
Faysa terus berjalan, dirinya bingung harus kemana melangkahkan kakinya lagi. Sama sekali tak ada tujuan, ingin mencari kos tapi dirinya pun tak membawa uang sepeser pun.
Faysa yang merasa lelah pun memutuskan untuk beristirahat sejenak dikursi yang disediakan disepanjang trotoar.
****
Angel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia baru saja pulang dari super market untuk berbelanja kebutuhan pribadinya.
Matanya tampak fokus memperhatikan jalanan. Terkadang ia melirik kearah sekitar untuk melihat suasana hingga ia tampak sedikit kaget saat melihat seorang wanita sedang duduk dikursi.
" Siapa ya? Kok kayaknya gue nggak asing sama wanita itu."
Karena penasaran, Angel pun menepikan mobilnya dipinggir jalan. Ia membuka kaca mobil dan kembali memperhatikan perempuan yang dilihatnya tadi.
" Itu kan mbak yang dulu pernah nolong gue! Akhirnya gue bisa ketemu lagi sama dia."
Dengan semangat Angel turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Faysa.
" Mbak, mbak ngapain disini?" tanya Angel yang membuat Faysa mendongakkan kepalanya.
" Kamu....," ucap Faysa sambil mengingat-ingat gadis didepannya itu.
" Mbak masih ingat aku kan? Aku Angel mbak, yang dulu pernah mbak tolong waktu aku mau diperkosa," ucap Angel yang terlihat sedih saat mengingat peristiwa mengerikan itu.
" Angel? Iya, aku udah ingat sama kamu. Makanya tadi saat melihatmu aku kayak nggak asing."
" Mbak lagi ngapain disini terus bawa-bawa koper segala?" tanya Angel yang membuat raut wajah Faysa berubah.
Angel merasa kalau orang yang menolongnya dulu itu sedang bermasalah segera mengajaknya pergi dari sana.
" Ikut aku yuk mbak! Nanti koper mbak bisa ditaruh dulu dimobilku. Aku ingin mengajak mbak makan dan kita bisa ngobrol dulu."
__ADS_1
Faysa pun menuruti keinginan Angel dan mereka masuk kesebuah restoran mewah.
" Angel kenapa makan ditempat seperti ini? Pasti mahal,"
" Tenang aja, aku yang bakal traktir mbak. Oh ya, dulu aku belum sempat bertanya siapa nama mbak."
" Aku Faysa, terima kasih ya sudah mentraktirku."
" Jangan begitu mbak, ini belum seberapa dengan bantuan mbak dulu. Ehmm kalau gitu aku panggilnya mbak chacha aja ya."
" Iya Ngel, terserah kamu saja."
Tak lama seorang waitres menghampiri mereka untuk mencatat pesanan.
" Mbak chacha mau makan apa?"
" Aku minum aja Ngel karna sedang malas makan."
Setelah menyebutkan menu yang dipesannya, Angel memperhatikan raut wajah Faysa yang tampak sedang sedih.
" Mbak, bukannya aku ingin ikut campur tapi sepertinya mbak chacha sedang bermasalah. Kalau mbak mau, crita aja mbak siapa tahu aku bisa bantu. Pokoknya jangan sungkan sama aku mbak."
" Aku....aku baru saja diusir oleh suamiku Ngel dan dia sama sekali tidak mau mendengar penjelasanku. Aku juga bingung harus kemana setelah ini."
" Kok tega bener sih suami mbak! Harusnya kalau ada masalah diselesaikan bukan malah mengusir mbak seperti ini. Benar-benar suami tidak bertanggung jawab!" ucap Angel ikut emosi.
" Tapi aku ikut bersalah Ngel."
" Ya tapi tetap saja bukan seperti itu caranya mbak. Ya sudah mbak ikut aku pulang ya, dirumahku ada banyak kamar."
" Tidak bisa Ngel, itu kan rumah orang tua kamu. Kamu tidak bisa seenaknya membawa orang asing tinggal dirumah tanpa persetujuan orang tua kamu."
__ADS_1
" Orang tuaku lagi di Singapura mbak. Kalau mbak mau, aku pasti senang karna aku jadi punya teman jika tinggal dirumah. Soalnya aku bosen tinggal sama kakakku, aku sebel banget sama istrinya."
" Tapi Ngel..."
" Sudah, mbak chacha tenang aja. Nanti aku yang bakal jelasin ke orang tuaku kalau mereka pulang."
" Baiklah mbak mau, tapi mbak pengen jadi pelayan dirumah kamu karna mbak nggak ingin tinggal gratisan dan dianggap memanfaatkan kamu."
" Hah! Mbak yakin mau jadi pelayan dirumahku?" tanya Angel tak percaya.
" Iya, kalau kamu setuju mbak akan ikut."
" Ya sudahlah."
Akhirnya mereka pun menikmati menu yang sudah tersaji. Setelah selesai, Angel segera mengajak Faysa pulang kerumahnya.
Faysa begitu kaget saat tiba dirumah Angel. Rumahnya begitu besar dan sangat luas bahkan tembok pembatasnya begitu tinggi mengelilingi rumah itu.
" Ayo mbak turun, aku langsung antar mbak chacha kekamar aja ya biar bisa langsung istirahat. Mbak chacha pasti capek kan tadi?"
Faysa menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Angel dari belakang. Tanpa memasuki rumah utama, Angel mengajak Faysa menuju bangunan dibelakang rumah yang memang dikhususkan untuk para pelayan yang tinggal dirumahnya.
" Ini kamar kamu mbak tapi sempit sih mbak."
" Ini cukup lega untuk satu orang."
" Ya sudah mbak Chacha istirahat dulu, besok baru aku jelaskan kerjaan mbak."
" Iya, sekali trima kasih ya Angel."
" Jangan bicara begitu mbak, aku malah sangat senang bisa membantu mbak Chacha."
__ADS_1
bersambung.......