Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 49


__ADS_3

Tak terasa kehamilan Faysa kini sudah memasuki usia 9 lebih. Perutnya kini pun terlihat semakin membesar dan membuat Faysa terbatas dalam beraktifitas.


Didalam kamarnya, Faysa berjalan mondar- mandir untuk mempermudah proses melahirkan. Sesekali badan Faysa menegang menahan rasa sakit yang menyerang perut juga bagian punggung.


Faysa sudah merasakannya dua hari ini,padahal menurut HPL itu masih 5hari lagi.Faysa terduduk diranjang sambil mengusap perutnya dan kedua bayinya pun langsung bereaksi dengan menendangi perut Faysa.


" Ahh sayang kalian membuat bunda kaget. Apa kalian sudah ingin lahir hingga membuat bunda merasa sakit? Kalau iya, tentunya kalian pasti senang karna akan bertemu dengan ayah kalian," ucap Faysa.


Ceklek


Faysa segera menoleh kearah pintu begitu mendengar suara. Mata Faysa langsung berkaca-kaca melihat orang yang sangat dirindukannya akhirnya datang.


Jujur saja Faysa sangat ingin berlari dan memeluk suaminya itu. Namun ia takpunya keberanian jika mengingat pertemuan terakhir mereka.


Gathan mendekati Faysa saat ia melihat Faysa seperti menahan rasa sakit.


" Lo kenapa kok kayak nahan sakit gitu?"


" Dari kemarin perut sama punggung saya sakit Kak?" jawab Faysa meringis.

__ADS_1


" Loe udah mau melahirkan pasti. Terus kenapa loe nggak bilang ke petugas?"


" HPL saya masih lima hari Kak."


" Itu cuma perkiraan Faysa. Bisa aja meleset maju atau mundur. Udah sekarang loe ikut gue ke rumah sakit," ucap Gathan lalu menggendong Faysa menuju mobil.


Faysa menatap Gathan yang matanya lurus ke depan seperti tak ingin memandangnya.


" Kak, saya berat biar saya jalan aja."


" Jalan aja kesulitan pakai sok nggak mau digendong! Udah loe diem aja!"


Begitu didalam mobil, Faysa merasa rasa sakitnya bertambah.


Gathan yang tak tega melihat Faysa pun langsung memeluk Faysa sambil mengusap perutnya.


" Tahan ya, gue yakin loe pasti bisa melahirkan anak kita dengan selamat," ucap Gathan lalu mencium kening Faysa beberapa kali.


Faysa yang terharu pun hanya bisa mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


Begitu sampai di rumah sakit, Faysa langsung dibawa ke ruang persalinan yang ditangani langsung oleh dokter Ratih.


Dokter Ratih memeriksa jalan lahir Faysa dan ternyata sudah pembukaan 8.


" Wah Pak Gathan ini sudah pembukaan 8, tinggal menunggu 2 lagi hingga pembukaan sempurna dan bayi siap lahir."


" Berapa lama dok?"


" Kira- kira dua jam Pak. Oh ya ya suster tolong gantikan baju nona Faysa."


Setelah diganti baju dan ditutupi selimut, Faysa kini hanya berdua dengan Gathan. Faysa tampak diam dan hanya meneganggkan badannya apabila rasa sakit menyerangnya.


" Loe mau makan dulu Fay?" tanya Gathan sambil memijiti badan Faysa.


" Nggak Kak, tadi saya sudah makan. Masih berapa jam lagi Kak?"


" Masih satu jam lagi. Tahan ya, gue akan nemenin loe disini sampai semuanya selesai?"


" Iya Kak, saya hanya tidak sabar ingin melihat wajah kedua bayi kita Kak?"

__ADS_1


"Fay gue nggak tega melihat loe yang harus menahan sakit demi melahirkan anak kita. Gue nggak pernah terpikir hal ini Fay. Gimana perasaan loe kalau loe kehilangan bayi- bayi loe begitu mereka lahir. Maafin gue Fay, tapi gue juga nggak mau loe nyakitin hati gue terus yang nantinya akan berdampak pada anak- anak kita," gumam Gathan dalam hati sambil menghapus air matanya.


bersambung....


__ADS_2