Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
Bab 64


__ADS_3

Pukul enam pagi, Faysa sudah berada didepan gedung perkantoran Al yariz. Semalam setelah berada di rumah Faysa mencari informasi tentang perusahaan Al yariz diinternet dan berhasil menemukan alamat perusahaan tersebut.


Rasa penasaran yang tinggi terhadap status Dini dan Gafa membuat Faysa nekat ingin menemui Gathan. Dan Faysa yakin jika dirinya bisa bertemu Gathan di gedung ini.


Setelah menunggu hampir dua jam, datanglah sebuah mobil sport mewah warna hitam yang cukup mengundang perhatian Faysa.


Dengan degup jantung yang makin keras, Faysa menunggu siapakah gerangan orang yang akan keluar dari mobil itu.


Tiba-tiba Faysa menjadi gugup ketika tahu bahwa orang yang dari tadi ditunggunya ternyata keluar dari mobil mewah tersebut sendirian.


Melihat suasana halaman kantor yang cukup sepi, dengan berani Faysa langsung menghampiri Gathan.


" Kak, saya mau bicara," ucap Faysa tepat berada dibelakang Gathan.


Gathan yang kaget pun menoleh dan cukup terkejut dengan keberadaan Faysa ditempat ini. Rasa aneh langsung menghampiri Gathan saat menatap wajah Faysa setelah sekian tahun tak ia lihat lagi.


Gathan langsung mengubah mimik wajahnya menjadi dingin.


" Ngapain loe kesini? Kangen sama gue?" ucap Gathan sambil membelai pipi Faysa namun langsung ditepis oleh Faysa.


" Jelaskan sama saya siapa ibu dari Gafa dan Dini."

__ADS_1


" Mereka anak-anak gue, kenapa loe pengen tahu?"


" Kamu nggak usah berusaha untuk membohongi saya lagi Kak! Mereka anak- anak saya kan Kak? Dua bayi yang keluar dari rahim saya dan dengan teganya Kamu bilang mereka sudah meninggal hanya untuk memisahkan kami," ucap Faysa dengan menahan emosi.


Gathan yang tak terima dibentak Faysa pun langsung mendorong Faysa masuk kedalam mobilnya.


Brakk


Gathan menutup pintu dengan keras dan langsung mencengkram dagu Faysa.


" Berani ya lo bentakin gue! Apa pun pemikiran loe saat ini yang jelas Gafa dan Dini adalah milik gue dan loe nggak berhak atas mereka!"


" Kamu tega sekali Kak misahin mereka dari ibunya sejak bayi! Kamu nggak mikirin perasaan aku yang hancur karna kehilangan mereka! Kamu juga nggak mikirin perasaan mereka yang harus hidup tanpa kasih sayang ibunya! Kamu jahat Kak, jahat jahat jahat," teriak Faysa sambil memukuli dada Gathan dengan kedua tangannya.


Gathan yang sudah malas pun mencekal kedua tangan Faysa dan mendorong tubuh Faysa kesandaran jok. Gathan mendekatkan wajahnya dan langsung ******* bibir kemerahan Faysa.


Seperti ada perasaan lega ketika Gathan bisa kembali merasakan bibir mungil Faysa.


Faysa yang kaget pun berusaha mendorong dada Gathan yang menghimpit tubuhnya.


" Ehmmmm,le...pa...sin Kak," ucap Faysa terbata namun gerakan bibir Faysa itu justru digunakan Gathan untuk memainkan bibir Faysa lebih dalam.

__ADS_1


Tangan Faysa yang terlepas satu pun langsung mencubit keras pinggang Gathan.


" Auwww," jerit Gathan saat merasakan cubitan Faysa yang cukup keras.


Faysa langsung mengambil nafas sebanyak-banyaknya begitu Gathan melepaskan tautan bibirnya.


" Jangan pernah lakukan apa pun lagi padaku karena kita bukan suami istri lagi!" ucap Faysa sambil menatap tajam Gathan.


Gathan pun hanya tersenyum sinis mendengar peringatan Faysa.


" Ternyata bibir loe nggak berubah, masih manis seperti dulu. Oh ya loe juga harus dengerin kata gue, jangan pernah loe ngaku kalau loe adalah ibu dari anak kita atau gue akan bilang ke anak kita kalau loe adalah mantan napi yang masuk penjara karena udah berusaha membunuh gue," ucap Gathan penuh penekanan.


" Oke aku nggak bilang mereka, tapi kamu juga jangan pernah melarang aku untuk dekat dengan mereka atau aku akan bilang keanak-anak kita kalau kamu sebagai papanya udah membuat aku ibunya masuk penjara karna berusaha melindungi diri dari kelakuan papanya yang bejat."


Mereka berdua saling menatap dengan tajam. Faysa memalingkan wajahnya dan langsung keluar dari mobil Gathan dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu.


Gathan pun juga keluar dari mobilnya dan menatap kepergian Faysa sambil mengusap-usap bibirnya yang masih terasa hangat saat berciuman dengan Faysa tadi.


" Loe emang mudah ditaklukin kalau udah dinikahin Fay. Tapi gue nggak akan membuang harga diri gue dengan meminta loe jadi istri gue lagi," ucap Gathan sambil tersenyum smirk.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2