
Pukul sembilan malam Faysa baru bisa keluar dari kantornya karna ikut lembur membersihkan bekas ruang meeting yang akan digunakan kembali.
Seorang pengemudi ojek online yang sudah menunggu Faysa pun segera melajukan kendaraannya begitu Faysa sudah naik.
Malam ini turun gerimis dan sedikit berkabut membuat jalanan tampak lebih sepi. Motor yang tadinya melaju kencang pun entah mengapa tiba-tiba menjadi sedikit oleng hingga membuat sang pengemudi ojek menghentikan laju motornya.
" Kenapa bang?" tanya Faysa Khawatir.
Abang ojek itu pun sedikit membungkukkan badannya untuk memeriksa ban depan.
" Wah maaf neng, ban saya tiba-tiba kempes."
" Hah kok bisa bang?"
" Mungkin kena paku neng."
" Terus gimana dong bang? Ada tambal ban sih bang tapi masih disana mungkin sekitar 15 menit dari sini."
" Saya mah gampang neng tapi nengnya ini yang gimana karna saya jadi nggak bisa nganterin sampai tujuan. Saya hubungi teman saya saja untuk nganterin neng."
" Nggak usah bang! Kos saya udah nggak terlalu jauh kok. Saya jalan aja, ini ongkosnya ya bang," ucap Faysa sambil menyerahkan uang sepuluh ribu.
" Tapi neng...."
" Nggak apa-apa kok bang, trima aja. Namanya juga musibah, saya tetap kasih bintang kok. Ya sudah saya duluan bang."
" Terima kasih neng, hati- hati dijalan."
Faysa berjalan sambil menggunakan tudung jaketnya untuk melindungi kepalanya dari gerimis. Hingga saat sampai disebuah kebun mangga, sayup-sayup Faysa mendengar suara seorang wanita.
__ADS_1
Faysa yang penasaran pun memberanikan diri untuk mencari asal suara itu lebih dekat. Faysa melangkahkan kakinya lebih dalam memasuki area kebun mangga dan alangkah terkejutnya Faysa saat ia melihat seorang gadis yang tengah berusaha diperkosa seseorang.
Faysa begitu iba mendengar suara minta tolong yang keluar dari mulut gadis itu. Kejadiaan yang dilihatnya ini mengingatkan peristiwa yang dialaminya dulu saat akan diperkosa Gathan.
Faysa menenangkan diri dan mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menolong gadis malang itu.
Faysa melihat tumpukan kayu yang telah ditata rapi dekat sebuah pohon. Faysa memilih kayu yang paling besar untuk ia gunakan sebagai senjata.
Faysa berjalan dengan pelan agar pria itu tidak menyadari kedatangannya.
*Ya Allah hamba hanya berniat menolong gadis ini.
Semoga saja pukulanku ini tidak sampai membunuh pria ini. Aku tidak ingin disalahkan dan masuk penjara lagi*.
Dengan memejamkan mata, Faysa memukul bagian punggung pria itu dengan keras.
Buk buk
" Ayo cepat kita pergi dari sini sebelum pria ini siuman," ucap Faysa pada gadis itu.
Mereka berdua berlari hingga keluar dari kebun mangga. Faysa mengajak gadis itu pulang ke kosnya.
" Ini minum dulu biar kamu sedikit tenang."
Gadis itu menerima segelas air putih yang diberikan Faysa lalu meminumnya hingga habis.
" Siapa nama kamu?"
" A...ku Angel," jawab gadis cantik itu dengan terbata.
__ADS_1
" Kamu tenang ya, disini kamu aman. Pria jahat itu tidak akan menemukan kita disini. Kalau kamu mau, kamu bisa membersihkan diri dan tidur disini malam ini."
" Terima kasih ya, mbak sudah nolong aku. Kalau mbak nggak dateng aku nggak tahu gimana nasib aku sekarang."
" Iya sama-sama, ya sudah kamu mandi dulu."
Malam itu Angel menginap dikos Faysa dan berencana pulang besok pagi. Angel sungguh tak menyangka pria yang baru saja seminggu menjadi pacarnya itu berani melakukan hal kotor pada dirinya.
Untung saja ada malaikat penolong yang datang hingga ia masih bisa mempertahankan kesuciannya meskipun pria brengsek itu sudah berhasil menciumi sebagian tubuh atasnya.
Pagi pun tiba, Faysa sudah menyiapkan sarapan untuk Angel.
" Ayo sarapan dulu Angel, baru setelah ini aku akan mengantarkan kamu pulang."
" Terima kasih mbak sudah ngajak aku sarapan. Ehmm aku bisa pulang sendiri kok mbak."
" Kamu yakin?" tanya Faysa sambil melihat Angel dengan mata bengkaknya karna ia tahu kalau gadis itu menangis hampir semalaman.
Faysa mendekati Angel lalu merangkul bahunya.
" Sudah jangan menangis lagi. Semua sudah berlalu dan yang terpenting kamu selamat. Ayo sekarang kita sarapan biar kamu ada tenaga lagi."
" Terima kasih mbak. Aku jadi merasa seperti mempunyai kakak perempuan yang bisa membuat aku tenang."
" Memangnya kamu tidak punya saudara?"
" Ada mbak, aku punya kakak laki-laki yang selalu memanjakan aku tapi tetap saja isi hatiku dia kurang peka."
" Kamu beruntung punya saudara yang slalu menyayangi dan memanjakan kamu. Ya sudah mari makan nanti keburu dingin."
__ADS_1
bersambung.....