Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 68


__ADS_3

Windy langsung mengikuti Gathan dari belakang begitu bosnya itu datang. Gathan masuk ruangannya dan langsung duduk dengan Windy yang sudah berada disampingnya.


" Selamat pagi Pak, saya ingin membacakan agenda Bapak hari ini."


" Hemmm," jawab Gathan singkat tanpa menoleh kearah Windy.


" Pukul sepuluh nanti Bapak ada rapat dengan PT. Mangala, kemudian makan siang dengan Tuan Sukmadi dan terakhir nanti malam menghadiri peresmian hotel Lavalea."


" Oke, nanti malam kamu temani saya keacara hotel."


" Baik Pak, saya siap mendampingi Bapak keacara tersebut," jawab Windy sumringah.


" Ya sudah kembalilah, siapkan materi untuk rapat nanti dan jangan sampai ada kesalahan."


" Akan saya kerjakan Pak, kalau begitu saya permisi," pamit Windy namun tiba-tiba ia terhuyung kebelakang saat kakinya dengan sengaja menyandung kaki meja.


" Arghhh...," teriak Windy saat tubuhnya oleng dan dengan sigap Gathan menangkapnya.


Windy terjatuh dipangkuan Gathan dan tangannya reflek memegang leher Gathan untuk menjaga keseimbangan.


Mata mereka saling beradu dan Gathan dapat melihat gunung kembar Windy yang menyembul karena sekretarisnya itu memakai blus dengan model belahan rendah.


" Bangunlah," ucap Gathan lalu mengalihkan pandangannya.


Dengan cepat Windy beranjak dari pangkuan Gathan lalu berdiri disamping Gathan dengan wajah menunduk.


" Maaf Pak, saya tidak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Windy takut.


" Tidak masalah, lanjutkan pekerjaan kamu."


****


Rosan memainkan undangan yang tertuju padanya. Biasanya untuk acara apa pun, Rosan akan pergi sendiri atau mengajak sekretarisnya. Tapi tidak untuk kali ini, ia merasa malas dengan dua pilihannya.


Senyuman kecil langsung terbit dari bibir Rosan begitu ia mempunyai ide.


Tut tut tut


Beberapa angka dipencet Rosan untuk melakukan panggilan.


" Siang Pak, apa ada yang Bapak perlukan?"

__ADS_1


" Tolong suruh Faysa mengantar jus mangga keruanganku."


" Baik Pak, akan saya sampaikan sekarang juga."


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya orang yang ditunggu Rosan pun datang juga.


" Permisi Pak, ini saya bawakan jusnya."


" Terima kasih Faysa, tolong duduk sebentar ada hal yang ingin saya sampaikan."


" Ada apa ya Pak?"


" Saya minta nanti malam kamu temani saya untuk menghadiri acara peresmian hotel. Kamu sanggup kan?"


" Ta...tapi saya kan hanya OB pak."


" Ini perintah seorang atasan pada karyawannya Faysa, jadi jangan membantah. Nanti sore akan saya kirimkan baju kekamu dan pukul delapan kamu harus sudah siap. Bagaimana?"


" Baiklah Pak kalau begitu saya siap menjalankan perintah Bapak."


" Ya sudah kamu boleh keluar sekarang dan terima kasih sudah menyanggupinya."


Faysa begitu kagum saat melihat sebuah gamis putih motif bunga lengkap dengan kerudung warna hijau yang dikirim kurir untuknya.


Faysa membuka amplop tersebut lalu membacanya.


*Tolong nanti malam kamu pakai baju ini. Anggap saja ini hadiah sebagai ucapan terima kasih saya.


Rosan*


Malam harinya tampak Faysa yang sudah siap menunggu Rosan di teras kosnya. Malam ini, Faysa benar-benar terlihat cantik dengan gaunnya yang elegan serta make up yang membuat wajah manisnya semakin terlihat.


Tin tin tin


Suara klakson membuat Faysa segera menghampiri mobil yang berhenti didepan pagar kosnya.


Rosan keluar dari mobil dan tampak tidak bisa berkata-kata saat melihat penampilan Faysa malam ini.


" Slamat malam Pak Rosan," sapa Faysa yang mengagetkan Rosan.


" Slamat malam juga Faysa, malam ini kamu terlihat sangat berbeda dan cantik sekali," puji Rosan sambil membukakan pintu mobil untuk Faysa.

__ADS_1


" Terima kasih Pak."


Rosan pun segera menutup pintu mobil dan melajukan kendaraannya menuju tempat acara.


Sementara itu disebuah ballroom hotel, tampak Gathan yang terihat berkarisma dengan jas mewahnya. Penampilannya pun terlihat semakin menonjol dengan keberadaan Windy disampingnya.


Sekretarisnya itu benar-benar mencuri perhatian dengan kecantikannya dan keseksiaannya yang memakai gaun topless warna hitam dengan belahan sepaha.


Mereka berjalan mendekati Tuan Sahar sebagai tuan rumah acara itu.


" Selamat Tuan Sahar atas peresmian hotelnya," ucap Gathan sambil berjabat tangan.


" Terima kasih Tuan Gathan. Apa dia kekasih anda?" ucap Sahar sambil melirik kearah Windy.


" Bukan Tuan, dia sekretaris baru saya."


" Wah saya kira kekasih anda karena saya lihat kalian begitu serasi," ucap Sahar yang membuat Windy tersipu.


" Kalau begitu saya kesana dulu Tuan."


" Ya Tuan Gathan, silahkan nikmati acaranya."


Gathan dan Windy berjalan menuju tempat duduk vvip.


" Bapak tunggu disini, saya akan ambilkan makanan untuk Bapak. Bapak ingin makan apa?" tanya Windy.


" Terserah, yang penting jangan makanan yang terlalu berat."


Gathan memainkan ponselnya setelah Windy pergi. Tiba-tiba tatapannya membelalak saat melihat seorang perempuan yang sepertinya tidak asing.


" Faysa," ucap Gathan tak percaya saat melihat Faysa bisa berada diacara malam ini. Apalagi saat ini melihat Faysa berjalan dengan seorang pria yang terlihat mapan dan cukup tampan.


Tanpa sadar Gathan mengepalkan tangannya saat melihat Faysa terus menebarkan senyuman pada pria disampingnya itu.


bersambung....


Mama Faysa



Papa Gathan

__ADS_1



__ADS_2