Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 107


__ADS_3

Windy tersenyum penuh kemenangan saat mengambil kertas yang baru saja ditanda tangani Gathan.


Windy menoleh kearah Gathan dan membelai pipinya yang terlihat lebam.


" Terima kasih sayang, kamu sangat berbakti pada orang tuamu, hahaha...."


Gathan menatap sinis kearah Windy. "Sekarang cepat bawa papa dan mamaku kerumah sakit! Aku tidak akan membiarkanmu hidup jika papaku tak tertolong!"


" Wow aku takut sekali. Tenang saja aku tidak sejahat itu, aku akan membagi sedikit hartaku untuk biaya rumah sakit kalian," ucap Windy sambil berlalu pergi.


" Tunggu," panggil Gathan menghentikan langkah Windy.


" Kenapa sayang?"


" Aku ingin kita bercerai! Aku sudah tidak sudi mempunyai istri ular sepertimu!"


Windy yang marah mendengar ucapan Gathan langsung mengambil botol wine yang sempat diminumnya tadi. Dengan cepat ia memukulkan botol tersebut kekepala Gathan.


" Arghh..." teriak Gathan dan darah segar langsung mengalir dari pelipisnya.


" Seharusnya aku yang ngomong gitu bukan kamu! Ingat ya Gathan sekarang kamu sudah jadi pria miskin jadi jangan sekali-kali kamu coba menghinaku lagi!"


Gathan membuka matanya dan menyadari jika dirinya saat ini sedang berada dirumah sakit.


" Kak kamu sudah sadar," ucap Faysa bahagia saat melihat Gathan telah membuka matanya.


" Faysa, kamu disini," ucap Gathan pelan sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.


" Kakak jangan gerak dulu, biar aku panggilkan dokter," ucap Faysa sambil beranjak namun tangannya ditarik Gathan.


" Kenapa kak?"

__ADS_1


" Jangan pergi, temani aku disini."


Faysa duduk kembali disisi ranjang Gathan. Ia begitu sedih melihat pria arogan dihadapannya yang kini terlihat lemah. Tanpa sadar air matanya pun turun membasahi pipi mulusnya.


Gathan mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata Faysa. " Jangan menangis, aku tidak apa-apa. Aku tidak akan mati hanya karna ini."


" Kak jaga bicaramu,aku tidak suka kamu bicara begitu!" ucap Faysa kesal.


" Iya, maaf ya sudah membuatmu menjagaku disini. Bagaimana dengan keadaan papa mamaku Fay?"


" Mama baik kak, tapi papanya kak Gathan belum sadarkan diri. Sebenarnya apa yang terjadi kak?"


" Windy yang sudah melakukan semua ini Fay dan dia juga sudah mengambil seluruh harta keluargaku. Sekarang aku sudah jadi pria miskin, aku tidak punya apa-apa lagi. Aku bingung bagaimana nanti dengan nasib anak-anak kita," ucap Gathan yang membuat Faysa kaget.


" Sudah ya kak, kakak jangan pikirkan itu dulu. Yang terpenting sekarang kakak harus sembuh dulu baru berjuang lagi untuk keluarga."


Gathan menatap wajah Faysa yang terlihat tulus dan begitu menenangkan.


" Terima kasih Fay karna kamu sudah mau menemaniku dan tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini."


" Aku tidak butuh bantuanmu Fay, aku butuh diri kamu dalam hidupku walaupun mungkin semua sudah terlambat."


Faysa menatap Gathan namun terhenti saat ponselnya bergetar. Faysa membaca pesan yang masuk keponselnya dengan mata berkaca-kaca.


" Kenapa Fay?"


" Ehmmm...ini dari mas Rosan, dia bilang besok akan datang surat dari pengadilan agama untukku."


" Maksudnya...kamu sama Rosan mau bercerai?"


" Iya kak, mas Rosan kecewa terhadapku dan dia bilang sudah menemukan wanita yang jauh lebih baik dariku."

__ADS_1


Gathan tampak merasa lega mendengar ucapan Faysa yang akan bercerai dari suaminya tapi dirinya juga merasa tidak percaya diri dengan keadaannya saat ini.


****


Gathan sudah pulang dari rumah sakit. Kini ia tinggal dirumah yang sempat ditempati Faysa dulu. Rumah itu ia beli bukan atas namanya jadi dia masih bisa menyelamatkannya dari kemarukan Windy.


" Dek, kita kerumah sakit yuk hari papa sudah boleh pulang."


" Kakak saja sendiri, aku malu jika nanti dijalan bertemu dengan teman-temanku dan mereka tahu keadaanku sekarang!"


" Ya sudah kamu dirumah saja jagain mama. Kakak pergi dulu."


Gathan keluar dari rumahnya, ia memeriksa dompetnya dan hanya tinggal selembar uang berwarna biru. Ia bingung bagaimana caranya membawa sang papa pulang kerumah jika uangnya hanya tinggal segitu. Untuk membayar taksi pun pasti kurang.


Gathan memijat kepalanya yang terasa pusing. Dulu dalam sehari saja ia bisa menghabiskan uang puluhan juta hanya untuk membeli barang branded yang dipakainya tapi sekarang?


Lamunan Gathan terhenti saat melihat seorang wanita turun dari taksi yang berhenti didepan rumahnya.


" Kak mau kemana?" tanya Faysa memecah lamunan Gathan.


" Eh ini Fay, aku mau jemput papa. Hari ini dia pulang. Kamu nggak kerja?"


" Tadi aku ijin setengah hari kak karna aku harus menghadiri sidang terakhirku."


" Lalu bagaimana hasilnya?"


" Aku dan mas Rosan sudah resmi becerai kak. Aku kesini hanya ingin memberikan ayam goreng ini untuk Gafa dan Dini, kan kemarin mereka bilang ingin makan ayam goreng."


" Maaf Fay, aku jadi merepotkanmu. Aku benar-benar ayah yang tidak berguna bahkan hanya untuk membelikan ayam goreng untuk anak kita aku tidak sanggup."


" Kak jangan bicara seperti itu, apa yang aku berikan ini tidak sebanding dengan apa yang kakak berikan pada Gafa dan Dini sejak mereka lahir hingga sekarang. Aku temani kakak kerumah sakit ya?"

__ADS_1


Gathan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis.


bersambung....


__ADS_2