Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 54


__ADS_3

Setelah beberapa hari, Gathan datang lagi ke rumah sakit dengan membawa menu makan siang ikan goreng yang ia beli tadi.


Ceklek


Gathan masuk ke ruangan Faysa dan mendapati Faysa yang tengah fokus menatap kearah luar dari jendela hingga tak menyadari kedatangannya.


Gathan meletakkan kantong makanan diatas meja lalu berjalan mendekati Faysa.


" Lihat apa sih?" tanya Gathan yang langsung membuat Faysa kaget.


" Kak Gathan kapan datangnya? Kok saya nggak lihat?" tanya Faysa.


" Makanya loe jangan sibuk ngelamun sampai nggak denger gue buka pintu! Lagi ngapain sih sebenarnya?"


Faysa menarik tangan Gathan agar lebih dekat dengannya.


" Kakak lihat keluarga itu?"


" Hemm, emangnya kenapa? Loe kenal sama mereka?"


" Nggak Kak, cuma saya kepengen aja seperti mereka. Pulang dari sini dijemput keluargannya, istri yang menggendong bayinya dan suaminya yang sibuk menenteng bawaan. Seandainya anak-anak kita masih ada, pasti saya pulang dari sini sambil menggendongnya dan Kakak menggendong yang satunya lagi," ucap Faysa dengan raut muka sedih.


" Udahlah Fay loe jangan kayak gini terus. Mending loe makan dulu, gue udah bawain ikan goreng kesukaan loe," ucap Gathan lalu menggandeng tangan Faysa.


Gathan mendudukkan Faysa sofa lalu mulai menyiapkan makanan kepiring.


" Kak harusnya saya yang nglayani Kakak," ucap Faysa yang merasa tidak enak karena Gathan melayani makannya.

__ADS_1


" Nggak masalah sekali-kali, mumpung gue lagi baik. Ayo buka mulut loe," pinta Gathan yang akan menyuapi Faysa.


Perlakuan manis dari sang suami sedikit bisa mengurangi rasa sedih Faysa atas kepergian kedua anaknya.


" Lagi makannya?" tanya Gathan ketika suapan terakhir.


" Udah Kak, udah kenyang. Makasih ya Kak," ucap Faysa sambil tersenyum manis.


" Ini minum dulu trus loe sikat gigi biar nggak bau ikan," kata Gathan sambil menyodorkan segelas air putih.


Faysa meminum air yang diberikan Gathan lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan giginya.


Setelah yakin giginya bersih dan bau nafasnya yang segar, Faysa segera keluar dari kamar mandi. Begitu keluar, Faysa sangat kaget karena Gathan sudah berdiri didepan pintu.


" Kakak ngapain kok berdiri disini?"


Gathan langsung mendorong Faysa kedinding lalu ******* bibir mungil Faysa dengan agak kasar hingga membuat Faysa merintih.


" Kak," panggil Faysa ketika Gathan sudah menurunkan ciumannya kedaerah leher dengan satu tangannya yang mulai merabai tubuhnya.


" Kak ingat saya belum 40 hari," ucap Faysa mengingatkan Gathan yang tengah dilanda hasrat.


" Iya gue tahu. Loe masih pakai pembalut?"


" Nggak, darahnya yang keluar cuma tinggal dikit-dikit."


" Tempelin ya?"

__ADS_1


" Tapi Kak...," ucap Faysa namun bibirnya kembali dilumat Gathan namun kali ini lebih lembut.


" Cuma ditempelin dan digesekin dari luar," ucap Gathan menyakinkan Faysa.


Gathan menarik tangan Faysa dan menidurkannya diatas ranjang. Gathan melucuti baju Faysa hingga menyisakan ****** ********.


Gathan mulai menindih dan menjamah tubuh Faysa. Gathan menggesekkan miliknya sambil bertatapan dengan Faysa. Bayangan Faysa yang sedang dipeluk Bayu kembali melintas dipikiran Gathan hingga menutup kedua matanya dan mencoba melupakan hal itu.


" Kenapa Kak?" tanya Faysa karna Gathan menghentikan aksinya.


Gathan bangkit dari tubuh Faysa lalu duduk disisi ranjang. Faysa menutupi tubuhnya dengan selimut lalu ikut duduk disamping Gathan.


" Kata dokter besok loe udah bisa pulang. Loe akan tetap berada di rutan Wasila tapi loe nggak akan lagi dapet fasilitas mewah seperti kemarin- kemarin."


" Iya Kak saya tahu karena memang seharusnya begitu," ucap Faysa pelan.


Gathan memakai baju dan celananya kembali dengan terburu-buru hingga membuat Faysa heran.


" Pakai lagi baju loe dan besok gue bakal ngasih tahu keputusan gue," ucap Gathan sambil membelai pipi Faysa.


" Keputusan? Apa maksudnya Kakak akan..," Faysa tak melanjutkan ucapannya karna Gathan menutup mulutnya dengan jari.


Gathan mengambil baju Faysa lalu memakaikannya kembali. Gathan menggenggam kedua tangan Faysa lalu mengecupnya.


" Gue akuin gue mulai cinta sama loe Fay bahkan gue begitu emosi tingkat tinggi karna cemburu nglihat loe dipeluk lelaki lain. Gue menganggap ini adalah perasaan gue yang sebenarnya karna gue nggak pernah begini ke cewek- cewek gue dulu. Gue pulang dulu."


Gathan kembali mencium singkat bibir Faysa sebelum pergi.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2