Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
Extra part


__ADS_3

Faysa tampak sudah terlihat cantik dengan kebaya warna krem yang melekat ditubuh rampingnya.


Ceklek


Gathan masuk kedalam kamarnya lalu tersenyum saat melihat istrinya yang tengah merias diri didepan cermin. Kecantikan istrinya itu seperti tak memudar meski kini sudah berusia 40 tahun.


" Sudah cantik sayang. Lagian nggak perlu dibikin tambah cantik. Nanti kalau ada yang naksir kamu gimana?"


" Ahh Kakak, aku udah tua gini siapa coba yang mau godain. Ehmm Kakak tampan banget pakai jas itu." Puji Faysa sambil menatap kagum suaminya yang makin terlihat matang.


" Iyalah, Gathan gitu loh! Ya udah ayo turun. Kasihan anak- anak udah pada nunggu dibawah," ucap Gathan sambil menggandeng tangan Faysa.


Hari ini mereka berdua akan menghadiri acara kelulusan si kembar yang sudah tamat SMA. Gathan turun dari tangga sambil merangkul pundak Faysa.


" Hemm....mesra-mesraan terus! Nggak inget nih disini ada anak-anaknya."


" Emang kenapa kalau mesraan terus? Iri ya bos?" Goda Gathan sambil mengacak rambut Dini dengan gemas.


" Ahhh Papah jail! Rambut Dini jadi berantakan nih!" Protes Dini yang merasa kesal karna tatanan rambutnya menjadi hancur.


" Udah nggak usah cemberut. Sini biar Mama beresin rambutnya."


Faysa menata rambut Dini sambil melirik kearah putranya yang tampak diam saja sambil melihat kearah ponselnya.


Faysa pun mendekati Gafa yang duduk sedikit menjauh.


" Gafa kenapa diam aja? Ada masalah?" tanya Fsysa lembut.


"Ehmm...nggak ada apa-apa kok Mah," jawab Gafa gugup.

__ADS_1


" Yakin?"


" Ya...yakin Mah. Ya udah yuk Mah berangkat. Gafa udah ditungguin temen-temen nih."


Akhirnya mereka berempat pun pergi kesekolahan dengan menggunakan mobil mewah. Satu jam kemudian mereka sudah sampai di SMA Karawangsa, salah satu sekolah favorit di daerah Jakarta.


Aula tempat diselenggarakan acara kelulusan tampak sudah ramai dengan para siswa dan orang tua murid.


Gafa berjalan kearah samping untuk bergabung bersama murid lainnya. Namun tiba-tiba pandangannya terkunci pada sosok gadis pendiam yang langsung menundukkan kepalanya saat mata mereka bertemu.


Gafa mengabaikan gadis yang ternyata teman sekelasnya itu. Ia duduk ditengah dan mulai berkonsentrasi mengikuti rangkaian acara.


Acara pun berlanjut dengan pembacaan pengumuman rangking 1sampai 10. Dini tampak melonjak kegirangan saat namanya disebut sebagai penghuni rangking ke 5.


Pembawa acara itu melanjutkan menyampaikan pengumuman rangking ke 2 dan 1.


" Untuk rangking ke 2 tahun ini diraih oleh adinda tercinta kita bernama kyrana Aulia Zafayya."


Ia sedikit minder karna baju kebaya yang dipakainya tampak dekil dan tak semewah lainnya. Namun senyumnya langsung terbit saat seorang guru memberikan piala dan piagam untukknya.


" Untuk juara umum SMA Karawangsa untuk tahun ini diraih oleh ananda tercinta kita bernama Gafa Olefian Alyariz. Tepuk tangan yang meriah untuk peraih juara umum kita."


Tepuk tangan langsung membahana saat Gafa maju kedepan dan menerima piala. Faysa tampak meneteskan air matanya karna merasa terharu dengan prestasi yang diraih kedua anak tercintanya.


" Kok nangis yang?" tanya Gathan khawatir.


" Aku bahagia banget dan bangga sekali dengan kedua anak kita Kak."


" Iya sayang, aku juga merasakan hal yang sama. Setelah ini kita akan merayakan prestasi anak-anak kita."

__ADS_1


Faysa pun mengangguk dan memberikan dua jempol untuk kedua anaknya yang menatap dirinya dari atas panggung.


****


Gafa mengikuti Kyrana yang berjalan sendirian kearah toilet. Ia tampak celingak-celinguk untuk memastikan tak ada orang lain yang berada disitu.


" Tunggu!" Teriak Gafa yang menghentikan langkah Kyrana.


Gafa mendekati Kyrana dan berdiri didepan gadis yang tingginya hanya sebatas dadanya.


" Aku ingin bicara sebentar."


" Bi...bicara apa?" jawab Kyrana gugup.


" Lupakan kejadian malam itu! Anggap itu tak pernah terjadi diantara kita. Kamu bisa kan?"


" Kamu bisa kan?" Ulang Gafa karna Kyrana hanya diam.


" Pergilah, toh setelah ini kita tidak akan bertemu lagi."


Gafa langsung pergi dari hadapan Kyrana begitu saja. Sementara air bening mulai mengalir dipipi Kyrana. Ia memejamkan matanya mencoba melupakan kejadian malam itu yang mungkin tak akan pernah bisa ia lupakan.


bersambung.....


Gafa Olefian Alyariz



Dini Olefia Alyariz

__ADS_1



__ADS_2