
Disebuah ruang tamu besar, tampak Faysa dan Rosan yang duduk berdekatan sedangkan didepan mereka duduk sepasang suami istri yang tak lain adalah orang tua Rosan.
Senyum terukir dari bibir Yuli saat Rosan meminta restu darinya untuk menikahi Faysa. Ia bahagia karna Rosan akhirnya mau membuka hati untuk wanita lain setelah bertahun-tahun menutup hatinya karena seorang wanita masa lalu.
" Ibu restui kalian, semoga kalian hidup bahagia dan dikaruniai keturunan yang banyak."
" Terima kasih Bu atas doanya, Ayah juga setuju kan?"
" Ayah hanya bisa mendukungmu, jika kamu sudah yakin untuk menikahi Faysa maka ayah juga merestuinya. Semoga rumah tangga kalian bahagia selalu dan langgeng hingga maut memisahkan kalian."
" Ya sudah, Rosan kamu ajak Faysa makan dulu. Ibu mau keatas dulu karna sudah saatnya ayah kamu minum obat."
Yuli dan Hardi pun naik keatas menuju kamar mereka.
" Kenapa Rosan cepat sekali ingin menikahi Faysa ya Bu? Padahal setahu ayah mereka tidak pacaran hanya dekat saja beberapa bulan ini."
" Ya baguslah lah, daripada kelamaan nanti malah terjadi suatu hal yang tidak diinginkan walaupun ibu yakin kalau Rosan tidak mungkin berbuat seperti itu. Lagi pula sudah lama Rosan menyendiri setelah ditinggal kekasihnya dulu."
" Ya sih, jadi ibu sudah yakin dengan Faysa atau kita perlu cari tahu latar belakangnya?"
" Ibu yakin, Faysa itu gadis baik-baik."
" Ya sudah kalau ibu yakin maka ayah ikut saja."
****
Rosan dan Faysa sudah sampai diapartemen setelah berbelanja keperluan pernikahan mereka nanti.
" Faysa kamu yakin hanya ingin membeli ini?"
__ADS_1
" Iya Mas, lagi pula aku hanya ingin pernikahan kita digelar secara sederhana saja."
" Baiklah, kalau sudah menikah nanti kita akan tinggal dirumah orang tuaku. Bukannya aku tidak mampu memebelikan rumah untukmu, hanya saja aku tidak tega meninggalkan orang tuaku sendirian dirumah. Kamu tidak keberatan kan?"
" Nggak Mas, lagian orang tua kamu nanti jadi orang tuaku juga."
" Terima kasih Faysa, aku jadi semakin tidak sabar untuk menikahimu."
" Iya, Mas Rosan mau minum dulu?"
" Tidak usah, aku langsung pulang saja. Aku pamit ya, jaga diri baik-baik."
****
Malam itu Gathan mengantar Windy pulang sampai keapartemennya. Mereka baru saja pulang setelah menonton bioskop disebuah mall.
" Makasih ya Than, hari ini kamu udah ngajak aku jalan-jalan."
" Masuk dulu, biar aku buatkan kopi panas lagi pula tadi diluar udaranya cukup dingin."
Gathan menuruti tawaran Windy lalu ia mendudukkan dirinya diatas sofa.
" Ini Than minumnya," ucap Windy lalu ikut mendudukkan dirinya disebelah Gathan.
Gathan meniup kopi panas itu agar cepat bida diminum dan segera pulang karna dirinya sudah bosan sekali.
" Kamu tampan sekali Than," ucap Windy saat memperhatikan Gathan yang sedang minum.
" Banyak yang bilang seperti itu."
__ADS_1
" Apa termasuk mantan istri kamu? Jika ia pasti dia perempuan bodoh karna sudah menyia-nyiakan suami tampan dan hebat seperti dirimu."
Ucapan Windy yang secara tidak langsung menghina Faysa pun membuat Gathan marah.
Prank
Gathan membanting gelas kopi dihadapan Windy.
" Jika kamu ingin bersikap baik maka jangan sekalipun kamu berbicara tentang mantan istriku seolah kamu tahu sifatnya!"
" Maaf Than, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku janji mulai sekarang tidak akan menyinggung tentangnya."
" Aku pulang, trima kasih untuk kopinya."
" Tunggu!" Langkah Gathan terhenti karna Windy menarik tangannya.
" Menginap disini saja, aku tidak masalah. Diluar gerimis." Cegah Windy.
" Hanya gerimis tidak akan membuatku mati lagi pula aku sudah tidak terbiasa tidur dengan wanita yang bukan istriku," ucap Gathan lalu pergi dari apartemen Windy.
Sikap dinginmu malah membuatmu semakin seksi Than tapi lihat nanti jika sudah menikah aku yang akan berkuasa diatas kamu.
Gumam Windy sambil tersenyum smirk.
bersambung....
Note
Sebaik-baiknya karakter Faysa disini, dia tetaplah manusia biasa yang bisa saja melakukan dosa yang tidak sengaja maupun disengaja. Jadi tolong jangan menuntut Faysa harus selalu melakukan hal baik yang terhindar dari dosa.
__ADS_1
Terima kasih ya untuk semua yang masih setia mengikuti cerita ini.
Sehat selalu dan tetap semangat membaca.