
Gathan membuang muka begitu sadar dengan apa yang ia ucapkan barusan. Dia tak bermaksud menghina Faysa tapi entah mengapa dirinya begitu tak trima bila mengingat saat ada laki-laki lain yang memeluk Faysa.
Gathan melirik Faysa yang menatapnya dengan sorot mata terluka. Bahkan air bening yang menggenang dimata Faysa kini sudah jatuh membasahi pipi mulusnya.
Tangan Gathan bergerak keatas ingin menghapus air mata Faysa tapi ia urungkan niatnya itu karna merasa ragu.
" Kak, apa boleh saya beristirahat?" tanya Faysa hati-hati namun Gathan hanya diam saja dan terkesan enggan menjawab.
" Kak, laki-laki yang Kakak lihat waktu itu namanya Bayu. Dia satu-satunya teman saya dan kami juga bertetangga. Dia..."
"Terus ngapain kemaren dia meluk-meluk loe segala?"tanya Gathan dengan menahan amarahnya karena Faysa membahas laki-laki brengsek itu.
" Dia...dia mau nglamar saya Kak setelah saya keluar dari sini," jawab Faysa yang tentu saja membuat Gathan semakin marah karena telah ada yang berani mengusik miliknya.
" Mulai sekarang gue nggak ngijinin loe buat berhubungan sama dia lagi! Kalau sampai itu terjadi, jangan salahin gue kalau terjadi sesuatu sama dia. Paham kan loe?"
Faysa hanya menganggukkan kepalanya tanpa berani menatap kearah Gathan yang sedang tersulut amarah.
" Udahlah kita nggak perlu membahas keparat itu lagi. Gue capek, pijitin gue sekarang!" pinta Gathan lalu melepas jaket dan kaosnya.
__ADS_1
Gathan membaringkan tubuhnya diatas tempst tidur dengan posisi tengkurap. Faysa menatap punggung suaminya lalu mulai memijatnya dengan hati-hati.
" Pakai tenaga dong Fay mijitnya, jangan lembek gitu," protes Gathan.
"Maaf Kak, mungkin tubuh Kakak terlalu keras jadinya nggak krasa pijatan saya."
Gathan membalik tubuhnya hingga menampilkan roti sobeknya yang putih lalu menarik tubuh Faysa hingga jatuh dipelukannya. Tangannya bergerak menelusup kedalam perut Faysa.
" Kak..."
" Biar gue aja yang mijitin loe," bisik Gathan sambil memainkan daun telinga Faysa dengan bibirnya.
" Auww Kak punggung saya sakit," rintih Faysa saat Gathan mulai menekan tubuhnya.
Gathan yang baru sadar akan luka dipunggung Faysa langsung turun dari tubuh istrinya itu.
" Ehmm gue lupa Fay," ucap Gathan lalu memiringkan tubuh Faysa lalu memeluknya dari belakang.
" Dari belakang aja ya Fay," ucap Gathan lalu menyatukan miliknya.
__ADS_1
Gathan menggerakkan tubuhnya maju mundur sambil menatap luka-luka lecet dipunggung Faysa yang belum terlalu kering. Spontan Gathan menciumi punggung Faysa sambil memejamkan matanya, seperti ada rasa menyesal dihatinya.
Faysa merasakan kehangatan dan kelembutan dalam diri Gathan kali ini. Faysa berusaha menahan perasaannya, jangan sampai ia jatuh cinta pada suaminya sendiri.
Ditengah lamunannya, tiba-tiba Gathan meraih wajahnya lalu mencium bibirnya.
" Kak..."
" Sekarang loe mandi dulu, bentar lagi gue mau pulang karna besok gue harus ke Bandung buat meeting."
" Kak Gathan udah nggak kuliah?" tanya Faysa penasaran.
" Ya masihlah, ini lagi tahap skripsi. Kalau masalah kerja dari SMA gue juga udah terjun langsung ngelola perusahaan."
" Wah kak Gathan hebat ya! Dari SMA udah kerja, saya pikir Kakak kayak anak orang kaya lainnya yang hanya bersenang-senang," ucap Faysa bangga pada suaminya.
Gathan yang baru kali ini melihat wajah Faysa yang sedang tersenyum pun merasa hangat.
" Jelas dong loe harus bangga sama gue," kata Gathan sambil mengacak rambut Faysa yang terasa halus.
__ADS_1
bersambung...