Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 26


__ADS_3

Gathan membuka matanya setelah tertidur cukup lama. Dipandanginya wajah Faysa yang masih terlelap dengan nafas yang teratur.


Gathan mengulurkan tangannya untuk meraba tubuh Faysa yang tertutup selimut. Sampailah tangan Gathan didaerah inti Faysa lalu Gathan mendiamkan tangannya.


"Ehmmhh..." lenguh Faysa sambil menggeliatkan badannya karena merasa tidurnya terusik.


Tanpa disadari, Gathan tersenyum melihat ekspresi wajah Faysa. Dia pun menenggelamkan wajahnya didada Faysa sambil memainkan benda yang menggantung indah disana.


Faysa yang sudah sadar dari tidur nyenyak pun begitu terkejut melihat apa yang dilakukan Gathan padanya.


" Ehmmm...Kak Gathan," panggil Faysa dengan raut muka menahan sesuatu.


" Bagus deh kalau loe udah bangun. Cepet hadap kesini," ucap Gathan lalu memeluk tubuh Faysa dan menggulingkannya kesamping berhadapan dengan dirinya.


Gathan lalu mulai melakukan penyatuan lagi dengan agak keras hingga tubuh Faysa tersentak.


Faysa menyembunyikan wajahnya didada bidang Gathan sambil memeluk erat Gathan untuk menahan tubuhnya agar tidak terdorong.


" Argghhh...Kak," lirih Faysa yang tanpa sengaja mengeluarkan ******* kecil yang membuat Gathan tersenyum puas.


Gathan merubah posisinya dan kini kembali berada diatas tubuh Faysa. Gathan ******* bibir Faysa yang terasa seperti permen baginya.


Satu jam Gathan melakukan aksinya hingga tubuhnya kembali roboh disamping Faysa. Setelah nafasnya kembali teratur, Gathan pun bangkit untuk membersihkan dirinya yang penuh dengan keringat.


Lima belas menit kemudian, Gathan keluar dari kamar mandi lalu dengan santainya ia berganti pakaian didepan Faysa.


" Sana loe mandi dulu! Satu jam lagi petugas sipir bakal datang kesini buat jemput loe."

__ADS_1


Faysa pun dengan patuh berjalan kekamar mandi dengan tubuh tertutup selimut. Faysa berjalan dengan kepayahan hingga membuat Gathan heran.


" Kenapa loe?"


" Ehmm... ini rasanya sakit sekali Kak untuk berjalan," ucap Faysa sambil meringis.


Gathan pun membuang nafasnya dengan kasar lalu berjalan mendekati Faysa.


Gyuut


Gathan membopong Faysa menuju kamar mandi. Dia pun meletakkan Faysa didalam bath up dengan perlahan.


" Cepetan mandi terus habis ini masakin gue. Kemaren Alan udah beli sedikit stok bahan makanan dikulkas."


Faysa hanya menganggukkan kepalanya lalu mulai melakukan aktifitas mandinya setelah Gathan keluar.


Selesai mandi Faysa berjalan menuju kearah dapur. Dari dapur, Faysa bisa melihat Gathan yang tengah sibuk dengan laptopnya diruang tamu.


Dari ruang tamu, Gathan memperhatikan Faysa yang sedang memotong sayur dengan cekatan. Rambutnya yang digulung keatas dengan anak rambut yang menjuntai membuat kesan seksi pada diri Faysa.


Gathan pun menggelengkan kepalanya lalu kembali mengerjakan tugasnya.


Bau harum memenuhi apartemen Gathan. Faysa dengan luwes menata makanan diatas meja makan. Setelah selesai, Faysa menghampiri Gathan diruang tamu.


Faysa mendapati Gathan yang tertidur bersandar disofa dengan laptop yang masih berada dipangkuannya.


" Kak bangun dulu, itu makanannya udah siap," kata Faysa sambil menggoyangkan lengan Gathan.

__ADS_1


Gathan yang kaget pun langsung membuka matanya yang sedikit memerah.


" Seharusnya bukan gitu cara bangunin gue!" protes Gathan.


" Lalu harus gimana Kak?"


" Harusnya gini," kata Gathan yang langsung mendorong Faysa kesandaran sofa lalu kembali memeluk pinggang Faysa dengan erat.


Gathan pun mencium bibir Faysa dengan lembut.


" Bales ciuman gue," ucap Gathan lalu kembali membenamkan bibirnya.


Faysa yang tak tahu caranya pun mulai membuka mulutnya dan menggerakkan bibirnya dengan kaku.


Sekian detik berciuman, Gathan pun melepaskan Faysa.


" Oke cukup dulu, nanti bisa keterusan lagi kalau gue nggak berhenti."


" Ya udah Kakak makan dulu,"kata Faysa lalu berdiri yang diikuti Gathan.


Gathan duduk sambil menunggu Faysa mengambilkan makanan untuknya.


" Ini Kak," kata Faysa lalu mengambil makanan untuk dirinya.


Gathan yang melihat porsi makan Faysa yang sedikit pun langsung menambahkan nasi dan lauk.


" Makan yang banyak karna loe butuh tenaga lebih buat nglayani gue."

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Faysa, Gathan mulai menyendok makanan dipiringnya dengan lahap. Entah karena dia lapar atau karna memang rasa masakan Faysa yang lezat.


bersambung....


__ADS_2