Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 53


__ADS_3

Gathan segera pergi ke rumah sakit setelah mendapat kabar kalau Faysa sudah siuman.


Ceklek


Gathan masuk ke ruangan Faysa dan mendapati istrinya yang tengah melamun.


" Hay," sapa Gathan.


Faysa yang melihat Gathan pun langsung antusias karna ingin mengetahui kabar anak-anaknya.


" Kak, anak kita dimana Kak?" tanya Faysa dengan tidak sabar.


Gathan hanya diam dan menatap Faysa yang menggucang badannya itu.


" Kak kenapa diam aja? Suruh suster bawa mereka kesini Kak, saya harus nyusuin mereka Kak. Kasihan mereka nggak bisa mendapat asi karna saya pingsan."


" loe udah bisa jalan kan?"


" Sedikit-sedikit Kak."


" Kalau gitu ikut gue sekarang," kata Gathan sambil menarik tangan Faysa.


" Kemana Kak?"


Tanpa menjawab, Gathan menggandeng tangan Faysa menuju keluar.


" Kak, pelan- pelan jalannya. Saya belum bisa jalan cepat- cepat," protes Faysa.


Gathan melepaskan tangan Faysa lalu menggendongnya hingga ke parkiran rumah sakit.

__ADS_1


Gathan memasukkan Faysa kemobil lalu dia membawa Faysa kesuatu tempat.


" Kak, apa kita mau pulang? Terus kenapa nggak ada polisi yang ngawal saya?"


" Loe bisa diam nggak sih Fay? Sekali lagi loe banyak tanya, gue bakal perkosa loe sekarang juga didalam mobil ini dan gue nggak peduli meskipun loe masih dalam keadaan nifas!" bentak Gathan yang langsung membuat Faysa terdiam.


Setelah menempuh satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah pemakaman yang cukup besar.


Faysa begitu bingung dan cemas karena Gathan membawanya ke tempat seperti ini.


Gathan kembali menggandeng tangan Faysa dan membawanya masuk kearea pemakaman. Gathan hanya diam dan tak menggubris pertanyaan Faysa yang menanyakan tujuan mereka kesini.


Gathan menghentikan langkahnya ketika mereka sudah sampai dimakam yang saling berdekatan.


" Si...siapa yang kita ziarahi Kak?" tanya Faysa dengan mulut bergetar.


" Kak jangan bilang kalau ini makam anak-anak kita! Kakak pasti bohong kan?" ucap Faysa dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


" Tapi itu kenyataannya. Sehari setelah loe pingsan, mereka mengalami sesak nafas lalu gue pindahin ke rumah sakit yang lebih bagus tapi sayangnya mereka nggak selamat."


Faysa langsung ambruk begitu mendengar penjelasan Gathan. Faysa meraba gundukan tanah kedua anaknya dengan tangan gemetar.


" Hiks....hiks...hiks, sayang kenapa kalian tinggalin bunda secepat ini. Harusnya bunda aja yang pergi jangan kalian," ucap Faysa sambil memeluk kedua nisan anaknya.


Gathan yang jadi gundah melihat kesedihan Faysa pun menarik tangan Faysa hingga berdiri.


" Kita pulang."


" Kak, anak kita Kak. Saya masih ingin menemani mereka Kak," tolak Faysa yang berusaha melepaskan tangannya.

__ADS_1


" Gue bilang pulang! Kita udah terlalu lama disini!" bentak Gathan.


" Kenapa Kakak teriak-teriak didepan makam anak-anak kita? Apa Kakak nggak sedih?" ucap Faysa kesal.


" Apa gue harus tunjukin kesedihan gue dengan menangis tujuh hari disini? Udah kita pulang, loe cukup doain mereka karna itu yang dibutuhin."


Akhirnya Faysa membiarkan dirinya digendong Gathan menuju mobil. Dalam perjalanan pulang, Faysa hanya diam dan terus menangis tanpa mengeluarkan suaranya.


Gathan menyetir sambil sesekali melirik Faysa yang berada disebelahnya. Gathan mencoba untuk mempertahankan diri dan tak ingin luluh dengan Faysa apapun keadaannya.


Sesampai di rumah sakit, Gathan kembali menggendong Faysa menuju ruangannya. Gathan merebahkan tubuh Faysa diatas ranjangnya.


Saat Gathan ingin pergi, tiba- tiba Faysa menahan tanggannya.


" Kak, mau kemana?"


" Gue mau cari makanan yang loe doyan biar loe nggak kurusan gini."


" Saya nggak pengen makan apa pun Kak. Kakak disini aja temenin saya, saya butuh seseorang Kak."


Gathan pun melepaskan sepatu dan jaketnya lalu ikut membaringkan tubuhnya disebelah Faysa.


Faysa langsung memeluk Gathan dan menyembunyikan wajahnya didada sang suami. Tangis Faysa kembali tumpah saat Gathan membalas pelukannya.


" Kak kenapa anak - anak kita yang pergi Kak? Kenapa bukan saya?"


Gathan mengeratkan pelukannya mendengar perkataan Faysa. Namun Gathan hanya diam dan mengelusi punggung Faysa untuk menenangkan dirinya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2