
Gathan merebahkan tubuhnya yang sudah penuh dengan keringat itu kesamping tubuh Faysa. Ia menarik selimut hingga kedada untuk menutupi tubuh polos mereka. Gathan terlihat cukup puas setelah menuntaskan hasratnya yang terpendam selama di Singapura.
Gathan meraba perut Faysa dan mengusapnya penuh kelembutan. Ia tak menyangka jika akan bertemu lagi dengan Faysa dalam keadaan perutnya yang membuncit.
" Faysa," panggil Gathan cukup lembut.
" Iya Kak," jawab Faysa sambil menolehkan kepalanya kearah samping.
Gathan menatap Faysa sambil tangannya merapikan rambut Faysa yang menutupi dahinya.
" Sejak kapan loe tahu kehamilan loe?"
" Sebelum Kakak pergi, saya merasa suka pusing dan badan saya lemes banget Kak lalu saya periksa ke klinik dan ternyata dokter Safa bilang kalau saya hamil dua minggu," terang Faysa.
" Terus kenapa loe nggak bilang gue?"
" Ehmmm, itu karna Kakak waktu itu Kakak marah banget sama saya sampai saya takut jadi saya mengurungkan niat untuk memberi tahu Kakak," jawab Faysa dengan menundukkan wajahnya.
Gathan menghela nafas panjang lalu membuangnya.
" Itu karna loe selalu membuat gue marah Fay! Loe selalu nggak bisa jaga perasaan gue! Trus kalau dia pengen makan sesuatu gimana?" tanya Gathan dengan kembali mengusap perut Faysa.
__ADS_1
" Selama saya hamil, Bayu lebih sering mengunjungi saya Kak. Dia sering membawa aneka buah-buahan dan kadang juga makanan tertentu yang saya inginkan."
" Bayu tahu loe hamil, maksud loe apa Bayu juga tahu tentang pernikahan kita?" tanya Gathan yang sudah kembali terpancing emosinya.
Faysa kembali melihat mata merah Gathan yang menunjukkan bahwa ia sedang kesal.
Ia langsung memeluk Gathan dan mengusap punggunggnya mencoba meredakan amarah suaminya itu.
" Mmaaf Kak, saya tidak bermaksud membuka aib pernikahan kita. Hanya saja perasaan saya waktu itu merasa sedih dan saya bingung harus bagaimana karna Kakak meninggalkan saya dalam keadaan hamil. Apalagi saya harus mengandung anak kita dipenjara," ucap Faysa dengan sedikit terisak.
" Fay loe tahu apa itu artinya?" tanya Gathan yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Faysa.
Faysa melepaskan pelukannya dan kembali menatap Gathan dengan heran.
" Kakak jangan berpikiran negatif terhadap Bayu. Dia sahabat saya Kak dan saya yakin dia tulus membantu saya."
Bayu tertawa dengan sumbang mendengar penuturan Faysa yang membela Bayu.
" Oh ya, dia ikhlas? Asal loe tahu ya Fay didunia itu nggak ada yang namanya persahabatan laki-laki dan wanita yang tulus karna ditengahnya pasti ada sesuatu. Bukannya loe juga udah membuktikannya saat Bayu nglamar loe?"
" Itu karna dia ingin melindungi saya Kak."
__ADS_1
"Hah diem loe Fay! Bosen gue dari tadi denger pujian loe buat sahabat brengsek loe itu! Biar gue tebak, Bayu pasti punya rencana buat nikahin loe setelah anak kita lahir?" tanya Gathan dengan berteriak.
" Kak, tapi...."
" Oke Faysa, gue akan kabulin keinginan loe dan sahabat tersayang loe itu tapi bukan sekarang karna gue nggak mau anak gue disentuh dan diperhatikan orang yang berharap jadi bapak tirinya. Karna gue nggak akan membiarkan itu terjadi," ucap Gathan lalu mulai memakai kembali bajunya dengan buru-buru.
Faysa menatap Gathan dengan linangan air mata yang kembali membasahi wajah cantiknya.
Faysa mendekati Gathan dalam keadaan badan yang masih polos karna belum memakai baju.
" Kak kenapa selalu salah paham seperti ini?"
" Bukannya loe sendiri yang selalu menciptakannya Fay? Loe seharusnya senang kan bisa lepas dari gue? Karna setelah anak ini lahir, gue akan dengan ikhlas memberikan bekas gue ini ke Bayu dan sebelumnya gue ucapin terima kasih karna loe udah cukup memberikan pelayanan yang memuaskan," ucap Gathan sadis tapi tak melihat kearah Faysa.
Faysa yang merasa tersambar dengan ucapan Gathan langsung merasa seluruh tulangnya lemas hingga ia terduduk diatas ranjang.
" Cepat pakai baju loe karna gue nggak mau anak gue nanti masuk angin."
Entah mengapa hati Gathan merasa bersalah karena telah mengucapkan kalimat kasar pada Faysa. Tapi ia juga tak terima dengan semua penjelasan Faysa tentang Bayu padahal ia jauh lebih segalanya dari laki-laki memuakkan itu.
bersambung....
__ADS_1