dia sedang mengandung cucuku, aku akan memberikan dia keistimewaan kali ini."


Toni tersenyum tipis, dalam hatinya terbersit kebahagiaan karna akan menimang cucu. Begitu juga dengan Sintia, dia sangat yakin jika istrinya itu pasti akan lebih antusias menyambut cucu pertama mereka.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2