
Faysa tertegun ketika tahu jika Rosan membawanya kesebuah restoran.
” Pak, kenapa kita kesini?”
“ Temani saya makan siang.“
“ Tapi Pak...“
“ Ssttt, nggak ada tapi-tapian. Lihat muka kamu sudah pucat begitu. Ayo masuk.”
Akhirnya Faysa pun menuruti keinginan bosnya yang mengajak makan bersama. Setelah mereka masuk, seorang pelayan memberikan buku menu untuk mereka.
” Kamu mau pesan apa?” tanya Rosan.
Faysa melihat menu dan daftar harga per menunya yang terbilang mahal untuk dirinya hingga ia menjadi bingung karena hampir tak ada yang murah.
Rosan yang mengerti pun langsung merebut buku menu dari tangan Faysa.
“ Tidak usah lihat harganya, pesan saja yang kamu mau.“
“ Sa...saya pesan nasi goreng sea food sama jus jeruk Pak.“
“ Catat pesanannya dan tolong tambahkan menu spesial hari ini,“ ucap Rosan pada pelayan.
Tak lama, dua orang pelayan mulai menyajikan beberapa menu makanan kemeja mereka hingga membuat Faysa terheran.
“ Pak, ini banyak sekali. Bagaimana nanti kalau tidak habis,” ucap Faysa khawatir.
” Bungkus dan bawa pulang saja nanti,” ucap Rosan santai.
Mereka berdua pun mulai menyantap makan siang hingga Faysa merasa kenyang.
“ Pak, saya ijin ke toilet sebentar.”
” Oke.”
Faysa pun berdiri dan melangkahkan kakinya kearah toilet.
Sementara itu di lantai 2 disebuah restoran yang sama tampak Gathan dan kedua anaknya yang baru saja menikmati makan siang.
” Pah, Dini mau pipis.“
__ADS_1
” Ya udah yuk papah anterin.”
“ Ndak usah Pah, biar Gafa yang anterin Dini.“
“ Ya udah tapi kalian hati- hati yah.”
” Ya Pah,” jawab kedua anak itu bersamaan sambil berlalu pergi.
Gafa dan Dini menuju toilet yang berada di lantai 1.
“ Gafa cepetan, aku udah kebelet bange,“ucap Dini sambil berlari.
” Din, kamu jangan lari nanti jatuh,“ ucap Gafa memperingati.
Karena buru-buru Dini pun langsung masuk kepintu toilet hingga ia menabrak seseorang.
Dukkk
” Aaww,“ teriak Dini yang terjatuh dilantai hingga kepalanya membentur wastafel.
Faysa yang kaget pun langsung menghampiri anak kecil yang menabraknya.
“ Duh tante dahiku sakit tapi aku juga kebelet, nanti kalau aku ngompol gimana?”
“ Tante bantuin ke toilet ya,“ ucap Faysa lalu menggendong Dini dan membantunya ke toilet.
Setelah selesai, Faysa mendudukkan Dini dikursi lalu mengobati luka yang ada dipelipis Dini dengan hati-hati.
“ Sudah selesai nih, nggak boleh nangis lagi ya nanti cantiknya jadi ilang,“ ucap Faysa sambil mengusap kepala Dini dengan hangat.
Kenapa aku merasa aneh ya? Gumam Faysa dalam hati.
“ Makasih ya, Tante baik banget cantik lagi,” puji Dini yang membuat Faysa tersipu.
“ Makasih ya Tante karna Tante udah ngobatin lukanya Dini dan ndak marah,“ ucap Gafa.
” Iya sama-sama, kalian berdua manis sekali. Kalian juga mirip.”
” Kita saudara kembar Tante.“
Degg
__ADS_1
Ya Allah kalau kedua anak kembarku masih hidup pasti mereka sudah sebesar kedua anak ini.
“ Tante, Tante kok ngelamun?”
” Iya Tante ndak boleh ngelamun lo nanti bisa kemasukan setan.“
Faysa tersenyum mendengar ucapan polos Dini yang terdengar lucu.
“ Tante nggak ngelamun kok. Oh ya lain kali kalau mau pergi minta tolong ditemeni ayah atau bunda ya biar kalian aman.“
“ Iya Tante,“ jawab keduanya.
“ Ya udah Tante anterin keorang tua kalian. Sini biar Tante gendong kalau masih sakit.”
Faysa pun menggendong Dini dan mengantarkannya ke lantai 2.
Kenapa rasanya hangat sekali? Apa seperti ini rasanya menggendong anak.
“ Itu meja aku Tante,“ ucap Dini.
” Tapi kok kosong sayang,“ jawab Faysa.
“ La itu papa kita baru telfonan,“ jawab Gafa.
Faysa melihat seorang laki- laki yang tengah sibuk telfonan dan hanya terlihat punggungnya.
” Ya udah Tante pergi, ingat ya kalian harus hati- hati.”
Sedangkan dibawah tampak Rosan yang khawatir karna Faysa tak kunjung kembali.
“ Pak maaf saya lama ya?“ ucap Faysa mengejutkan Rosan.
“ Ya ampun Faysa kamu dari mana saja?”
“ Maaf Pak tadi ada sedikit hal yang harus saya kerjakan.“
“ Ya sudah ayo kita pulang dan bawa semua kantong plastik ini.”
Faysa pun membawa kantung plastik yang berisi banyak makanan yang dipesan tadi.
bersambung....
__ADS_1