Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 47


__ADS_3

Bayu keluar dari rutan candara dengan wajah kecewa. Lagi- lagi ia gagal mendapat informasi tentang keberadaan Faysa saat ini.


" Pasti Gathan yang turut andil dalam hal ini. Aku nggak akan biarin dia nyakitin Faysa lebih dalam lagi. Aku nggak boleh nyerah untuk menemukan Faysa," ucap Bayu sendiri.


Bayu duduk dibawah pohon sambil meminum kopi yang baru saja dibelinya diseberang rutan candara. Sesekali ia menyesap rokoknya untuk menghilangkan kestressannya.


" Permisi Mas, saya numpang duduk disini ya," ucap laki- laki asing itu.


" Oh iya Mas, silahkan," jawab Bayu sambil menggeser duduknya.


" Mas juga habis dari rutan ya? Tadi saya sempat lihat pas besuk adik saya?"


" Iya Mas cuma saya nggak bisa nemuin temen saya yang ditahan disini. Mereka bilang teman saya dipindah tapi mereka nggak pernah mau memberitahu teman saya dipindah kemana," ucap Bayu dengan lesu.


" Pantas saja saya lihat mukanya Mas lesu. Kalau Masnya berkenan, saya bisa membantu Mas untuk memperoleh informasi yang Mas butuhkan. Kebetulan teman saya jadi ketua sipir disini."


Bayu langsung menatap wajah orang yang baru saja dikenalnya itu dengan senyuman.


" Beneran Mas kalau anda bisa membantu saya?"


" Ya kalau bisa kenapa nggak, membantu orang itu tidak harus kenal kan Mas?"


" Oh ya saya sampai lupa berkenalan. Kenalkan nama saya Bayu?" ucap Bayu sambil mengulurkan tangannya.


" Saya Erman, besok kalau saya sudah mendapat informasi dari teman saya nanti saya kabari Mas Bayu."

__ADS_1


" Iya Mas Erman, boleh saya minta nomor hapenya Mas?"


Erman pun segera menyebutkan nomornya yang langsung dicatat Bayu. Setelah berbasa- basi, mereka berdua pun saling berpamitan.


Dua hari kemudian, Bayu sudah mendapatkan informasi mengenai Faysa. Bayu pun dengan semangat pergi ke rutan Wasila untuk menemui wanita yang dicintainya itu.


Setelah sampai disana, Bayu menunggu Faysa dengan hati berbunga-bunga.


" Bayu," panggil seseorang yang membuat Bayu kaget.


" Faysa," panggil Bayu sambil mendekati Faysa dengan tergesa.


" Kamu kok tahu aku disini Bay?" tanya Faysa heran.


" Yang jelas ada orang baik yang mau membantuku Fay hingga aku bisa menemukanmu. Aku yakin pasti Gathan ada dibalik semua ini."


“ Kenapa kamu bicara gitu ke aku Faysa?Suami kamu itu tidak mencintai kamu Fay, dia hanya ingin mempermainkan kamu dan membalas kamu. Dan aku akan melindungi kamu dari orang yang ingin menghancurkan kamu.“


“ Cukup Ba...“


“ Sudah Fay, aku nggak mau mendengarnya lagi. Aku akan melindungi kamu walau harus mengorbankan diriku sendiri,“ ucap Bayu yang langsung memeluk Faysa.


Faysa yang masih syok dengan kata-kata Bayu sampai tak sadar jika Bayu telah memeluknya.


Sementara itu, Gathan langsung datang ke rutan begitu mendapat informasi dari orang kepercayaannya. Gathan melangkah cepat dengan mata memerah dan tangan

__ADS_1


yang mengepal.


Nafasnya memburu menahan amarah yang bergejolak dihatinya. Amarahnya makin meningkat begitu melihat Bayu sedang memeluk istrinya.


Kali ini Gathan sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Gathan mendatangi mereka dan langsung menarik tangan Bayu.


Bughh...bughh...bughh


Tiga pukulan mentah langsung dilayangkan Gathan kewajah dan perut Bayu hingga laki-laki itu langsung tersungkur kelantai.


“ Bangun loe brengsek!Berani-beraninya loe nyentuh istri gue!“ bentak Bayu dan kembali melayangkan bogem kewajah Bayu.


Bayu tersenyum sinis mendengar perkataan Gathan.


“ Hah istri?Jadi loe nganggep Faysa istri loe?Suami macam apa loe yang ngebiarin istri loe mendekam dijeruji besi padahal dia sedang mengandung anak loe!“ sindir Bayu.


“ Itu urusan gue sama Faysa!Loe nggak usah ikut campur, “ucap Gathan lalu mendorong Bayu dengan keras hingga kembali terjatuh.


Faysa hanya bisa menjerit histeris melihat Gathan menghajar Bayu hingga wajah temannya itu lebam dan berdarah.


“ Kak sudah Kak, saya mohon jangan sakiti Bayu lagi. Kita bisa bicarakan ini baik-baik Kak,“ ucap Faysa sambil menangis.


“ Singkirin tangan loe dari gue!Untung loe hamil, kalau nggak gue pasti juga bakal ngasih pelajaran sama loe. Gue pastiin ini untuk terakhir kalinya Fay dan gue nggak mau baik- baik sama loe lagi. Sekalinya gue jatuh cinta tapi kenapa loe terus nyakitin hati gue Fay? Kenapa Fay?“


Gathan meninggalkan tempat itu tanpa peduli lagi dengan tangisan Faysa. Bahkan panggilan Faysa pun tak menghentikan langkahnya. Tanpa Faysa tahu, Gathan pergi dengan air mata yang menetes dipipinya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2